MERAHPUTIH.COM - KEBAKARAN besar melanda kawasan Pasar Jiung, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (1/6) malam. Dilaporkan, terdapat 304 bangunan yang hangus terbakar.
Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) DKI meminta pemerintah tidak hanya fokus pada proses pemadaman, tetapi juga memastikan pemulihan bagi masyarakat dan pedagang kecil yang terdampak dapat berjalan maksimal.
Banyak warga menggantungkan hidup dari aktivitas kios, lapak malam, hingga perdagangan kecil di kawasan itu. Oleh karena itu proses pemulihan ekonomi masyarakat harus menjadi prioritas setelah penanganan darurat selesai.
Ketua DPW IKAPPI DKI Jakarta Miftahudin
Ia menilai kebakaran di kawasan Pasar Jiung menjadi pengingat bahwa kawasan padat penduduk yang bercampur dengan aktivitas pasar rakyat memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap bencana kebakaran.
Baca juga:
Rano Karno Ungkap Penyebab Utama Kebakaran Jakarta, 95 Persen karena Korsleting
Menurutnya, Pasar Jiung bukan hanya titik aktivitas perdagangan biasa, melainkan kawasan yang tumbuh secara organik dengan perpaduan permukiman warga, kios burung, lapak semipermanen, hingga aktivitas pasar malam yang hidup hampir setiap hari.
"Karakter kawasan seperti ini memang memiliki risiko tinggi. Karena ada kepadatan hunian, aktivitas ekonomi rakyat, instalasi listrik yang berlapis, dan bangunan semipermanen yang berdempetan," katanya.
Meski demikian, IKAPPI DKI mengapresiasi langkah cepat petugas pemadam kebakaran, aparat keamanan dalam melakukan penanganan kebakaran di lapangan.
Ia menilai respons cepat tersebut penting untuk mencegah api meluas lebih besar di kawasan dengan tingkat kepadatan tinggi seperti Pasar Jiung.
"Situasi di sana berbeda dengan pasar permanen biasa. Ini kawasan hidup dengan aktivitas rakyat yang sangat padat sehingga penanganannya juga harus cepat dan terukur," pungkasnya.(Asp)
Baca juga:
Warga Mengais Sisa Barang Pascakebakaran Pasar Jiung Kemayoran Jakarta

