Kejar Dokter Randall, Polisi Gandeng FBI

Noer ArdiansjahNoer Ardiansjah - Jumat, 08 Januari 2016
Kejar Dokter Randall, Polisi Gandeng FBI

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya Kombes (Pol) Krishna Murti. (Foto: MP/Fachruddin Chalik)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Hukum - Kepolisian Daerah Metro Jaya telah bekerja sama dengan pihak Biro Penyelidik Federal Amerika Serikat atau Federal Bureau of Investigation (FBI) guna menelusuri keberadaan Randall, seorang dokter asing yang diduga melakukan malapraktik di Klinik Chiropractic Indonesia, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Randall diketahui telah meninggalkan Indonesia, dan kembali ke tempat asalnya, Amerika Serikat.

Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes (Pol) Krishna Murti mengatakan, pihaknya akan melakukan dua cara dalam mengusut dokter asing yang diduga terlibat dalam perkara kasus malapraktek yang telah menewaskan putri mantan Vice President PT PLN Allya Siska (33).

"Pertama, polisi akan mengirim red notice (catatan merah) kepada interpol melalui Divisi Hubungan Internasional Mabes Polri. Nanti, bisa saja dilakukan ekstradisi," ujar Krishna di Mapolda Metro Jaya, Jumat (8/1).

Masih kata Krishna, jika memang Indonesia dengan Amerika belum ada perjanjian ektradisi, maka langkah selanjutnya yaitu pihak kepolisian Indonesia bakal mencukupi pembuktian di Jakarta. Oleh karena itu, data pembuktian itu akan dikirim kepada pihak FBI agar bisa dilakukan pemeriksaan di Amerika.

"FBI akan membantu menelusuri siapa dokter ini," paparnya.

Untuk itu, kata Krishna, apabila kasus tersebut layak disidangkan di Amerika, maka proses hukum selanjutnya akan dilakukan kepolisian di Amerika, sehingga proses hukum tersebut dikuatkan dengan bukti-bukti yang dikirim oleh Polda Metro Jaya kepada FBI.

"Jadi saya yakinkan kepada publik kasus ini tetap berlanjut," tambahnya.

Untuk diketahui, Randall merupakan dokter yang melakukan praktik kecantikan di klinik Chiropractic Indonesia dan saat ini tengah menjadi incaran polisi. Lantaran itu, Randall tengah menyandang status sebagai terlapor perkara kasus dugaan melakukan malapraktik yang menewaskan Allya Siska Nadya (33).

Ihwal tersebut terkuak lantaran putri dari Alifian Helmy Hasyim menjadi korban dalam dugaan malapraktik pada Klinik Chiropractic First. Riwayat catatan kesehatannya, Allya mengeluh sakit pada bagian leher belakang.

Setelah tiga kali terapi di Klinik Chiropractic First di Pondok Indah Mall, Jakarta Selatan, tak kunjung sembuh. Ally pun tidak tertolong dan sempat dilarikan ke Rumah Sakit Pondok Indah pada Agustus 2015 lalu. (gms)


BACA JUGA:

  1. Kasus Malapraktik, Terapis Asing Diduga Melarikan Diri
  2. Ungkap Malapraktik Terapis Amerika, Polisi Periksa 11 Saksi
  3. Diduga Malapraktik Tewasnya Falya, Polda Akan Panggil Pihak Terlibat
  4. Polda Akan Panggil Saksi Dugaan Malapraktik RS Andhika
  5. Komisi IX Temukan 12 Kasus Malapraktik
#Polda Metro Jaya #Kombes Pol Krishna Murti
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Gaya 2 Tersangka Kasus Hafal Ayat Berhadiah Miras Konser Musik Ancol Saat Masuk Bui
Gaya kedua tersangka pun tampak sama-sama memakai topi dengan masker yang menutupi wajah bagian bawah
Wisnu Cipto - Kamis, 13 Agustus 2026
Gaya 2 Tersangka Kasus Hafal Ayat Berhadiah Miras Konser Musik Ancol Saat Masuk Bui
Indonesia
Makam ART Febrie Adriansyah Diekshumasi, Tim Forensik Periksa Jenazah hingga Sampel Tanah
Polda Metro Jaya melakukan ekshumasi makam Sutrimo di Banyumas. Tim forensik memeriksa jenazah dan sampel lingkungan untuk mencari penyebab kematian.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 12 Agustus 2026
Makam ART Febrie Adriansyah Diekshumasi, Tim Forensik Periksa Jenazah hingga Sampel Tanah
Indonesia
Hari Ini Polisi Gali Makam Sutrimo Kuak Misteri Kematian ART Eks Jampidsus
Ekshumasi makam dilakukan 12 Agustus 2026 di Banyumas untuk mengungkap dugaan kematian tidak wajar Sutrimo ART eks Jampidsus.
Wisnu Cipto - Rabu, 12 Agustus 2026
Hari Ini Polisi Gali Makam Sutrimo Kuak Misteri Kematian ART Eks Jampidsus
Indonesia
Kasus Kebakaran Bapenda DKI Diambil Polda, Fokus Penyidik Lantai 16 Ruang Arsip
Kasus kebakaran Gedung Bapenda DKI Jakarta resmi ditangani Polda Metro Jaya. Olah TKP dilakukan tim gabungan
Wisnu Cipto - Selasa, 11 Agustus 2026
Kasus Kebakaran Bapenda DKI Diambil Polda, Fokus Penyidik Lantai 16 Ruang Arsip
Indonesia
Polisi Periksa Orang Dekat Sutrimo, Mantan Pembantu Rumah Tangga Febrie Adriansyah yang Tewas dengan Mulut Berbusa
Pemeriksaan lanjutan salah satunya akan menyasar keluarga Sutrimo di Banyumas.
Dwi Astarini - Senin, 10 Agustus 2026
Polisi Periksa Orang Dekat Sutrimo, Mantan Pembantu Rumah Tangga Febrie Adriansyah yang Tewas dengan Mulut Berbusa
Indonesia
Kasus Kematian Eks ART Mantan Jampidsus Naik Penyidikan, Polisi Siapkan Ekshumasi
Polda Metro Jaya meningkatkan kasus kematian eks ART mantan Jampidsus Febrie Adriansyah ke tahap penyidikan. Polisi akan melakukan ekshumasi jenazah S.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 10 Agustus 2026
Kasus Kematian Eks ART Mantan Jampidsus Naik Penyidikan, Polisi Siapkan Ekshumasi
Indonesia
Polisi Akan Gali Makam Eks Asisten Febrie Adriansyah, Lakukan Autopsi Ulang
Sutrimo tewas misterius tak lama setelah kasus dugaan korupsi yang melibatkan majikannya terbongkar.
Dwi Astarini - Senin, 10 Agustus 2026
Polisi Akan Gali Makam Eks Asisten Febrie Adriansyah, Lakukan Autopsi Ulang
Indonesia
Ada Senjata Tempur Combat Shotgun di Temuan 996 pucuk senjata di Sekolah Kebayoran Lama Jakarta
995 pucuk diduga senjata angin terdiri dari empat pucuk senapan angin kaliber 4,5 milimeter, 215 pucuk pistol angin kaliber 4,5 milimeter, 776 pucuk dan revolver angin kaliber 4,5 millimeter.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 07 Agustus 2026
Ada Senjata Tempur Combat Shotgun di Temuan 996 pucuk senjata di Sekolah Kebayoran Lama Jakarta
Indonesia
Polda Metro Jaya Tegaskan Patroli Besar dan Penyekatan Jakarta Bukan karena Isu Gangguan Keamanan
Polda Metro Jaya menegaskan patroli skala besar dan penyekatan di perbatasan Jakarta bukan karena isu gangguan keamanan, melainkan langkah preventif kepolisian.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 06 Agustus 2026
Polda Metro Jaya Tegaskan Patroli Besar dan Penyekatan Jakarta Bukan karena Isu Gangguan Keamanan
Indonesia
Polda Metro Jaya Amankan Perempuan Diduga Sebarkan Hoaks Ajakan Demo Jelang HUT ke-81 RI
Polisi mengamankan seorang perempuan yang diduga menyebarkan informasi palsu terkait ajakan demonstrasi menjelang HUT ke-81 RI.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 05 Agustus 2026
Polda Metro Jaya Amankan Perempuan Diduga Sebarkan Hoaks Ajakan Demo Jelang HUT ke-81 RI
Bagikan