Kasus Penembakan Laskar FPI Belum Temui Titik Terang

Zulfikar SyZulfikar Sy - Senin, 08 Maret 2021
Kasus Penembakan Laskar FPI Belum Temui Titik Terang

Rekonstruksi kasus penembakan enam anggota laskar FPI di Karawang, Jawa Barat, Senin (14/12/2020) dini hari. ANTARA FOTO/M Ibnu Chazar/hp.

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Mabes Polri memastikan akan menyelesaikan kasus enam laskar Front Pembela Islam (FPI) yang tewas ditembak di Tol Jakarta-Cikampek km 50, Karawang, Jawa Barat.

“Sekarang yang dikedepankan adalah masalah laporan polisinya (terkait kasus penembakan 6 laskar). Itu yang dikedepankan kalau dilihat dari kasusnya,” kata Karo Penmas Polri Brigjen Rusdi Hartono kepada wartawan, Senin (8/3).

Menurut jenderal bintang satu ini, Kapolri telah menegaskan kasus tersebut akan diselesaikan secara profesional, transparan, dan akuntabel.

Baca Juga:

Sudah Tewas, Laskar FPI Pengawal Rizieq Dinilai Tak Pantas Dijadikan Tersangka

"Kapolri (Jenderal Listyo Sigit Prabowo) sudah menekankan dengan tegas perkara agar diselesaikan secara profesional, transparan, dan akuntabel," kata Rusdi.

Tiga terlapor yakni anggota Polda Metro Jaya. Mereka bertugas membawa keempat eks laskar Front Pembela Islam (FPI) menggunakan mobil dari tempat kejadian perkara (TKP) ke Polda Metro Jaya.

Namun, Rusdi belum mau berbicara banyak soal kemungkinan ketiga terlapor mendapat sanksi etik atau disiplin. Penyidik masih fokus melakukan penyelidikan.

"Sekarang yang dikedepankan adalah masalah laporan polisinya kalau dilihat dari kasusnya itu," ucap jenderal bintang satu itu.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono memberikan keterangan pers di Mabes Polri, Senin (8/3/2021) (ANTARA/Laily Rahmawaty)
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono memberikan keterangan pers di Mabes Polri, Senin (8/3/2021) (ANTARA/Laily Rahmawaty)

Penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim Polri membuat laporan model A atas kasus unlawful killing. Artinya, laporan langsung dibuat oleh penyidik.

Sebelumnya, dua peristiwa menewaskan enam pengikut Rizieq di Jalan Tol Jakarta-Cikampek KM 50 pada Desember 2020. Pertama, baku tembak antara polisi dan eks laskar FPI.

Peristiwa ini mengakibatkan dua laskar khusus pengawal Rizieq tewas.

Baca Juga:

Bareskrim Gelar Perkara Dugaan Pembunuhan di Luar Hukum terhadap Laskar FPI

Peristiwa kedua, pemberian tindakan tegas dan terukur terhadap empat pengikut Rizieq lainnya.

Tindakan ini dilakukan polisi di dalam mobil saat dibawa menuju Polda Metro Jaya.

Keempat orang itu disebut melakukan perlawanan yang mengancam jiwa petugas.

Namun, tindakan polisi tidak dibenarkan Komnas HAM.

Sebab, polisi tidak berupaya mencegah semakin banyaknya jatuh korban jiwa atas insiden pembuntutan rombongan Rizieq tersebut. (Knu)

Baca Juga:

Polri Hentikan Kasus FPI dan Status Tersangka 6 Laskar yang Tewas Gugur

#Front Pembela Islam (FPI) #Kasus Penembakan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Rizieq Shihab Tantang Prabowo Bubarkan Ormas, Singgung Dugaan Keterlibatan Hercules di Demo 27 Agustus
Rizieq Shihab meminta Presiden Prabowo Subianto membubarkan ormas yang disebutnya beranggotakan preman.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 31 Agustus 2026
Rizieq Shihab Tantang Prabowo Bubarkan Ormas, Singgung Dugaan Keterlibatan Hercules di Demo 27 Agustus
Indonesia
Remaja 18 Tahun di Makassar Tewas Tertembak Polisi, Kapolri Janji Bakal Tindak Tegas
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, memberi atensi khusus atas kasus tewasnya remaja 18 tahun di Makassar yang tertembak polisi.
Soffi Amira - Kamis, 05 Maret 2026
Remaja 18 Tahun di Makassar Tewas Tertembak Polisi, Kapolri Janji Bakal Tindak Tegas
Indonesia
Imbas Penembakan Pesawat Smart Air, 11 Bandara di Papua Ditutup Sementara
Kemenhub menghentikan sementara operasional 11 bandara di Papua. Hal itu buntut penembakan pesawat Smart Air pada 11 Februari 2026 lalu.
Soffi Amira - Senin, 16 Februari 2026
Imbas Penembakan Pesawat Smart Air, 11 Bandara di Papua Ditutup Sementara
Indonesia
4 Orang Ditangkap terkait Penembakan Pesawat Smart Air di Boven Digoel, Pelaku Lain Masih Diburu
Empat orang terduga pelaku penembakan pesawat Smart Air di Boven Digoel ditangkap. Polisi masih memburu pelaku lainnya.
Soffi Amira - Senin, 16 Februari 2026
4 Orang Ditangkap terkait Penembakan Pesawat Smart Air di Boven Digoel, Pelaku Lain Masih Diburu
Indonesia
Mabes TNI Pegang Kendali Penumpasan KKB Papua Pasca Penembakan Pesawat Smart Air
Kondisi 13 penumpang itu masih belum dapat dipastikan karena laporan yang diterima masih bersifat awal
Angga Yudha Pratama - Kamis, 12 Februari 2026
Mabes TNI Pegang Kendali Penumpasan KKB Papua Pasca Penembakan Pesawat Smart Air
Indonesia
Polisi Ungkap Dugaan KKB di Balik Penembakan Pesawat Smart Air, Pelaku Masih Diburu
Kasus penembakan pesawat Smart Air di Boven Digoel, kini memasuki babak baru. Polisi menduga KKB menjadi otak pelaku dari kasus penembakan tersebut.
Soffi Amira - Kamis, 12 Februari 2026
Polisi Ungkap Dugaan KKB di Balik Penembakan Pesawat Smart Air, Pelaku Masih Diburu
Indonesia
Insiden Penembakan di Pantai Bondi, KJRI Sydney Rilis Nomor Darurat untuk WNI
KJRI Sydney merilis nomor darurat untuk WNI. Hal itu terkait insiden penembakan di Pantai Bondi, pada Minggu (14/12) lalu.
Soffi Amira - Senin, 15 Desember 2025
Insiden Penembakan di Pantai Bondi, KJRI Sydney Rilis Nomor Darurat untuk WNI
Indonesia
Lagi Ukur Jalan Pakai Traktor, Pekerja di Intan Jaya Ditembak KKB Hingga Tergeletak di Pinggir Jalan
Rekan-rekan korban yang mendengar letusan senjata tersebut segera melompat keluar dari traktor
Angga Yudha Pratama - Rabu, 08 Oktober 2025
Lagi Ukur Jalan Pakai Traktor, Pekerja di Intan Jaya Ditembak KKB Hingga Tergeletak di Pinggir Jalan
Indonesia
Polisi Peru Temukan Bahan Peledak Saat Gerebek Geng Penembak Staf KBRI Zetro Purba
Total ada lima orang tersangka berkewarganegara Venezuela yang ditangkap.
Wisnu Cipto - Selasa, 16 September 2025
Polisi Peru Temukan Bahan Peledak Saat Gerebek Geng Penembak Staf KBRI Zetro Purba
Indonesia
Garda Terdepan Diplomasi Indonesia Jadi Sasaran Kriminal, DPR Dorong Pemerintah Segera Bertindak dan Jamin Keamanan Diplomat
Harus ada SOP pengamanan yang jelas untuk diplomat kita, agar peristiwa seperti ini tidak terulang
Angga Yudha Pratama - Rabu, 03 September 2025
Garda Terdepan Diplomasi Indonesia Jadi Sasaran Kriminal, DPR Dorong Pemerintah Segera Bertindak dan Jamin Keamanan Diplomat
Bagikan