Kasus DBD di DKI Bakal Terus Naik Hingga Mei 2024

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Jumat, 22 Maret 2024
Kasus DBD di DKI Bakal Terus Naik Hingga Mei 2024

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkes DKI Jakarta Ani Ruspitawati (MP/Asropih)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Jakarta cukup mengkhawatirkan. Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta mengungkapkan, bahwa kasus DBD akan terus naik hingga bulan Mei 2024.

"Jadi diperkirakan masih akan naik sampai dengan Mei," ucap Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkes DKI Jakarta Ani Ruspitawati di Jakarta, Jumat (22/3).

Baca juga:

Terdapat 33 Kasus DBD di Solo, 1 Orang Meninggal

Ani menuturkan, kasus DBD akan mengalami penurunan jika cuaca yang terjadi di Jakarta berubah dari musim penghujan ke musim kemarau.

Untuk mengatasi DBD, Ani mengimbau warga waspada dan menerapkan PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk) 3M (Menguras, Menutup, Mendaur Ulang) dan kegiatan lain yang mencegah perkembangbiakan dan gigitan nyamuk Aedes aegypti.

"Tapi abis itu kalau sudah mulai iklim berubah, kita harapkan juga turun," ruturnya.

Baca juga:

Kemenkes: Cuaca Panas dan Terik Berpotensi Tingkatkan Kasus DBD

Meski ada peningkatan kasus demam berdarah, namun okupasi rumah sakit di ibu kota masih aman.

"Masih oke. Masih terkendali. Masih kita monitor semua. Masih terkendali," tutupnya.

Ani pun telah menginstruksikan seluruh fasilitas pelayanan kesehatan di Jakarta untuk dapat melakukan deteksi dini dan tata laksana kasus DBD sesuai standar, serta menyiapkan ketersediaan ruang rawat dan logistik untuk perawatan pasien.

Baca juga:

Lonjakan Kasus Naik Ratusan, Cianjur Tetapkan Status Waspada DBD

Disamping itu, kelembapan yang tinggi dan meningkatnya curah hujan, berpotensi pada peningkatan vektor penular DBD, yaitu nyamuk Aedes aegypti. Sehingga, perlu adanya upaya pengendalian vektor DBD secara masif dengan melibatkan peran serta seluruh aspek masyarakat pada tujuh tatanan, yakni permukiman, perkantoran, institusi pendidikan, tempat-tempat umum, tempat pengelolaan makanan, fasilitas pelayanan kesehatan, dan fasilitas olahraga. (Asp)

#Demam Berdarah Dengue #Dinas Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Kasus ISPA di Jakarta Naik 15,7 Persen, Dinkes DKI: Bukan karena Influenza A
Kasus ISPA di Jakarta naik 15,7 persen. Namun, Dinkes DKI menegaskan bahwa penyebabnya bukan dari influenza A.
Soffi Amira - Selasa, 22 September 2026
Kasus ISPA di Jakarta Naik 15,7 Persen, Dinkes DKI: Bukan karena Influenza A
Indonesia
Pramono Targetkan Angka Stunting Jakarta Turun Jadi 14 Persen dalam Dua Tahun
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menargetkan angka stunting Jakarta turun dari sekitar 17 persen menjadi 14 persen dalam dua tahun.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 11 September 2026
Pramono Targetkan Angka Stunting Jakarta Turun Jadi 14 Persen dalam Dua Tahun
Indonesia
Polusi Udara Jakarta Memburuk, Dinkes Imbau Kelompok Rentan Kurangi Aktivitas di Luar
Dinkes DKI Jakarta mengimbau bayi, balita, dan lansia mengurangi aktivitas di luar rumah saat polusi udara Jakarta sedang tidak baik.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 03 September 2026
Polusi Udara Jakarta Memburuk, Dinkes Imbau Kelompok Rentan Kurangi Aktivitas di Luar
Indonesia
Cuaca Tak Menentu dan Polusi Tinggi, Warga Jakarta Diminta Waspadai ISPA
Dinkes DKI Jakarta mengimbau masyarakat mewaspadai ISPA akibat cuaca yang tidak menentu dan tingginya polusi udara. Kenali gejala hingga langkah pencegahannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 25 Juni 2026
Cuaca Tak Menentu dan Polusi Tinggi, Warga Jakarta Diminta Waspadai ISPA
Indonesia
Dinkes DKI Jakarta Temukan 3 Kasus Positif Hantavirus, 6 Suspek Masih Dipantau
Dinkes DKI Jakarta menemukan 3 kasus positif hantavirus dan 6 suspek. Masyarakat diminta waspada penularan virus dari tikus serta menjaga kebersihan lingkungan.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 18 Mei 2026
Dinkes DKI Jakarta Temukan 3 Kasus Positif Hantavirus, 6 Suspek Masih Dipantau
Indonesia
4 Kasus Hantavirus Ditemukan di Jakarta, DPRD DKI Minta Pemprov Tingkatkan Kewaspadaan
Dinkes DKI Jakarta mencatat empat kasus Hantavirus sepanjang 2026. DPRD DKI meminta Pemprov meningkatkan pengawasan dan langkah preventif agar tidak menyebar.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 12 Mei 2026
4 Kasus Hantavirus Ditemukan di Jakarta, DPRD DKI Minta Pemprov Tingkatkan Kewaspadaan
Indonesia
450 Kasus TBC Ditemukan di Solo Awal 2026, Pemkot Lakukan Cek Kesehatan Gratis dan Tracing Intensif
Dinkes Solo mencatat, sebanyak 450 kasus TBC ditemukan sejak awal 2026. Pemkot Solo pun menggelar cek kesehatan gratis.
Soffi Amira - Kamis, 23 April 2026
450 Kasus TBC Ditemukan di Solo Awal 2026, Pemkot Lakukan Cek Kesehatan Gratis dan Tracing Intensif
Indonesia
104 Siswa Keracunan MBG di Jakarta Timur, Dinkes Ungkap Dugaan Penyebab Awal
Sebanyak 104 siswa di Jakarta Timur diduga keracunan program MBG. Dinkes DKI mengungkap kemungkinan penyebab dari jeda distribusi makanan.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 08 April 2026
104 Siswa Keracunan MBG di Jakarta Timur, Dinkes Ungkap Dugaan Penyebab Awal
Indonesia
Dislipidemia Mendominasi Temuan Medis Program Cek Kesehatan Gratis Jakarta Pusat
Integrasi sistem melalui platform digital memastikan setiap data kesehatan warga terekam dengan akurat guna menentukan langkah penanganan medis selanjutnya
Angga Yudha Pratama - Jumat, 13 Februari 2026
Dislipidemia Mendominasi Temuan Medis Program Cek Kesehatan Gratis Jakarta Pusat
Indonesia
Virus Nipah Mengintai, Gubernur Pramono Tegaskan Jakarta Masih Aman
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan belum ada kasus virus Nipah di Jakarta dan meminta Dinkes serta warga tetap waspada.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 03 Februari 2026
Virus Nipah Mengintai, Gubernur Pramono Tegaskan Jakarta Masih Aman
Bagikan