Sains

Kecerdasan Buatan Melibas Manusia

P Suryo RP Suryo R - Selasa, 14 November 2017
Kecerdasan Buatan Melibas Manusia

AI memancing berbagai kecemasan. (Foto: The Next Web)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KECERDASAN Buatan (Artificial Intellegence/AI) merupakan hasil rekayasa manusia yang mampu membuat bentuk lain yang membantu berbagai kebutuhan manusia. Seperti kehadrian robot di pabrik-pabrik, AI yang dapat mendiagnosis kanker di tubuh manusia atau mobil tanpa pengemudi.

Namun ada kecemasan di balik pembuatan kecerdasan buatan yang semakin sempurna. Konon akan membuat manusia terlibas.

Bila pernah menonton film film I, Robot yang dibintangi oleh Will Smith menggambarkan karakter Del Spooner, polisi yang sangat memusuhi robot. Robot-robot itu memiliki kecerdasan buatan yang fungsinya memang membantu segala kebutuhan manusia. Dalam film itu dikisahkan terjadi konspirasi kecerdasan buatan yang hendak mengambil peradaban dan memusnahkan manusia.

Kecemasan yang digambarkan oleh film itu agaknya dirasakan pula oleh beberapa pemikir kelas dunia, seperti Stephen Hawking dan Bill Gates, juga Elon Musk.

Hawking mengatakan bahwa pembuatan AI memang baik, namun untuk membuatnya menjadi lebih lagi harus dihentikan sebelum menemukan kejelasan tujuan pembuatannya. Apakah memberikan manfaat bagi kemanusiaan dan peradaban ini.

"AI bisa jadi temuan terbesar dalam sejarah atau malah menjadi hal paling buruk yang ada dalam peradaban manusia. Kita belum tahu itu," kata Hawking dalam Pertemuan Web di Portugal 2017.

Elon Musk pemilik Tesla dan SpaceX tak kalah menyeramkan mengungkapkan pendapatnya. Ia berpendapat bahwa AI lebih menakutkan daripada serangan nuklirnya Korea Utara.

Dalam laman theweek, Musk di depan panel politkus Amerika mengatakan bahwa kita tidak pernah tahu akibat yang timbuh, sampai terjadi peritiwa kecerdasan buatan ini membunuh manusia.

Masih dari laman yang sama, Hawking malam mendorong negara-negara di Eropa membuat regulasi bagi teknologi baru. Tentunya yang berhubungan dengan AI dan robotik.

Bill Gates, bossnya Microsfot pun mengutarakan kekhawatirannya pada AI ini. Gates menyadari bahwa dirinya dikelilingi oleh lingkungan yang sangat peduli dengan kecerdasan super. Gates mengerti betul perjalanan kecerdasan buatan yang berada dalam kehidupannya. Yang kemudian terus menerus mengalami perbaikan menuju ke arah yang lebih baik.

Namun ia setuju dengan Musk, Hawking dan beberapa orang lainnya mengenai kecemasan pada AI. "Yang saya tidak mengerti bahwa kebanyakan orang tidak mempedulikan hal ini," kata Gates.

Tahun lalu YouGov melakukan survei dengan 2 ribu respon yang memberikan hasil berbeda-beda bergantung pada aplikasi yang ada. Sebanyak 70% responden menyebutkan suka dengan mesin pintar yang dapat mengerjakan pekerjaan kasar atau berat. Namun hanya 49% responden yang menyukai AI mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Kemudian 23% menyukai bila robot bisa melakukan operasi medis. Lantas 17% menyukai ide robot seks.


Menurut Human Right Watch, Amerika, Tiongkok, Israel, Korea Selatan, Rusia dan Inggris tengah membangun sistem persenjataan yang meminimalkan campur tangan manusia. Manusia tidak akan terlibat dalam situasi dan kondisi gawat untuk mencari dan menembak sasaran.

Bahkan Guradian menyebutkan bahwa tahun-tahun ke depan bisa jadi peperangan akan berlangsung hanya mengandalkan senjata dan kendaraan tanpa manusia. Mungkin baik berperang tanpa membunuh manusia. Tapi apa jadinya jika kemudian senjata-senjata yang memiliki kecerdasan buatan itu mengarahkan moncongnya ke manusia? (psr)

#Artificial Intelligence
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

P Suryo R

Stay stoned on your love
Show More

Berita Terkait

Berita
Lintas Teknologi Solutions Day 2026 Kupas Tuntas Perspektif Strategis AI di Indonesia
Di usia seperempat abad ini, Lintas Teknologi Solutions Day 2026 mengumpulkan para pemangku kepentingan mulai dari jajaran pemerintah, pelaku industri telekomunikasi, hingga penyedia teknologi
Angga Yudha Pratama - Senin, 02 November 2026
Lintas Teknologi Solutions Day 2026 Kupas Tuntas Perspektif Strategis AI di Indonesia
ShowBiz
Spotify Singkirkan 50 Juta Lagu AI dari Rekomendasi, 75 Juta Konten Spam Dihapus
Spotify menyingkirkan lebih dari 50 juta lagu AI slop dan spam dari rekomendasi serta menghapus permanen lebih dari 75 juta lagu spam sepanjang 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 26 Oktober 2026
Spotify Singkirkan 50 Juta Lagu AI dari Rekomendasi, 75 Juta Konten Spam Dihapus
Indonesia
AI kian Canggih, Kapolda Metro Jaya: Anak-anak Terancam jika tak Paham Teknologi
Dadang mendorong sekolah mengoptimalkan laboratorium AI untuk memperkenalkan teknologi, mengembangkan pengetahuan, serta melatih keterampilan komunikasi siswa.
Dwi Astarini - Senin, 19 Oktober 2026
AI kian Canggih, Kapolda Metro Jaya: Anak-anak Terancam jika tak Paham Teknologi
Tekno
AI Akan Ubah Industri Otomotif, Masa Depan Desainer Mobil Terancam
AI memunculkan kekhawatiran terhadap masa depan profesi desainer mobil.
Yusuf Abdillah - Minggu, 18 Oktober 2026
AI Akan Ubah Industri Otomotif, Masa Depan Desainer Mobil Terancam
Indonesia
Karya 100 Persen AI Tidak Dapat Perlindungan dan Hak Cipta
Pemerintah perlu memastikan perkembangan AI tetap berjalan beriringan dengan perlindungan terhadap kreativitas manusia.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 07 Oktober 2026
Karya 100 Persen AI Tidak Dapat Perlindungan dan Hak Cipta
Indonesia
Indonesia Alami Lonjakan Aktivitas AI
Indonesia relatif lebih sedikit terpapar terhadap lonjakan aktivitas global yang berkaitan dengan AI dibandingkan negara-negara lain di kawasan.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 06 Oktober 2026
 Indonesia Alami Lonjakan Aktivitas AI
ShowBiz
POCO F9 Series Andalkan AI Recorder dan Transcription, Bantu Teman Tuli Ikuti Percakapan
POCO F9 Series dibekali AI Recorder dan AI Transcription yang dapat mengubah percakapan menjadi teks. Simak juga deretan fitur AI lainnya.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 06 Oktober 2026
POCO F9 Series Andalkan AI Recorder dan Transcription, Bantu Teman Tuli Ikuti Percakapan
Berita
OpenAI Perkenalkan GPT-6 Sol dan Luna, Intip Perbedaan dan Kemampuannya
OpenAI meluncurkan GPT-6 Sol dan GPT-6 Luna pada 22 September 2026. Keduanya membawa peningkatan efisiensi, pemrograman, alignment, dan biaya API.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 25 September 2026
OpenAI Perkenalkan GPT-6 Sol dan Luna, Intip Perbedaan dan Kemampuannya
Dunia
Trump Tolak Rencana Global Kendalikan Kecerdasan Buatan
Trump menyatakan bahwa Washington akan mulai mengubah sebutan kecerdasan buatan menjadi "kecerdasan super"
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 23 September 2026
 Trump Tolak Rencana Global Kendalikan Kecerdasan Buatan
Dunia
Pertemuan Xi Jinping dan Trump Bakal Bahas Usulan Pengendalian AI
Xi Jinping dijadwalkan tiba di Washington pada 24 September. Trump sebelumnya telah mengunjungi Beijing pada Mei didampingi oleh delegasi perwakilan bisnis AS.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 22 September 2026
Pertemuan Xi Jinping dan Trump Bakal Bahas Usulan Pengendalian AI
Bagikan