MerahPutih.com - Kebakaran hebat yang melanda kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin Kabupaten Tangerang kian parah dan meluas. Hingga Rabu ini area TPA yang terbakar telah mencapai kurang lebih 15 hektare.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang mencatat ratusan warganya terkena gejala infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) akibat dampak asap pekat dari kebakaran di TPA Jatiwaringin Mauk itu.
Baca juga:
Kebakaran Hebat TPA Jatiwaringin Diduga Dipicu Reaksi Gas Metana dan Cuaca Panas Ekstrem
"Yang sudah kita periksa sejak Selasa malam (30/6) lebih kurang 154 orang. Mayoritas itu penyakit ISPA," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang Hendra Tarmizi, kepada media, Rabu (1/7).
Mayoritas Korban Ibu Hamil dan Anak-Anak
Hendra menambahkan mayoritas ibu hamil dan balita yang terdampak paling parah. Bahkan, ada satu pasien di antaranya terpaksa dilakukan perawatan intensif dengan dirujuk ke rumah sakit umum daerah (RSUD) setempat.
Ada satu kasus yaitu ibu hamil kita rujuk ke RSUD untuk dilakukan penanganan,
Kadiskes Kab Tangerang Hendra Tarmizi
Posko Kesehatan dan Tim Medis
Adapun ratusan pasien lainnya mendapat penanganan medis di posko kesehatan yang telah disiapkan pemerintah daerah. Pemkab Tangerang telah menerjunkan 25 petugas medis dari Puskesmas di tiga kecamatan terdampak, yakni Rajeg, Mauk, dan Sukadiri.
Baca juga:
Status Merah Kebakaran TPA Jatiwaringin, Pemkab Tangerang Minta Bantuan Helikopter BNPB
Di luar tiga puskesmas itu dilansir Antara, telah pula lima posko terpadu untuk layanan kesehatan bagi warga korban kebakaran TPA Jatiwaringin
“Sudah membuka empat posko dan satu pos siaga. Tiga posko ada di Kecamatan Rajeg, satu di Kecamatan Sukadiri, dan pos siaga di TPA Jatiwaringin, Mauk,” tandas orang nomor satu di Dinas Kesehatan Kab Tangerang itu. (*)