Keindahan Dan Fasilitas Modern Bandara Internasional Yogyakarta

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Sabtu, 29 Agustus 2020
Keindahan Dan Fasilitas Modern Bandara Internasional Yogyakarta

Presiden Joko Widodo saat meresmikan Bandara Internasional Yogyakarta. (Foto: Sekretariat Presiden).

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah meresmikan Bandara Internasional Yogyakarta di Kulon Progo Jumat (28/08. Dalam peresmian ini Jokowi turut memuji keindahan arsitektur bandara YIA yang yang sarat akan nuansa seni dan budaya Jawa.

Bandara yang memiliki kapasitas hingga 20 juta penumpang per tahun atau 11 kali lebih besar dari Bandara Adisutjipto yang hanya 1,6 juta penumpang per tahun dibangun dengan investasi dana sebesar Rp11,3 triliun, di mana Rp7,1 triliun digunakan untuk pembangunan fisik dan Rp4,2 triliun untuk pembebasan lahan.

Presiden Jokowi mengatakan pada awal rencana pembangunan bandara, dirinya menyampaikan kepada Gubernur Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X untuk berbagi tugas. Sri Sultan HB X menerima tugas untuk urusan pembebasan lahan, pengawasan, dan design arsitektur bangunan

Baca Juga:

Dua Bandara Yogyakarta Kembali Dibuka, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi Penumpang

"Nah beliau sangat detail dan mumpuni urusan kearsitekturan dan yang ada di dalam. Keahlian beliau ini sangat kelihatan sekali dalam desain arsitektur di Bandara Internasional Yogya. Nuansa Jawa terasa sekali," Puji Mantan Walikota Solo ini.

Pengerjaan bandara yang memiliki panjang lintasan runway 3.250 meter hanya memakan waktu 20 bulan. Bahkan Jokowi mengatakan pengerjaan Bandara Internasional Yogyakarta merupakan yang terbaik di Indonesia untuk saat ini.

Sejak beroperasi penuh pada 29 Maret 2020, total jumlah penumpang di bandara YIA 3.355.660 penumpang dengan 4.193 penerbangan yang mendarat dan terbang (take off and landing.

Presiden Jokowi di Bandara Yogyakarta
Presiden Joko Widodo di Bandara Yogyakarta. (Foto: Sekretariat Presiden).

Pesawat yang melayani penerbangan domestik, yakni Garuda Indonesia, Citilink, Lion Air, Batik Air, Air Asia Indonesia, Sriwijaya Air. Kemudian pesawat yang melayani penerbangan internasional, yakni SilkAir dan AirAsia dengan tujuan Singapura dan Kuala Lumpur.

Bandara Internasional Yogyakarta dapat didarati pesawat besar jenis Boeing 777 dan Airbus, sehingga penerbangan luar negeri bisa langsung mendarat ke YIA tanpa harus transit di Bandara Sukarno-Hatta atau Denpasar.

YIA dirancang dengan arsitektur bergaya modern, namun secara eksterior dan interior tetap menggambarkan budaya Yogyakarta, baik itu melalui instalasi karya seni / Artwork yang melibatkan berbagai seniman lokal Yogyakarta, serta beragam area yang telah didesain secara khusus untuk menjadi etalase Yogyakarta, Kulon Progo dan sekitarnya.

Bandara Yogyakarta
Presiden Joko Widodo di Bandara Yogyakarta. (Foto: Sekretariat Presiden).

Bandara ini juga memiliki menara dengan tinggi 39,5 meter, lebih tinggi dibanding menara Adi Sutjipto yang setinggi 25 meter dan dibangun tahan gempa hingga 8,8 magnitudo dan peralatan navigasi ditempatkan pada ketinggian 15 mdpl, untuk menghindari gelombang tsunami berada pada rentang 8 - 12,8 meter dengan layanan mengacu paa kapasitas runway 28 pergerakan per jam.

Bandara yang memiki luas terminal sebesar 219.000 meter persegi dan total luas area bandara mencapai 587 hektar, menjadikan YIA sebagai salah satu bandara terbesar di Indonesia.

YIA dilengkapi dengan 96 konter check-in, 12 konter imigrasi di area keberangkatan, delapan konter imigrasi di area kedatangan, 74 eskalator, 41 lift, 38 travelator, 60 toilet, 13 nursery room, 45 mushola, dua kids zone, 4 unit x-ray cabin di screening check point (SCP) 1, 16 unit x-ray cabin dan 16 unit walk through metal detector (WTMD) di terminal domestik, 7 unit x-ray cabin dan 7 unit WTMD di terminal internasional screening sheck point (SCP) 2, baggage handling system, dan hold baggage screening (HBS) level 4.

Tersedia pula gedung parkir yang dapat menampung hingga 4.900 kendaraan roda dua, 1.230 kendaraan roda empat, dan lahan parkir nongedung yang dapat menampung 61 bus dan 402 kendaraan roda empat.

Kondisi Bandara Yogyakarta
Kondisi Bandara Yogyakarta. (Foto: Sekretariat Presiden).

Untuk fasilitas sisi udara YIA memiliki kapasitas 17 “parking stand” yang dapat menampung lima pesawat wide berbadan besar dan 12 pesawat berbadan sedang atau 22 parking stand untuk pesawat berbadan sedang serta dilengkapi dengan 10 aviobridge dan terminal kargo dengan kapasitas 500 ton/hari.

Landasan pacu bandara ini memiliki dimensi 3.250 meter x 45 meter dengan nilai PCN 93 F/C/X/T hingga dapat melayani pesawat terberat seperti Boeing B-777 dan pesawat terbesar seperti Airbus A380.

Baca Juga:

Calon Penumpang Bisa Ikut Rapid Test di Bandara YIA

YIA telah didukung oleh transportasi publik atau multimoda yang memadai seperti shuttle bus DAMRI dan SatelQu dengan beragam titik penjemputan di Bandara Adisutjipto dan Yogyakarta dengan keberangkatan setiap 30 menit, serta Kereta Api (KA) Bandara dari Stasiun Tugu dengan keberangkatan setiap jam. Aksesibilitas taksi reguler dan online pun juga secara mudah tersedia untuk penumpang.

“Kami juga telah menyiapkan area tenant untuk UMKM seluas 1.500 meter persegi di dalam terminal, yang dapat menampung 300 UMKM dan area seluas 880 meter persegi di Gedung Penghubung yang dapat mengakomodir 170 UMKM. Ini merupakan komitmen kami untuk terus membangkitkan produk UMKM agar mampu bersaing dengan produk-produk internasional khususnya di YIA,” ujar Direktur Utama Angkasa Pura I Faik Fahmi. (Teresa Ika/ Yogyakarta).

#Bandara Internasional Yogyakarta #Jokowi #Yogyakarta
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Alwan Ridha Ramdanu adalah Jurnalis kelahiran di Bandung, Jawa Barat. Sudah 20 tahun menjadi jurnalis dengan mayoritas fokus pada liputan atau menulis terkait ekonomi makro. Selain jurnalis, Alwan juga adalah pendamping petani sawit swadaya dan juga berpengalaman dalam communication dan community terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Akan Dipanggil sebagai Saksi Pelapor Fitnah Ijazah Palsu, Jokowi: Insya Allah Saya Hadir
Ayah Wapres Gibran Rakabuming Raka ni menegaskan pihaknya akan hadiri sidang asalkan surat panggilan diterima.
Dwi Astarini - Kamis, 29 Oktober 2026
Akan Dipanggil sebagai Saksi Pelapor Fitnah Ijazah Palsu, Jokowi: Insya Allah Saya Hadir
Indonesia
Jokowi akan Dihadirkan dalam Sidang Kasus Dugaan Hoaks Ijazah Palsu yang Menjerat Roy Suryo dan Dr Tifa
Jaksa akan memanggil Jokowi dan Syarif di persidangan pada Kamis (5/11).
Dwi Astarini - Rabu, 28 Oktober 2026
Jokowi akan Dihadirkan dalam Sidang Kasus Dugaan Hoaks Ijazah Palsu yang Menjerat Roy Suryo dan Dr Tifa
Indonesia
Jokowi Dijadwalkan Jadi Saksi Sidang Hoaks Ijazah Palsu, Roy Suryo: Ditunggu Masyarakat Satu Indonesia
Jaksa akan menghadirkan Jokowi sebagai saksi dalam sidang Roy Suryo pekan depan. Roy menyebut kehadiran mantan presiden itu telah lama dinantikan.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 28 Oktober 2026
Jokowi Dijadwalkan Jadi Saksi Sidang Hoaks Ijazah Palsu, Roy Suryo: Ditunggu Masyarakat Satu Indonesia
Berita Foto
Menyusuri Petilasan Mbah Maridjan, Mengenang Sosok Juru Kunci Merapi
Pengunjung melihat berbagai koleksi alat musik Gamelan milik Mbah Maridjan yang terdampak erupsi di Museum Mbah Maridjan Desa Kinarejo, Rabu (14/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 14 Oktober 2026
Menyusuri Petilasan Mbah Maridjan, Mengenang Sosok Juru Kunci Merapi
Berita Foto
Daya Tarik Bunker Kaliadem, Wisata Sejarah dan Alam di Lereng Gunung Merapi
Wisatawan menyusuri bagian dalam Bunker Kaliadem di Lereng Gunung Merapi, Kinarejo, Desa Hargobinangun, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu (14/10/26).
Didik Setiawan - Rabu, 14 Oktober 2026
Daya Tarik Bunker Kaliadem, Wisata Sejarah dan Alam di Lereng Gunung Merapi
Berita Foto
Griya Batik Jogja: Transformasi Rumah Rampasan KPK Menjadi Ruang Pelestarian Budaya
Pengunjung berbincang dengan petugas saat kunjungan ke Griya Batik Jogja di Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa (13/10/2026).
Didik Setiawan - Selasa, 13 Oktober 2026
Griya Batik Jogja: Transformasi Rumah Rampasan KPK Menjadi Ruang Pelestarian Budaya
Indonesia
Jokowi Belum Bicara soal Prabowo-Gibran 2 Periode, Begini Sikap Gerindra
Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, belum tegas menyatakan dukungan Prabowo-Gibran dua periode. Gerindra pun menanggapi hal tersebut.
Soffi Amira - Senin, 12 Oktober 2026
Jokowi Belum Bicara soal Prabowo-Gibran 2 Periode, Begini Sikap Gerindra
Indonesia
Gibran Didesak Pemakzulan dan tak Bisa Maju Pilpres 2029, Jokowi: tak Masalah
Jokowi menegaskan negara Indonesia punya mekanisme demokrasi yang harus dilalui, sesuai dengan konstitusi serta sesuai aturan hukum yang berlaku.
Dwi Astarini - Kamis, 08 Oktober 2026
Gibran Didesak Pemakzulan dan tak Bisa Maju Pilpres 2029, Jokowi: tak Masalah
Indonesia
Putusan MK tak Temukan Bukti Ijazah Gibran Setara SMA, Jokowi: Kalau tak Lulus SMA enggak Bisa S-1
Ia mengatakan setiap negara memiliki sistem pendidikan berbeda-beda. Atas dasar tersebut, Wapres Gibran telah melalui tahapan pendidikan itu.
Dwi Astarini - Kamis, 08 Oktober 2026
Putusan MK tak Temukan Bukti Ijazah Gibran Setara SMA, Jokowi: Kalau tak Lulus SMA enggak Bisa S-1
Indonesia
Wacana Pemakzulan Gibran, Jokowi: Ikuti Mekanisme Demokrasi
Jokowi menyilakan untuk mengikuti mekanisme demokrasi yang tersedia.
Dwi Astarini - Kamis, 08 Oktober 2026
Wacana Pemakzulan Gibran, Jokowi: Ikuti Mekanisme Demokrasi
Bagikan