MERAHPUTIH.COM – KAPOLRI Jenderal Suyudi Ario Seto memulai awal ujian terbesar memimpin kepolisian. Pengamat kepolisian Naek Pangaribuan menilai ukuran keberhasilan Suyudi bukan terletak pada pangkat bintang empat yang kini melekat di pundaknya, melainkan pada perubahan yang dirasakan masyarakat.
“Pergantian Kapolri bukan sekadar pergantian jenderal. Ini pergantian harapan,” kata Naek di Jakarta, Jumat (2/10).
Suyudi membawa doktrin 'Polisi Bersama Masyarakat' dengan enam prinsip, yakni hadir, dekat, cepat, adil, terbuka, dan adaptif. Namun, doktrin tersebut akan kehilangan makna jika berhenti sebagai slogan. Menurut Naek, bagi masyarakat, ukuran keberhasilan polisi bukan panjangnya daftar program atau tingginya pangkat seorang jenderal.
“Ukurannya sederhana, ketika rakyat membutuhkan perlindungan, apakah polisi hadir dan ketika rakyat mencari keadilan, apakah polisi berpihak kepada hukum?” ujar Naek.
Naek yang juga wartawan senior di kepolisian ini menganggap masyarakat membutuhkan polisi yang tidak hanya kuat ketika berhadapan dengan pelaku kejahatan, tetapi juga mampu memberikan rasa aman dan kepastian hukum kepada warga. Oleh karena itu, agenda Suyudi untuk memperkuat kelembagaan, membenahi SDM, meningkatkan pelayanan publik, memperbaiki kualitas penegakan hukum, memperkuat pengawasan, menjaga akuntabilitas anggaran serta memberantas kejahatan harus diuji melalui hasil nyata.
Baca juga:
DPR Tantang Kapolri Baru Hadapi Keluhan Masyarakat, dari Pungli hingga Arogansi
Hal itu terutama dalam pelayanan publik dan penegakan hukum. Masyarakat tidak ingin diping-pong ketika membuat laporan.
“Mereka ingin laporan diterima, diproses, diberikan perkembangan dan diselesaikan berdasarkan hukum,” jelas Naek,
Begitu pula dalam penegakan hukum. Banyaknya tersangka atau perkara yang diselesaikan bukan satu-satunya ukuran keberhasilan. “Hal yang lebih penting yakni apakah perkara ditangani secara tepat, sah, berbasis bukti, memberikan kepastian hukum dan memenuhi rasa keadilan,” kata Naek.(knu)
Baca juga:
Pesan Listyo Sigit Prabowo Setelah Lengser Dari Kapolri ke Suyudi Ario Seto