Kecanduan Menggigit Es Tanda Tubuh Alami Masalah Kesehatan
Kecanduan mengunyah es batu merupakan indikasi tubuh kekurangan zat besi. (Foto: Pixabay/Dragon77)
MATAHARI yang terik dan suhu panas membara. Inilah situasi harian yang harus dihadapi masyarakat di negeri tropis. Namun, selalu ada acara untuk menghadapi situasi seperti itu. Umpamanya dengan menenggak minuman dingin. Lengkap dengan es batu di dalamnya. Lalu menggigit dan mengunyahnya sampai lumat. Segarnya...
Hawa panas yang menggerogoti tubuh seharian sirna seketika. Rasanya seperti baru merdeka dan mendapat remisi keluar dari 'neraka'.
Menggigit es batu memang mampu melepaskan dahaga dan membuat kita merasa nyaman kembali setelah disergap hawa panas. Menurut doctorshealthpress.com, mengunyah es batu dapat membantu meredakan dehidrasi dan melembapkan tenggorokan kering.
Bahkan dalam kasus tertentu, mengunyah es batu bisa menjadi kunci dalam meredakan radang sekaligus menghentikan pendarahan pada gusi. Namun, segala sesuatu yang dilakukan secara berlebihan akan membuat situasi berubah dan berefek negatif. Termasuk mengunyah es batu secara berlebihan setiap hari.
Baca juga:
Masalahnya jika sudah sampai kecanduan, perilaku mengunyah es batu ternyata merupakan indikasi bahwa tubuhmu kekurangan zat tertentu yang sangat diperlukan untuk menunjang kerja organ-organ di dalamnya.
Dalam dunia medis, kecanduan mengunyah es batu dikenal dengan sebutan pagophagia. Perilaku ini merupakan turunan dari pica yaitu gangguan medis yang menyebabkan pengidapnya memiliki kebiasaan mengunyah benda tak lazim.
Anatomi tubuh manusia telah disusun sedemikian rupa oleh Sang Pencipta. Otak berlakon sebagai pengendali utama, saraf-saraf di dalam tubuh bekerja sebagai pemberi sinyal ketika ada organ vital yang meminta pertolongan atau tidak bekerja secara optimal.
Sinyal-sinyal yang diberikan oleh otak bisa berupa suhu tubuh yang tiba-tiba meningkat karena adanya suatu infeksi. Bisa juga lantaran sakit kepala atau akibat dari perilaku yang tidak biasa seperti kecanduan mengunyah es batu.
Baca juga:
Jika kamu memiliki kecanduan seperti ini sebaiknya segera konsultasi ke dokter karena pagophagia merupakan indikasi awal bahwa tubuh kekurangan zat besi atau anemia. Tubuh akan kehilangan keseimbangan dan merasakan sensasi lemas ketika kekurangan zat besi atau jumlah kadar HB menurun drastis.
Kekurangan zat besi sering kali menimbulkan gejala dehidrasi sehingga kamu akan haus sepanjang hari. Pada akhirnya, otak akan mengirim sinyal perintah mengunyah sesuatu yang menyegarkan seperti es batu.
Sayangnya es batu tidak mengandung gizi yang diperlukan untuk memenuhi semua kebutuhan harian tubuh sehingga kecanduan mengunyah es batu tidak menyelesaikan masalah kekurangan zat besi dan anemia.
Jika tidak segera ditangani oleh dokter, kecanduan mengunyah es batu akan semakin parah dan menyebabkan tubuh semakin kekurangan zat besi. (Mar)
Baca juga:
Bagikan
Berita Terkait
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya