Merahputih.com - Suku Dinas Kesehatan (Sudinkes) Jakarta Pusat mencatat temuan kasus dislipidemia atau ketidakseimbangan kadar lemak darah mencapai 76,96 persen dari total 472.828 warga yang mengikuti Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) hingga Jumat (13/2).
Angka partisipasi ini menunjukkan capaian sebesar 44,03 persen dari total sasaran 1.073.911 jiwa, sekaligus melampaui target awal yang ditetapkan sebesar 36 persen di seluruh wilayah Jakarta Pusat.
"Hasil skrining yang paling banyak ditemukan, yaitu dislipidemia 76,96 persen," ujar Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Pusat, Rismasari, Jumat (13/2).
Dominasi Penyakit Lemak Darah
Proses skrining kesehatan tersebut mengungkap fakta bahwa mayoritas warga memiliki masalah pada kadar kolesterol dan trigliserida. Selain dislipidemia, tercatat sebanyak 12.164 peserta turut menjalani pemeriksaan khusus untuk hipertensi (HT) dan diabetes mellitus (DM).
Meski program ini terbuka bagi seluruh jenjang usia melalui aplikasi Satu Sehat, data menunjukkan bahwa kelompok usia di atas 40 tahun menjadi peserta paling dominan dalam memanfaatkan layanan medis tersebut.
Layanan Skrining Lintas Generasi
Sudinkes Jakarta Pusat terus mendorong masyarakat dari berbagai golongan usia untuk mendatangi Puskesmas terdekat. Skrining kesehatan ini bersifat komprehensif, mulai dari pemeriksaan bayi baru lahir hingga kelompok lanjut usia.
Integrasi sistem melalui platform digital memastikan setiap data kesehatan warga terekam dengan akurat guna menentukan langkah penanganan medis selanjutnya.
Rismasari menjelaskan bahwa fasilitas ini mencakup berbagai parameter fisik dan laboratorium.
"Untuk pasien dewasa dan lansia layanan yang diberikan antara lain berupa berat dan tinggi badan, tensi darah, lingkar perut dan gula darah," tuturnya.
Sementara itu, bagi balita, layanan mencakup skrining hipotiroid, pengukuran lingkar kepala, berat badan, hingga deteksi talasemia.