Ratusan Personel Gabungan Kewalahan Atasi Kebakaran Kawah Wadon Gunung Gede

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Senin, 10 Agustus 2026
Ratusan Personel Gabungan Kewalahan Atasi Kebakaran Kawah Wadon Gunung Gede

Petugas gabungan berupaya memadamkan api yang membakar lahan di kawah Wadon Gunung Gede, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, dengan alat seadanya dimana api membakar lahan lebih dari 6 hektare, Minggu (9/8/2026). ANTARA/Ahmad Fikri

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) mengonfirmasi pengerahan sekitar 150 petugas gabungan dan relawan guna memadamkan kobaran api. Penanganan lapangan memasuki hari kedua dengan penambahan personel demi melokalisasi kobaran api.

Baca juga:

60 Hektare Bromo Hangus, Legislator Desak Kemenhut Perkuat Mitigasi Karhutla

Sinergi pemadaman melibatkan unsur TNI/Polri, Pemadam Kebakaran Cianjur, BPBD Cianjur, serta puluhan relawan organisasi maupun perorangan. Tim gabungan menerapkan teknik pemadaman manual akibat keterbatasan akses modal transportasi menuju titik api. Luas lahan hangus terbakar tercatat mencapai lebih dari enam hektare.

Kendala pemadaman karena lokasi sulit dijangkau ditambah banyaknya pepohonan kering mudah terbakar, sehingga menyulitkan petugas dan relawan, untuk data pasti masih menunggu,

ujar Juru Bicara Balai Besar TNGGP Ade Bagja.

Dugaan Faktor Alam dan Kendala Medan Terjal

Hasil penelusuran awal tim Balai Besar TNGGP mengindikasikan faktor alam sebagai penyebab utama timbulnya percikan api. Suhu udara sangat tinggi di area kawah Wadon membakar rumput serta pepohonan kering. Tidak ada catatan aktivitas manusia atau pendaki di lokasi kejadian sebelum bencana kebakaran merebak.

Pihak otoritas terus mendalami temuan lapangan sembari memprioritaskan pemadaman total di kawasan terdampak.

“Kemungkinan besar kebakaran di kawah Wadon karena faktor alam, suhu panas membakar rumput mengering sehingga menjalar ke pohon dan tanaman lainnya, namun hal tersebut nanti akan didalami petugas,” tutur Ade Bagja menjelaskan analisis awal kejadian.

Mobilisasi Personel dan Teror Angin Kencang

Proses pemadaman menghadapi hambatan besar akibat embusan angin kencang sejak pagi hingga petang. Kondisi cuaca tersebut membuat kobaran api cepat menjalar menuju area hutan tetangga. Medan terjal khas pegunungan melipatgandakan tingkat kesulitan operasi pemadaman di lapangan.

  • Lokasi Kebakaran: Kawasan Kawah Wadon, Gunung Gede, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

  • Estimasi Luas Terdampak: Lebih dari 6 hektare lahan vegetasi dan pepohonan kering.

  • Jumlah Personel Gabungan: 150 orang terdiri atas unsur TNGGP, TNI/Polri, Damkar, BPBD, dan relawan.

  • Metode Pemadaman: Teknik manual menggunakan peralatan seadanya akibat medan sulit dijangkau.

  • Unsur Pendukung Operasi: BPBD Cianjur, Pemadam Kebakaran Cianjur, serta relawan lintas organisasi.

"Sekitar 150 orang petugas dan relawan masih berjibaku memadamkan api agar tidak terus menjalar dan meluas, angin kencang dan alat seadanya membuat api dengan cepat menjalar," ungkap petugas BPBD Cianjur Ombing.

Baca juga:

BMKG Sudah Gelar 290 Sorti Penerbangan Modifikasi Cuaca di Kawasan Rawan Karhutla

Tim gabungan terus bertahan di lokasi guna mengantisipasi munculnya titik api baru. Penjagaan ketat menyasar area perbatasan hutan agar kobaran api tidak meluas menuju pemukiman warga atau jalur pendakian utama.

#Taman Nasional Gunung Gede Pangrango #Kebakaran #Kebakaran Hutan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Angga Yudha Pratama

Seorang jurnalis profesional, reporter senior, editor berita, dan asisten redaktur yang telah berkarya di industri media online nasional selama lebih dari satu dekade. Selalu mengedepankan akurasi, objektivitas, dan kualitas informasi dalam setiap karyanya berbekal dari pengalaman langsung bertahun-tahun melakukan peliputan di lapangan, penulisan berita, penyuntingan artikel, hingga pengelolaan konten digital. Keahlian tersebut membuat pemahaman secara menyeluruh proses produksi konten digital modern, mulai dari pencarian data, wawancara narasumber, verifikasi fakta, penulisan artikel, optimasi SEO, editing naskah, hingga publikasi berita sesuai kode etik jurnalistik. Lebih spesifik, pemahaman mengenai strategi optimasi SEO dan Digital Content untuk mesin pencari juga menjadi fokus saat ini di tengah disrupsi media. Keahlian itu meliputi SEO writing, content writing, copywriting, keyword research, semantic SEO, search intent, on page SEO, optimasi, artikel google, struktur heading SEO, evergreen content, optimasi readability, meta description hingga internal linking.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Ketua DPRD DKI Ingatkat Potensi Kebakaran Selama Kemarau El Nino
Masih banyak bangunan di Jakarta yang belum sepenuhnya memperhatikan standar keselamatan bencana kebakaran.
Dwi Astarini - Kamis, 24 September 2026
Ketua DPRD DKI Ingatkat Potensi Kebakaran Selama Kemarau El Nino
Indonesia
Ratusan Hektar Gambut di 6 Provinsi Masih Terbakar, Pesawat Kapasitas Water Bombing Besar Disiapkan
Langkah tersebut ditujukan untuk mempercepat pemadaman lahan yang masih terbakar, terutama di wilayah yang membutuhkan dukungan operasi udara.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 24 September 2026
Ratusan Hektar Gambut di 6 Provinsi Masih Terbakar, Pesawat Kapasitas Water Bombing Besar Disiapkan
Indonesia
Karhutla Meluas, 64 Pesawat Dikerahkan untuk Water Bombing, Puluhan Ribu Personel Turun Tangan
Sejak Agustus 2026, sebanyak 64 pesawat telah dilibatkan dalam operasi pemadaman melalui metode water bombing.
Yusuf Abdillah - Senin, 21 September 2026
Karhutla Meluas, 64 Pesawat Dikerahkan untuk Water Bombing, Puluhan Ribu Personel Turun Tangan
Indonesia
Kebakaran Hutan, Jalur Pendakian Gunung Lawu Ditutup
Penutupan dilakukan berdasarkan hasil pemantauan kondisi di lapangan yang masih cukup rawan.
Dwi Astarini - Minggu, 20 September 2026
Kebakaran Hutan, Jalur Pendakian Gunung Lawu Ditutup
Indonesia
Kapolri Diperintah All Out Tindak Perusahaan Pelaku Karhutla, Pencabutan Izin Tidak Bikin Jera
"Saya minta tidak usah lagi ada macam-macam, kalau memang sudah jelas bahwa dia bertanggung jawab,
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 17 September 2026
Kapolri Diperintah All Out Tindak Perusahaan Pelaku Karhutla, Pencabutan Izin Tidak Bikin Jera
Indonesia
Prabowo Janji Beri Sanksi Tambahan ke Perusahaan Penyebab Karhutla
Presiden juga memerintahkan pimpinan-pimpinan daerah segera mencabut peraturan daerah yang membuka ruang adanya pembakaran hutan dan lahan.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 17 September 2026
Prabowo Janji Beri Sanksi Tambahan ke Perusahaan Penyebab Karhutla
Indonesia
Gajah Sumatra di Ambang Kepunahan, Kebakaran Hutan Ancam Habitat dan Sumber Makanan
Kebakaran hutan yang melanda sejumlah wilayah Sumatra semakin mengancam keberlangsungan hidup gajah Sumatra.
Yusuf Abdillah - Rabu, 16 September 2026
Gajah Sumatra di Ambang Kepunahan, Kebakaran Hutan Ancam Habitat dan Sumber Makanan
Indonesia
Karhutla Masih Belum Dijinakkan, Kesehatan Warga Makin Buruk
Keterpaparan kabut asap berbulan-bulan yang dialami warga bukan sekadar masalah kenyamanan biasa, melainkan ancaman langsung terhadap keselamatan jiwa
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 16 September 2026
Karhutla Masih Belum Dijinakkan, Kesehatan Warga Makin Buruk
Indonesia
Kebakaran Pabrik Mebel Jokowi, 2 Jam Padamkan Sendiri Gagal Baru Panggil Damkar
Pabrik mebel PT Rakabu Sejahtera milik Presiden ke-7 Jokowi di Sragen terbakar akibat kebocoran pipa oli. Simak kronologi dan penanganannya di sini!
Wisnu Cipto - Rabu, 16 September 2026
Kebakaran Pabrik Mebel Jokowi, 2 Jam Padamkan Sendiri Gagal Baru Panggil Damkar
Indonesia
Asap Hitam Membubung Dekat Bandara Soetta, Operasional Penerbangan Tak Terganggu
Kebakaran terjadi di sejumlah kawasan sekitar Bandara Soetta, Tangerang. Asap hitam membubung, namun operasional penerbangan tetap normal.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 16 September 2026
Asap Hitam Membubung Dekat Bandara Soetta, Operasional Penerbangan Tak Terganggu
Bagikan