Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Kecelakaan Kapal di Perairan Selat Malaka, Lima ABK Ditemukan Selamat

Zulfikar SyZulfikar Sy - Kamis, 11 November 2021
Kecelakaan Kapal di Perairan Selat Malaka, Lima ABK Ditemukan Selamat

Petugas SAR mengevakuasi lima ABK kapal tenggelam di Perairan Selat Melaka, Rabu (10/11). ANTARA/HO-Humas SAR Tanjungpinang

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Lima ABK kapal KLM Firman Jaya yang tenggelam di perairan Selat Malaka atau tidak jauh dari Perairan Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau ditemukan dalam keadaan selamat pada Rabu (10/11).

"Korban sudah dievakuasi ke Kantor Karantina Kesehatan Pelabuhan Tanjung Balai Karimun," kata Kepala Kantor SAR Tanjungpinang Slamet Riyadi.

Kelima Identitas korban tersebut, yaitu Heriyanto, Aldi Satria, Alvi Juanda, Andi Rizky, dan Rusmadi Syaputra.

Baca Juga:

KKP Sergap Kapal Ikan Asing Ilegal Berbendera Malaysia di Selat Malaka

Slamet menjelaskan, kronologi kejadian kapal KLM Firman jaya itu tenggelam saat berlayar dari Sungai Guntung tujuan Batu Pahat dengan memuat 180 ton kelapa.

Akibat cuaca yang kurang baik, katanya, diduga kapal jenis kayu itu terkena badai sehingga mengalami tenggelam.

Beruntung, saat itu melintas sebuah Kapal SPOB Tirta Samudra XX, sehingga para ABK berhasil tertolong dan diselamatkan sekitar pukul 15.00 WIB

"Petugas komunikasi kita menerima informasi kecelakaan kapal dari Mei Heriyanto, Captain Kapal SPOB Tirta Samudra XX," ungkap Slamet, dikutip Antara.

Baca Juga:

Penyelundup Narkoba Manfaatkan Pelabuhan Tikus di Selat Malaka

Setelah terima informasi tersebut, lanjutnya, tim rescue Pos Pencarian dan Pertolongan Tanjung Balai Karimun bersama Tim SAR Gabungan bergerak ke Perairan Karimun pada Koordinat 1 00.00 N 103 31.500 E menggunakan speed boat milik KSOP Tanjung Balai Karimun dan Speed Boat Polairud, sekitar 16.00 WIB.

Kemudian sekira pukul 17.30 WIB, tim gabungan tiba di perairan Karimun dan langsung melaksanakan penyelamatan terhadap kelima ABK tersebut.

"Dengan ditemukannya korban, operasi SAR kecelakaan kapal resmi ditutup," demikian Slamet. (*)

Baca Juga:

Singapura Puji Pengamanan TNI AL di Selat Malaka

#Selat Malaka #Kecelakaan Kapal
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Pencarian Korban KM Nurul Salsa Diperpanjang, 16 Orang Masih Hilang
Dengan penemuan dua jenazah tersebut, operasi SAR yang semula dijadwalkan berakhir pada hari ketujuh, resmi diperpanjang selama tiga hari ke depan untuk melanjutkan pencarian sisa korban yang tercatat ada 16 orang.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 21 Juli 2026
Pencarian Korban KM Nurul Salsa Diperpanjang, 16 Orang Masih Hilang
Indonesia
18 Penumpang KM Nurul Salsa Hilang di Perairan Selayar, DPR Minta Operasi SAR Maksimal
Basarnas memperkuat koordinasi lintas sektoral dengan TNI-AL, Polairud, KSOP, serta pemerintah daerah.
Dwi Astarini - Selasa, 21 Juli 2026
18 Penumpang KM Nurul Salsa Hilang di Perairan Selayar, DPR Minta Operasi SAR Maksimal
Indonesia
RI-Singapura Sepakat Selat Malaka Tetap Jadi Jalur Pelayaran Terbuka, Ajak Malaysia-Thailand Join
Presiden Prabowo Subianto dan PM Singapura Lawrence Wong sepakat menjaga Selat Malaka dan Selat Singapura sebagai jalur pelayaran bebas sesuai UNCLOS
Wisnu Cipto - Selasa, 07 Juli 2026
RI-Singapura Sepakat Selat Malaka Tetap Jadi Jalur Pelayaran Terbuka, Ajak Malaysia-Thailand Join
Indonesia
Prabowo: Indonesia dan Singapura Berkepentingan Jaga Keamanan Selat Malaka
Keamanan di Selat Malaka tidak hanya berkaitan dengan kelancaran pelayaran internasional, tetapi juga menyangkut kepentingan strategis negara-negara di kawasan.
Frengky Aruan - Senin, 06 Juli 2026
Prabowo: Indonesia dan Singapura Berkepentingan Jaga Keamanan Selat Malaka
Indonesia
Transportasi Indonesia Darurat Kecelakaan, DPR RI Desak Pembentukan Panja Keselamatan Nasional
Keselamatan publik dalam bermobilisasi merupakan isu strategis yang menuntut perhatian serius
Angga Yudha Pratama - Rabu, 13 Mei 2026
Transportasi Indonesia Darurat Kecelakaan, DPR RI Desak Pembentukan Panja Keselamatan Nasional
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Tiru Iran, Indonesia akan Tarik Pungutan Kapal yang Lintasi Selat Malaka
Indonesia bakal mengenakan tarif untuk kapal asing yang melintasi Selat Malaka. Simak kebenaran informasinya.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 08 Mei 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Tiru Iran, Indonesia akan Tarik Pungutan Kapal yang Lintasi Selat Malaka
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Singapura Serang Kapal Perang RI yang Patroli di Selat Malaka
Singapura menyerang kapal perang RI yang sedang patroli di Selat Malaka. Namun, apakah informasi ini benar?
Soffi Amira - Selasa, 05 Mei 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Singapura Serang Kapal Perang RI yang Patroli di Selat Malaka
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Amerika Serikat Ambil Alih Penguasaan Selat Malaka
Video YouTube klaim AS ambil alih Selat Malaka terbukti hoaks. Kapal perang AS hanya melintas sesuai UNCLOS.
Wisnu Cipto - Senin, 27 April 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Amerika Serikat Ambil Alih Penguasaan Selat Malaka
Indonesia
DPR Ingatkan Risiko Pajak Selat Malaka, Bisa Picu Konflik Internasional
TB Hasanuddin mengingatkan risiko wacana pajak di Selat Malaka yang berpotensi melanggar UNCLOS dan memicu konflik serta respons negatif internasional.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 24 April 2026
DPR Ingatkan Risiko Pajak Selat Malaka, Bisa Picu Konflik Internasional
Indonesia
Menlu Tolak Wacana Menkeu Purbaya, Tegaskan RI Takkan Tarik Tarif di Selat Malaka
Menlu Sugiono menolak wacana Menkeu Purbaya soal tarif di Selat Malaka. Indonesia tegaskan komitmen UNCLOS dan kebebasan pelayaran internasional.
Wisnu Cipto - Kamis, 23 April 2026
Menlu Tolak Wacana Menkeu Purbaya, Tegaskan RI Takkan Tarik Tarif di Selat Malaka
Bagikan