Kegunaan Teknologi AI yang Dipasang di 20 Titik Persimpangan Jakarta
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo. (Foto: MP/Asropih)
MerahPutih.com - Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta memasang teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) di 20 persimpangan titik kemacetan ibu kota.
Teknologi AI digunakan untuk mengurangi kemacetan di Jakarta.
"Jadi ada 20 simpang yang sudah menerapkan prinsip AI dengan intelligent transport system di traffic light," kata Kepala Dishub DKI Syafrin Liputo, yang dikutip Senin (3/6).
Baca Juga:
Kasus Rabies di Jakarta Alami Kenaikan pada Juni 2023
Syafrin menuturkan, pemanfaatan teknologi AI ini sangat efektif dalam melacak dan mengatur waktu di lampu lalu lintas.
Lebih lanjut, kata dia, kerja AI tersebut ialah mendeteksi sisi mana volume kendaraan yang lebih padat, sehingga bilamana terjadi kepadatan, teknologi AI akan memilah mana ruas jalan yang perlu diprioritaskan.
"Jadi traffic light ini akan melihat kaki simpang mana yang padat sehingga di sana yang akan diberikan prioritas hijau lebih banyak. Kalau selama ini kan pengaturannya manual," tuturnya.
"Nah sekarang langsung di tempat, begitu misalnya utara-selatan yang paginya selatannya padat, maka otomatis sistem akan menghitung, memberikan waktu paling panjang di sisi selatan karena titiknya menuju ke arah sana," sambungnya.
Dishub DKI Jakarta juga bakal memperluas teknologi Al di sejumlah titik ibu kota guna mengatasi masalah kemacetan.
"Tahun ini akan ada penambahan 40 simpang lagi," tutupnya.
Baca Juga:
Prakiraan Cuaca Hari Ini: Jakarta Cerah Berawan Sepanjang Hari
Berikut 20 titik wilayah Jakarta yang menggunakan teknologi Al:
1. Jl. Jembatan 2 Raya - Jl. Tubagus Angke
2. Jl. Kyai Tapa- Jl. Daan Mogot (Grogol)
3. Jl.S Parman - Jl. Tomang Raya
4. Jl.S.Parman-Jl.KS.Tubun-Jl Gatot Subroto (Slipi)
5. Jl Gatot Subroto - Jl Rasuna Said (kuningan)
6. Jl.Gatot Subroto - Jl.Supomo (Pancoran)
7. Jl.MT haryono - Jl. sutoyo (Cawang Uki)
8. Jl. DI Panjaitan - Jl. kalimalang
9. Jl. Ahmad yani - Jl.Utan Kayu (Rawamangun)
10. Jl. Ahmad Yani- Jl.Pemuda - Jl. Pramuka
11. Jl. Ahmad Yani - Jl.H.Ten
12. Jl. Perintis Kemerdekaan -
Jl. Letjen Suprapto
13. Jl. Senen Raya - Jl. Kwitang (Senen)
14. Jl. Gunung Sahari - Jl Wahidin
15. Jl. Gunung Sahari - Jl. Dokter Sutomo (MBAL)
16. Jl. Gunung Sahari - Jl Angkasa - jl Samanhudi
17. Jl. Gunung Sahari - Jl. Mangga Besar (kartini)
18. Jl. Gunung Sahari - Jl. Pangeran Jayakarta
19. Jl. Gunung Sahari – Jl. Mangga Dua
20. Jl. Perniagaan Raya - Jl.Pasar pagi flyover (Jembatan Lima). (Asp)
Baca Juga:
Mengenal Lebih Jauh tentang Sarkopenia di Car Free Day Jakarta
Bagikan
Asropih
Berita Terkait
Jalan DI Panjaitan Jakarta Banjir 50 Cm, Hanya Bisa Dilalui Satu Lajur
Banjir Picu Kemacetan Parah saat Pulang Kerja di Jalan Daan Mogot Cengkareng Jakbar
Polda Metro Ungkap Lonjakan Kendaraan di 2025, Berdampak Besar ke Kemacetan Jakarta
2026 Jakarta akan Macet, PAM Jaya Minta Maaf karena Proyek Pipa 1.000 Km
6,5 Tahun Menjabat, Syafrin Liputo Dinilai Gagal Wujudkan ERP di Jakarta
Jakarta Jadi Wilayah Terpadat di Dunia, DPRD Usul Pengaturan Perbatasan
Jumat Malam Tol JORR Macet Parah, PSI Minta Jam Operasional Truk di Jakarta Dibatasi
Proyek Galian di Jalan TB Simatupang Selesai, Gerbang Tol Fatmawati 2 Sudah Tidak Gratis
Peringkat Indeks Kemacetan Lalu Lintas di Kota Jakarta Membaik
Perbaikan Pipa Limbah di TB Simatupang Sudah Selesai, Tidak Ada Macet Parah Lagi