Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Kelengahan Petugas Kerap Jadi Celah Pemudik

Zulfikar SyZulfikar Sy - Jumat, 08 Mei 2020
Kelengahan Petugas Kerap Jadi Celah Pemudik

Ilustrasi - Kepolisian memeriksa kendaraan yang diduga akan mudik, di KM 31 Tol Cikarang Barat, Jakarta, (6/5/2020) (Twitter TMC Polda Metro Jaya)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pengamat transportasi Budiyanto mengungkapkan masih banyak celah bagi pemudik agar lolos dari pengawasan petugas kepolisian selama penerapan larangan mudik.

Sejauh ini, cara-cara yang dilakukan petugas dengan memutar balikan kendaraan yang akan mudik kembali ke Jakarta cukup efektif walaupun menguras tenaga.

Baca Juga:

Pemprov DKI Tindak 1.019 Perusahaan yang Langgar PSBB

“Itu cukup melelahkan petugas karena kegiatan yang dilakukan di pos pemeriksaan relatif cukup banyak, mulai dari memeriksa, memberikan pemahaman kepada para pemudik sampai dengan perintah yang bisa diterima oleh pemudik,” kata Budiyanto kepada wartawan, Jumat (8/5).

Pada hari pertama penerapan larangan mudik 19 melalui Permenhub Nomor 25 tahun 2020, 24 April silam sebanyak 3.000 kendaraan berhasil dikembalikan ke wilayah asal.

Meski demikian, masih ada pemudik dari Jakarta terdeteksi di luar wilayah Ibu Kota, misalnya di Cirebon, Tegal, Brebes dan bahkan sudah ada yang sampai ke daerah tujuan.

Budiyanto memandang, kondisi ini menggambarkan langkah antisipatif petugas kepolisian, walaupun sudah direncanakan dan dilaksanakan secara maksimal, ternyata masih banyak terdapat titik kelemahan. Pada akhirnya memungkinkan pemudik lolos dari pemeriksaan petugas.

Titik kelemahan yang memungkinkan pemudik lolos dari pemeriksaan antara lain, banyak jalan tikus dari arah barat ke timur dan sebaliknya yang kurang terpantau maksimal.

Kemungkinan pemudik menggunakan kendaraan umum secara estafet atau menyambung kendaraan.

“Pemudik beranggapan awal-awal larangan mudik belum ada sanksi hukum,” ungkapnya.

Petugas memeriksa kendaraan sepeda motor saat pemberlakuan PSBB di Pos Pemeriksaan Kadungora, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Jumat (8-5-2020). ANTARA/Feri Purnama
Petugas memeriksa kendaraan sepeda motor saat pemberlakuan PSBB di Pos Pemeriksaan Kadungora, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Jumat (8-5-2020). ANTARA/Feri Purnama

Apalgi dengan ketebatasan jumlah petugas di lapangan dan kerja-kerja yang cukup menguras tenaga. Sehingga, tingkat kepedulian, kejelian, dan kewaspadaan petugas jaga berkurang.

Budiyanto menyarankan, agar penempatan anggota jaga stasioner di pos pemeriksaan diimbangi dengan patroli secara intens untuk mengantisipasi jalan tikus.

Sambil memberikan pemahaman kepada para pemudik bahwa mudik pada saat COVID-19 mewabah banyak mudaratnya.

"Tindakan memutarbalikkan kendaraan yg kedapatan mudik lebih tegas tanpa kompromi, kecuali kendaraan yang mendapat pengecualian," jelas Budiyanto.

Kekuatan dan sarana prasarana anggota memadai untuk menghindari kelelahan.

“Gunakan media RTMC sbg pusat komando, kendali, komunikasi, dan pusat informasi secara maksimal,” ucapnya.

Ia juga mengkritik masih ramainya aktivitas masyarakat di luar ruangan meski di Jakarta sudah lebih dari dua pekan menjalankan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Seperti aktivitas pengguna transportasi umum seperti commuter line Jabodetabek misalnya, kerumunan antrean masih terjadi.

Termasuk pada saat di dalam gerbong, pelaksanaan phsyical distancing atau menjaga jarak fisik belum optimal.

Lalu, beberapa titik lalu lintas yang masih terjadi kepadatan dan minimnya penggunaan masker.

“Mengapa hal ini masih terjadi? Karena faktor kesadaran dan disiplin masyarakat dan lemahnya pengawasan,” ujar purnawirawan Polri berpangkat AKBP ini.

Baca Juga:

Ketua MPR Sebut Kebijakan Menhub Bertentangan dengan Upaya Berantas Corona

Menurutnya, usulan kepala daerah, salah satunya Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil agar operasional commuter line sementara dihentikan selama pemberlakuan PSBB merupakan hal wajar.

Karena situasi antrean yang berkepanjangan dan kurangnya kedisiplinan publik melakukan physical distancing.

Dukungan masyarakat melaksanakan protokol kesehatan sangat dibutuhkan, terutama dalam physical distancing, seluruh segmen termasuk dalam aspek transportasi yang rentan terhadap penyebaran virus.

"Karenanya, pengawasan physical distancing pada moda transportasi umum harus ketat ,” tegasnya.

Dia menjelaskan, bagi pengguna transportasi umum ada proses atau siklus spontan dari mulai antre, berada di dalam angkutan maupun pada saat turun.

Protokol Kesehatan sudah menganjurkan bahwa pada setiap aktivitaspublik supaya dapat menjaga jarak aman.

“Namun apa yang terjadi dalam pelaksanaan pada moda transportasi tidak semudah dengan apa yang kita bayangkan,” imbuh mantan Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya ini. (Knu)

Baca Juga:

Dua Bandara Yogyakarta Kembali Dibuka, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi Penumpang

#Mudik Lebaran #Virus Corona
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Berita
Bantu Pemudik Pulang Kampung, Diton Sukses Gelar Mudik Gratis 2026
Program Mudik Bareng Diton 2026 sukses memberangkatkan pemudik gratis dari Cikarang ke Surabaya dan Yogyakarta. Kuota meningkat karena antusiasme tinggi.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 24 April 2026
Bantu Pemudik Pulang Kampung, Diton Sukses Gelar Mudik Gratis 2026
Indonesia
KAI Ungkap Dampak Positif Mudik Lebaran 2026, Emisi Lebih Rendah dari Kendaraan Pribadi
KAI ungkap perjalanan kereta api selama Lebaran 2026 lebih ramah lingkungan. Emisi karbon jauh lebih rendah dibandingkan kendaraan pribadi.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 08 April 2026
KAI Ungkap Dampak Positif Mudik Lebaran 2026, Emisi Lebih Rendah dari Kendaraan Pribadi
Indonesia
Korlantas Maksimalkan Teknologi Digital, Operasi Ketupat 2026 Lebih Terkendali
Korlantas Polri optimalkan Operasi Ketupat 2026 dengan teknologi real-time dan pendekatan humanis.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 08 April 2026
Korlantas Maksimalkan Teknologi Digital, Operasi Ketupat 2026 Lebih Terkendali
Indonesia
KPK Temukan Dugaan Mobil Dinas Dipakai Mudik, DPR Desak Penindakan
DPR RI menyoroti dugaan mobil dinas dipakai untuk mudik. KPK minta evaluasi, DPR dorong sanksi tegas bagi pelanggaran aturan.
Ananda Dimas Prasetya - Minggu, 29 Maret 2026
KPK Temukan Dugaan Mobil Dinas Dipakai Mudik, DPR Desak Penindakan
Indonesia
42% Pemudik Belum Kembali, Mulai Bergerak Serbu Jakarta di Puncak Arus Balik Gelombang Dua
Korlantas Polri mencatat masih 42 persen kendaraan pemudik yang belum kembali ke Jakarta per Kamis (26/3) malam.
Wisnu Cipto - Jumat, 27 Maret 2026
42% Pemudik Belum Kembali, Mulai Bergerak Serbu Jakarta di Puncak Arus Balik Gelombang Dua
Indonesia
Iptu Nur Alim Ambruk Saat Istirahat Makan, Sudah 2 Polisi Gugur Saat Kawal Mudik Lebaran
Mendiang Iptu Nur Alim sempat pingsan sekitar pukul 11.40 WIB saat berada di sebuah warung makan di sela tugasnya.
Wisnu Cipto - Kamis, 26 Maret 2026
Iptu Nur Alim Ambruk Saat Istirahat Makan, Sudah 2 Polisi Gugur Saat Kawal Mudik Lebaran
Indonesia
Masih Ada Puncak Arus Balik Gelombang 2, Kakorlantas Tutup Operasi Ketupat 2026
Polri resmi mengakhir Operasi Ketupat 2026 seiring dengan berakhirnya fase puncak arus balik lebaran gelombang pertama tahun ini 23-24 Maret.
Wisnu Cipto - Kamis, 26 Maret 2026
Masih Ada Puncak Arus Balik Gelombang 2, Kakorlantas Tutup Operasi Ketupat 2026
Indonesia
Kemenhub Sidak 60 Ribu Bus Mudik Lebaran, Hanya 63% Laik Jalan
ementerian Perhubungan (Kemenhub) melakukan inspeksi keselamatan atau rampcheck sebanyak 60.946 armada bus pada periode angkutan mudik Lebaran 1447 Hijriah.
Wisnu Cipto - Kamis, 26 Maret 2026
Kemenhub Sidak 60 Ribu Bus Mudik Lebaran, Hanya 63% Laik Jalan
Indonesia
Lebaran 2026 Pecahkan Rekor Baru! Puncak Arus Mudik Tertinggi Sepanjang Sejarah Pulau Jawa
Jalan Tol Trans Jawa juga mencatat rekor tertinggi arus kendaraan melintas mencapai 175.754 kendaraan
Wisnu Cipto - Rabu, 25 Maret 2026
Lebaran 2026 Pecahkan Rekor Baru! Puncak Arus Mudik Tertinggi Sepanjang Sejarah Pulau Jawa
Indonesia
26 Maret 00.00 WIB Tol Arus Balik Jawa-Sumatra Mulai Diskon 30%, Catat Tarif Tiap Ruasnya!
Diskon tarif ini berlaku untuk sejumlah ruas tol di Pulau Jawa dan Sumatra. Kebijakan ini diambil sebagai langkah strategis untuk memecah konsentrasi kendaraan yang kembali menuju wilayah Jabodetabek.
Wisnu Cipto - Rabu, 25 Maret 2026
26 Maret 00.00 WIB Tol Arus Balik Jawa-Sumatra Mulai Diskon 30%, Catat Tarif Tiap Ruasnya!
Bagikan