MerahPutih.com - Kasus penembakan pesawat Smart Air di Boven Digoel, Papua Selatan, kini memasuki babak baru.
Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz, Kombes Yusuf Sutejo menyebutkan, para pelaku diduga berasal dari Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).
"Indikasi KKB dari Yahukimo batalyon Kanibal dan Semut Merah," kata Yusuf kepada wartawan, Kamis (12/2).
Namun, Yusuf belum bisa mengungkap lebih rinci mengenai identitas pelaku penembakan. Ia mengatakan, hingga kini pihaknya masih memburu para pelaku.
Baca juga:
Insiden Penembakan Pesawat Smart Air di Boven Digoel, 12 Penumpang Selamat
Sementara itu, Kadiv Humas Polri, Irjen Johnny Eddizon Isir mengatakan, Kapten Egon Erawan dan Kapten Baskoro selaku Kopilot sempat mengirim pesan darurat melalui perangkat GPS ketika pesawat ditembaki dari arah hutan.
"Beberapa menit setelah kejadian, pilot sempat mengirim pesan singkat darurat melalui GPS Garmin kepada petugas operasional penerbangan, melaporkan bahwa mereka ditembaki dan berlari menyelamatkan diri ke hutan," jelas dia.
Sampai akhirnya, kedua pilot tersebut tewas ditembaki para pelaku. (knu)
Baca juga:
Pesawat Smart Air Ditembak di Papua, 2 Pilot Dilaporkan Tewas