Hasil Penyisiran Bom di SDN Srengseng Sawah 15, Polisi Pastikan Lokasi Aman

Soffi AmiraSoffi Amira - Senin, 13 Juli 2026
Hasil Penyisiran Bom di SDN Srengseng Sawah 15, Polisi Pastikan Lokasi Aman

Polisi pastikan tak ada bom di SDN Srengseng Sawah 15. Foto: MerahPutih/Asropih

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Aparat kepolisian khususnya Tim Gegana telah melakukan penyisiran seluruh sudut sekolah SDN Srengseng Sawah 15, Jakarta Selatan. Hal itu menyusul adanya ancaman bom dari seseorang melalui WhatsApp.

Kapolsek Jagakarsa, Kompol Nurma Dewi menyebutkan, penyisiran Tim Gegana berlangsung selama empat jam. Dari hasil penelusuran itu, tidak ada ditemukan benda berupa bom.

Untuk sementara ini setelah disisir beberapa jam, lebih kurang tadi 4 jam, itu tidak ada Ditemukan barang-barang yang mencurigakan. Ia dinyatakan aman dari Gegana,

kata Nurma di SDN 15 Srengseng Sawah, Jakarta Selatan, Senin (13/7).

Nurma menambahkan, petugas kepolisian juga memeriksa kamera pengawas sekolah atau Closed Circuit Television (CCTV).

Tak hanya itu, Densus 88 juga mengerahkan anjing pelacak atau K-9 untuk mencari barang bukti bom dari ancaman diteror oleh orang tak dikenal.

"Jadi kita semua mencari barang bukti selain CCTV, kemudian juga dari Gegana, dari Densus 88 dan apa Anjing pelacak, yaitu BNPT juga hadir. Itu yang kita harus cari, ya, itu untuk cari barang bukti," ucapnya.

Baca juga:

Hari Pertama MPLS SDN Srengseng Sawah 15 Dibubarkan, Polisi Sisir Dugaan Teror Bom

Awal Mula Ancaman Bom di SDN Srengseng Sawah 15

Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta, Chico Hakim, menjelaskan awal mula ancaman bom di SDN Srengseng Sawah 15, Jakarta Selatan.

Pada Senin (13/7) pagi, saat siswa sedang berkumpul di lapangan sekolah, salah seorang guru dan tenaga kependidikan menerima pesan WhatsApp dari nomor tidak dikenal yang berisi ancaman peledakan bom di lokasi tersebut.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Pemprov DKI segera berkoordinasi dengan aparat kepolisian, yaitu Polsek setempat.

Baca juga:

Polisi Kantongi Identitas Pelaku Teror Bom SDN Srengseng Sawah 15, Segera Ditangkap

"Tim Gegana dan Densus 88 untuk penanganan ancaman bom Saat ini proses sterilisasi dan penyisiran oleh Tim Gegana sedang dilakukan secara menyeluruh di area sekolah," ucap Chico kepada wartawan, Senin (13/7).

Demi memastikan keselamatan seluruh siswa, guru, dan warga sekolah, seluruh aktivitas dihentikan sementara dan seluruh siswa telah dipulangkan ke rumah masing-masing.

"Orang tua/wali siswa telah dikomunikasikan melalui Kepala Sudin Pendidikan dan Kapolsek terkait. Proses pelacakan terhadap nomor pengirim pesan ancaman juga dilakukan secara paralel oleh Densus 88," ucapnya. (Asp)

#Ancaman Bom #Teror Bom #Sekolah #Pemprov DKI Jakarta #Polsek Jagakarsa
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Bank Jakarta Siapkan Potensi Pembiayaan Rp 5,87 Triliun untuk Proyek Strategis DKI
Bank Jakarta menyiapkan Rp 5,87 triliun untuk proyek strategis DKI. Hal ini melalui kerja sama dengan BUMD, BUMN, hingga perangkat daerah DKI Jakarta.
Soffi Amira - Selasa, 13 Oktober 2026
Bank Jakarta Siapkan Potensi Pembiayaan Rp 5,87 Triliun untuk Proyek Strategis DKI
Indonesia
Bayar MRT Jakarta Terintegrasi JakLingko Mulai 12 Oktober 2026
Mulai 12 Oktober 2026, pembayaran MRT Jakarta terintegrasi JakLingko. Simak daftar kartu yang bisa digunakan, cara tapping, dan tarif integrasi Rp10.000.
Frengky Aruan - Sabtu, 10 Oktober 2026
Bayar MRT Jakarta Terintegrasi JakLingko Mulai 12 Oktober 2026
Indonesia
Proyek Jalan Tembus Kelapa Gading-Pulo Gadung Dipercepat, Target Selesai 2027
Pemprov DKI Jakarta mempercepat proyek jalan tembus Kelapa Gading-Pulo Gadung. Jalan ini ditargetkan seleai 2027.
Soffi Amira - Jumat, 09 Oktober 2026
Proyek Jalan Tembus Kelapa Gading-Pulo Gadung Dipercepat, Target Selesai 2027
Indonesia
Tanpa Penggusuran, Begini Rencana Pramono Ubah Wajah Kawasan Kumuh Tanah Abang
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyiapkan AI untuk revitalisasi kawasan kumuh Tanah Abang tanpa penggusuran, ditargetkan rampung 2028.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 08 Oktober 2026
Tanpa Penggusuran, Begini Rencana Pramono Ubah Wajah Kawasan Kumuh Tanah Abang
Indonesia
Skor GCG PAM Jaya Naik, Target 100 Persen Layanan Air Dikejar 2029
Skor GCG PAM Jaya kini naik menjadi 87,099 dengan prediksi sangat baik pada 2025. Target layanan air pun dikejar pada 2029.
Soffi Amira - Kamis, 08 Oktober 2026
Skor GCG PAM Jaya Naik, Target 100 Persen Layanan Air Dikejar  2029
Indonesia
Atap SDN Cepoko 2 Sragen Mendadak Roboh, 2 Guru Alami Luka
Atap SDN Cepoko 2 Sragen mendadak ambruk. Kejadian itu menimpa dua guru yang mengalami luka.
Soffi Amira - Kamis, 08 Oktober 2026
Atap SDN Cepoko 2 Sragen Mendadak Roboh, 2 Guru Alami Luka
Indonesia
Tak Hanya Blok M, Pramono Ingin Kembangkan Pasar Baru Jadi ‘Myeongdong-nya Jakarta'
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung berencana mengembangkan Pasar Baru sebagai kawasan TOD 24 jam dan membayangkannya menjadi ‘Myeongdong-nya Jakarta’.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 07 Oktober 2026
Tak Hanya Blok M, Pramono Ingin Kembangkan Pasar Baru Jadi ‘Myeongdong-nya Jakarta'
Indonesia
Blok M Bakal Direvitalisasi, Ruang Publik Ditargetkan Bertambah 5 Kali Lipat
Blok M akan segera direvitalisasi. Hal itu diungkapkan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung.
Soffi Amira - Rabu, 07 Oktober 2026
Blok M Bakal Direvitalisasi, Ruang Publik Ditargetkan Bertambah 5 Kali Lipat
Indonesia
Pramono Anung Putuskan Tata Kawasan Kumuh Tanah Abang, 3 Wilayah Jadi Sasaran
Pemprov DKI akan menata kawasan kumuh di Kampung Bali, Kebon Melati, dan Kebon Kacang, Tanah Abang. Pramono memastikan warga tidak digusur.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 07 Oktober 2026
Pramono Anung Putuskan Tata Kawasan Kumuh Tanah Abang, 3 Wilayah Jadi Sasaran
Indonesia
FSGI Catat 100 Kasus Kekerasan di Satuan Pendidikan, 60 Persen Kekerasan Seksual
FSGI mencatat 100 kasus kekerasan di satuan pendidikan sepanjang Januari-September 2026. Sebanyak 60 persen merupakan kekerasan seksual.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 06 Oktober 2026
FSGI Catat 100 Kasus Kekerasan di Satuan Pendidikan, 60 Persen Kekerasan Seksual
Bagikan