Kesehatan

Kaya Serat Sehat, ini 3 Jenis Oat yang Baik untuk Tubuh

Dwi AstariniDwi Astarini - Selasa, 25 Mei 2021
Kaya Serat Sehat, ini 3 Jenis Oat yang Baik untuk Tubuh

Ada beberapa jenis oat yang sehat untuk tubuh.(Foto: unsplash/melissa-di-rocco)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BELAKANGAN, menu diet dengan oatmeal lagi hype. Bahan makanan jenis serelia atau biji-bijian bernama latin Avena sativa ini memang banyak dijadikan pilihan menu sarapan sehat. Terutama bagi penganut pola hidup sehat.

Padahal, dulu nih, oat lebih banyak dimanfaatkan sebagai makanan kuda. Namun kini, oat jadi pilihan menu makanan kaya serat. Oat mengandung kedua jenis serat yaitu serat larut dan serat tidak larut dengan perbandingan sekitar 50:50. Meskipun enggak punya nilai kalori atau gizi untuk tubuh, serat terbukti bermanfaat lo buat tubuh kamu.

BACA JUGA:

Gula dan Pengaruhnya pada Kesehatan Mental

Misalnya nih, serat larut dalam oat bisa mengikat dan membuang lemak jahat atau LDL dalam darah. Sementara itu, kandungan serat tak larut bermanfaat melancarkan buang air besar. Dengan begitu, kamu terhindar dari risiko sembelit. Sistem pencernaan yang baik akan membuat pembuangan racun dari usus besar berjalan lancar sehingga menurunkan risiko terjadinya kanker.

Selain kandungan serat yang baik untuk tubuh, oat juga punya indeks glikemik rendah. Itu berarti oat tidak menyebabkan lonjakan atau penurunan drastis terhadap kadar gula darah ketika dimakan. Itulah mengapa oat sangat baik dikonsumsi penderita diabetes mellitus untuk variasi makanan pokok selain nasi putih.

Makan oat saat sarapan juga dinilai lebih baik ketimbang nasi. Karena indeks glikemik yang rendah dan kandungan serat yang tinggi, oat akan bikin kamu kenyang lebih lama. Dengan begitu, kamu akan terhindar dari mengemil berlebihan sebelum jam makan.

Nah, biar enggak salah pilih oat untuk menu sarapan, kenali dulu deh 3 jenis oat yang dijual di pasaran.

1. Steel-cut oats

steel cut oats
Steel cut oats butuh waktu lama untuk dimasak. (foto: powerhungry.com)


Sebelum bisa dinikmati, biji oat akan diolah sesuai dengan kebutuhan dan tujuan penggunaannya. Untuk jenis steel-cut oats, biji utuh dipotong kasar jadi 2-3 bagian. Pemotongan dilakukan menggunakan mesin baja (steel cutters).

Jika kamu memilih jenis oat ini, pastikan kamu memasaknya cukup lama ya. Tekstur oat jenis ini juga kenyal. Setelah dimasak, bentuk asli oat masih kentara terlihat.

2. Rolled oats

rolled oats
Rolled oats punya bentuk pipih, lebih cepat masak. (foto: pixabay/dessuil)


Sering lihat oat pipih kan? Itulah yang disebut rolled oats. Oat inilah yang sering digunakan untuk menghasilkan produk-produk oat lainnya, seperti muesli, granola, susu oat, cereal bar, dan bubur oat.

Rolled oats dihasilkan dengan mengukus biji oat utuh agar lunak dan mudah dibentuk. Setelah itu, biji oat dipipihkan dengan mesin penggilas (rollers).

Hasilnya, biji oat berbentuk pipih dan tipis. Jika dilihat lagi, bentuknya bulat tak beraturan dan bertekstur. Karena sudah mengalami proses pengukusan dan bentuknya yang pipih, oat jenis ini butuh lebih sedikit waktu untuk dimasak.

Meskipun demikian, saat dimasak, oat ini akan menyerap lebih banyak air. Rolled oats tidak diberi tambahan apa pun dalam proses pembuatannya. Oat jenis ini bisa jadi pilihan ideal untuk sarapan. Bisa dimasak relatif cepat, tekstur bubur yang pas, dan kandungan yang masih alami.


3. Oat instan

oatmeal
Beberapa oat instan diberi tambahan gula dan perisa. (foto: pixabay/bubithebear)


Saat berbelanja di supermarket, kamu akan dengan mudah menemukan oat instan ini. Biasanya sih, oat jenis ini bisa disajikan dengan mudah, semisal cukup diseduh air panas.

Oat instan didapat dari proses panjang pengolahan biji oat. Proses itu meliputi pencincangan biji oat, pengepresan, pemasakan awal, dan pengeringan kembali. Selain itu, ditambahkan juga garam, bahkan beberapa merek juga menambahkan gula, perisa, dan fortifikasi vitamin mineral seperti vitamin A, zat besi, serta kalsium.

Nah, karena ada tambah-tambahan tersebut, kamu mesti berhati-hati saat mengonsumsi oat instan ini ya. Perhatikan label kemasan dengan baik. Terutama untuk mengetahui kadar gula yang terkadung di dalamnya. Jangan sampai, manfaat serat malah tertutup oleh gula berlebih yang enggak sehat.(Dwi)

#Kuliner #Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Lifestyle
Hujan Abu Vulkanis Menempel di Rambut dan Pakaian, Ini Alasan Harus Segera Bersih-bersih
Abu vulkanis dapat menempel pada kulit, rambut, pakaian, dan sepatu. Simak alasan pentingnya mandi dan mengganti pakaian setelah terpapar abu.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 11 September 2026
Hujan Abu Vulkanis Menempel di Rambut dan Pakaian, Ini Alasan Harus Segera Bersih-bersih
Kuliner
Hoki Banget nih, Pencari Obat Temukan Ginseng Liar Senilai Rp 1,3 Miliar di Gunung Jiri
Akar-akar tersebut diidentifikasi sebagai ‘cheonjong’, ginseng liar yang tumbuh secara alami selama setidaknya 50 tahun dengan sedikit campur tangan manusia.
Dwi Astarini - Rabu, 09 September 2026
Hoki Banget nih, Pencari Obat Temukan Ginseng Liar Senilai Rp 1,3 Miliar di Gunung Jiri
Kuliner
Catat nih, Promo 9.9 2026 Ada Diskon Kuliner hingga Voucher Hemat
Beragam penawaran tersebut bisa dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan sekaligus menikmati berbagai layanan dengan harga yang lebih terjangkau.
Dwi Astarini - Rabu, 09 September 2026
Catat nih, Promo 9.9 2026 Ada Diskon Kuliner hingga Voucher Hemat
Indonesia
Kemenkes Ancam Pidanakan Penimbun Masker di Tengah Erupsi Anak Krakatau
Pelaku usaha yang terbukti menimbun atau membatasi pasokan hingga menyebabkan kelangkaan dan kenaikan harga tidak wajar dapat dikenai sanksi sesuai tingkat pelanggaran.
Dwi Astarini - Selasa, 08 September 2026
Kemenkes Ancam Pidanakan Penimbun Masker di Tengah Erupsi Anak Krakatau
ShowBiz
Tas Obat Jungkook Viral, Ahli Ingatkan Moderasi dalam Konsumsi Vitamin
Dalam live tersebut, sang ‘Golden Maknae’ dengan santai memperlihatkan kepada penggemar berbagai produk yang biasa ia konsumsi.
Dwi Astarini - Senin, 07 September 2026
Tas Obat Jungkook Viral, Ahli Ingatkan Moderasi dalam Konsumsi Vitamin
Lifestyle
Abu Vulkanis Juga Bahaya untuk Mata, Pakai Kacamata Pelindung Penting saat di Luar Ruang
Abu vulkanis itu bukan debu biasa. Ada campuran silica di dalamnya.
Dwi Astarini - Senin, 07 September 2026
Abu Vulkanis Juga Bahaya untuk Mata, Pakai Kacamata Pelindung Penting saat di Luar Ruang
Indonesia
Cara Cek Masuk Daftar PBI JKN 2026 Pakai HP, Biar Akses Kesehatan Gratis Tetap Aman
Pemerintah memastikan masyarakat bisa dengan mudah mengecek status kepesertaan Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (PBI JKN) 2026 hanya lewat HP.
Wisnu Cipto - Jumat, 04 September 2026
Cara Cek Masuk Daftar PBI JKN 2026 Pakai HP, Biar Akses Kesehatan Gratis Tetap Aman
Kuliner
Bertualang Kuliner di JF3 Food Festival 2026, Ada 1.000 Makanan Khas Nusantara
Dengan membawa tema Lokarasa Nusantara, JF3 Food Festival 2026 mengajak kamu menjelajahi cita rasa autentik dari berbagai daerah di Indonesia.
Dwi Astarini - Jumat, 04 September 2026
Bertualang Kuliner di JF3 Food Festival 2026, Ada 1.000 Makanan Khas Nusantara
Indonesia
Asap Karhutla Mengepul, ini nih Pilihan Masker yang Direkomendasikan untuk Melindungi Pernapasan
. Di Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, misalnya, ISPU sempat mencapai angka 1.919 pada 2 September 2026 atau masuk kategori berbahaya.
Dwi Astarini - Jumat, 04 September 2026
Asap Karhutla Mengepul, ini nih Pilihan Masker yang Direkomendasikan untuk Melindungi Pernapasan
Lainnya
Jangan Dianggap Sakit Perut Biasa, Ini Ciri-Ciri Gejala Usus Buntu Anak!
Usus buntu bisa mengakibatkan kematian. Jangan anggap semua sakit perut anak sebagai keluhan biasa.
Wisnu Cipto - Selasa, 01 September 2026
Jangan Dianggap Sakit Perut Biasa, Ini Ciri-Ciri Gejala Usus Buntu Anak!
Bagikan