Keluarga Korban Minta KRI Nanggala 402 Diangkat dari Kedalaman 838 Meter

Zulfikar SyZulfikar Sy - Minggu, 25 April 2021
Keluarga Korban Minta KRI Nanggala 402 Diangkat dari Kedalaman 838 Meter

Pakaian escape swift MK11 yang diyakini milik KRI Nanggala saat konferensi pers di Base Ops Ngurah Rai, Bali, Minggu, (25/04/2021). (Antara/Ayu Khania Pranisitha/2021)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - TNI Angkatan Laut berencana untuk mengangkat KRI Nanggala 402 yang tenggelam di perairan laut utara Bali.

Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono mengatakan, kapal selam tersebut berada di kedalaman 838 meter.

Yudo menuturkan, ada permintaan dari keluarga awak kapal selam buatan Jerman itu agar bisa diangkat.

Baca Juga:

Seraya Menangis, Panglima TNI Pastikan Seluruh Awak KRI Nanggala 402 Telah Gugur

"Kami akan berusaha untuk bisa angkat kapal ini walaupun dengan kedalaman 838 tadi, tentunya dalam organisasi ISMERLO (International Submarine Escape and Rescue Liaison Office) juga ada rekan-rekan kita dari luar yang menawarkan ini," kata Yudo, dalam jumpa pers di Bali, Minggu (25/4).

Menurut Yudo, rencana ini perlu keputusan dari pemerintah.

"Karena ini perlu keputusan pemerintah tentunya, saya akan mengajukan ke Panglima TNI yang nanti secara perician ke atas dan tentunya kalaupun sudah ada keputusan pasti kita akan angkat," ujar Yudo.

Dokumentasi- Anggota TNI AL melakukan penghormatan ketika kapal selam KRI Nanggala-402 tiba di Dermaga Koarmatim, Ujung, Surabaya, Jatim, Senin (6/2/2012). (ANTARAFOTO/M RISYAL HIDAYAT)
Dokumentasi- Anggota TNI AL melakukan penghormatan ketika kapal selam KRI Nanggala-402 tiba di Dermaga Koarmatim, Ujung, Surabaya, Jatim, Senin (6/2/2012). (ANTARAFOTO/M RISYAL HIDAYAT)


Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan, hal ini berdasarkan pemindaian secara akurat oleh KRI Rigel di lokasi yang ada kemagnetan yang kuat sebelumnya.

Pemindaian menggunakan multibeam sonar dan magnetometer.

Pemindaian ini menghasilkan citra bawah air yang lebih detail.

MV Swift Rescue Singapura telah menurunkan ROV dan melakukan citra bawah air secara visual menggunakan kamera.

Telah diperoleh citra yang dikonfirmasi sebagai bagian dari KRI Nanggala 402.

Baca Juga:

KRI Nanggala 402 Terbelah Menjadi Tiga, Para Prajuritnya Dinyatakan Gugur

Bagian kapal yakni meliputi kemudi vertikal belakang, jangkar, bagian luar badan tekan, kemudi selam timbul, bagian kapal yang lain termasuk baju keselamatan awak kapal MK 11.

Diberitakan sebelumnya, KRI Nanggala 402 dinyatakan hilang pada Rabu (22/4), saat latihan menembak torpedo di laut utara Bali. (Knu)

Baca Juga:

Risma Temui Istri-Istri Prajurit KRI Nanggala 402 dan Bawa Mainan Anak-anak

#Nanggala 402 #Kapal Perang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Giuseppe Garibaldi akan Jadi Kapal Induk Pertama TNI, Bakal Bersandar di Mana?
Memiliki panjang mencapai 180,2 meter, kapal induk ini membawa mesin penggerak bertenaga tinggi yang mampu menghasilkan kecepatan hingga 30 knot atau 56 kilometer per jam
Angga Yudha Pratama - Senin, 11 Mei 2026
Giuseppe Garibaldi akan Jadi Kapal Induk Pertama TNI, Bakal Bersandar di Mana?
Indonesia
TNI AL Dapat Tambahan Kapal Perang Canopus-936, Awal Dilatih di Eropa
KRI Canopus-936 juga mampu melaksanakan misi pencarian dan pertolongan (SAR) dalam air termasuk deteksi sinyal darurat dan pencarian objek di dasar laut.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 11 Mei 2026
TNI AL Dapat Tambahan Kapal Perang Canopus-936, Awal Dilatih di Eropa
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Tiru Iran, Indonesia akan Tarik Pungutan Kapal yang Lintasi Selat Malaka
Indonesia bakal mengenakan tarif untuk kapal asing yang melintasi Selat Malaka. Simak kebenaran informasinya.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 08 Mei 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Tiru Iran, Indonesia akan Tarik Pungutan Kapal yang Lintasi Selat Malaka
Indonesia
DPR Beri Peringatan Keras Soal Biaya Perawatan Kapal Induk Giuseppe Garibaldi C551 Hasil Hibah dari Italia
Selain masalah finansial, perbedaan spesifikasi teknis atau interoperabilitas menjadi hambatan serius
Angga Yudha Pratama - Selasa, 05 Mei 2026
DPR Beri Peringatan Keras Soal Biaya Perawatan Kapal Induk Giuseppe Garibaldi C551 Hasil Hibah dari Italia
Indonesia
Kapal Perang AS Melintas di Selat Malaka, Kemenhan RI: itu Jalur Pelayaran Internasional
Jalur tersebut merupakan jalur lintas bebas sehingga dipastikan tidak ada pelanggaran terkait dengan hal itu.
Dwi Astarini - Jumat, 24 April 2026
Kapal Perang AS Melintas di Selat Malaka, Kemenhan RI: itu Jalur Pelayaran Internasional
Indonesia
KRI Canopus-936 Berhasil Tiba di Afrika Selatan, Sukses Lintasi Samudra Atlantik Selatan
Kedatangan KRI CNP-936 di Afrika Selatan disambut hangat oleh Konsul Jenderal Republik Indonesia (Konjen RI) di Cape Town, Tudiono didampingi Atase Pertahanan (Athan) RI di Pretoria beserta staf.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 15 April 2026
KRI Canopus-936 Berhasil Tiba di Afrika Selatan, Sukses Lintasi Samudra Atlantik Selatan
Indonesia
TNI Layani Mudik Gratis Pakai Kapal Perang ke Bangka Belitung, Bisa Bawa Kendaraan Roda Dua
Dengan adanya jalur baru ini, TNI AL akan membuka layanan mudik gratis ke tiga kota, yakni Semarang, Surabaya, dan Bangka Belitung.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 11 Maret 2026
TNI Layani Mudik Gratis Pakai Kapal Perang ke Bangka Belitung, Bisa Bawa Kendaraan Roda Dua
Indonesia
100 Prajurit TNI AL Disiapkan Untuk Jadi Personil Kapal Induk Pertama Indonesia
Sekitar 100 personel direncanakan akan mengikuti pelatihan di Italia, termasuk pelatihan langsung di kapal selama proses pelayaran dari Italia menuju Indonesia
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 27 Februari 2026
 100 Prajurit TNI AL Disiapkan Untuk Jadi Personil Kapal Induk Pertama Indonesia
Indonesia
Jepang Kasih Kapal Patroli Gratis Senilai Rp 200 Miliar Lebih, DPR Langsung 'Sayonara' Sama Penyelundup di Laut Indonesia
Persetujuan bulat pun menggema di ruang sidang, menandakan dukungan penuh legislatif terhadap modernisasi alat utama sistem senjata
Angga Yudha Pratama - Kamis, 19 Februari 2026
Jepang Kasih Kapal Patroli Gratis Senilai Rp 200 Miliar Lebih, DPR Langsung 'Sayonara' Sama Penyelundup di Laut Indonesia
Indonesia
KSAL Harap Kapal Induk Giuseppe Buatan Italia Bisa Merapat ke Indonesia Sebelum HUT TNI 2026
Kapal induk dengan panjang 180,2 meter ini dilengkapi dengan mesin penggerak super yang dapat menggerakkan kapal dengan kecepatan 30 knot atau 56 kilometer per jam.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 13 Februari 2026
KSAL Harap Kapal Induk Giuseppe Buatan Italia Bisa Merapat ke Indonesia Sebelum HUT TNI 2026
Bagikan