Kapolri Kirim Bantuan Bagi Korban Banjir Bandang
Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian (kedua kiri) didampingi Kepala Biro Provos Divisi Propam Polri Brigjen Pol Refdi Andri (kiri). (ANTARA FOTO/Izaac Mulyawan)
MerahPutih.com - Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian mengirimkan bantuan bagi korban banjir bandang yang terkena dampak luapan Bendungan Pandandure Kabupaten Lombok Timur.
Penyerahan bantuan dari Kapolri tersebut diwakilkan secara simbolis oleh Wakapolda NTB Kombes Pol Tajuddin didampingi Kapolres Lombok Timur AKBP M Eka Fathurrahman dan Sekda Lombok Timur Rohman Farly pada Senin (20/11) di lokasi penampungan Masjid Jami Keruak, Kabupaten Lombok Timur.
"Bantuan ini sebagai bentuk kepedulian. Sebab, masyarakat sudah sangat dekat dan mendukung dalam setiap pelaksanaan tugas Polri di lapangan," kata Tajuddin.
Dalam penyerahan bantuan berupa tiga ton beras, 100 kotak mi instan, 50 krat telur serta 100 selimut beserta sarung, Wakapolda NTB beserta rombongan meninjau lokasi yang terkena dampak banjir bandang dan juga tempat penampungan korban.
Saat bertemu korban banjir, Wakapolda NTB juga turut menyampaikan permohonan maaf Kapolri yang tidak dapat hadir langsung memberikan bantuan.
Selain menyampaikan pesan Kapolri, Wakapolda NTB turut memberikan dukungan emosional kepada para korban banjir agar tegar dalam menghadapi musibah bencana ini.
Pada kesempatan itu, Tajuddin juga mengajak korban banjir maupun warga yang ikut menyaksikan penyerahan bantuan tersebut untuk senantiasa waspada di tengah musim hujan yang mungkin saja akan datang kembali banjir susulan.
Empat kecamatan di Kabupaten Lombok Timur yang terkena dampak banjir bandang ini meliputi Kecamatan Keruak, Kecamatan Jerowaru, Kecamatan Sakra, dan Kecamatan Sakra Barat.
Daerah yang paling parah dilanda banjir terdapat di Kecamatan Keruak yang meliputi 10 desa yakni Desa Setungkeplingsar, Selebung Ketangge, Ketapang Raya, Ketangge Jeraeng, Batu Putik, Sepit, Senyiur, Mendana Raya, Batu Rampes, dan Bintang Oros.
Dampak banjir bandang di Desa Sepit Kecamatan Keruak mengakibatkan 15 rumah rusak berat, 65 rumah rusak sedang, 15 rumah rusak ringan, dan 4 jembatan rusak. Sedangkan di Desa Senyiur, banjir bandang merusak 47 rumah rusak berat, 25 rumah rusak sedang, dan 2 jembatan rusak. (*)
Bagikan
Berita Terkait
Tok! DPR Sahkan 8 Poin Reformasi Polri, Kedudukan Tetap di Bawah Presiden
Eks Kapolda Ingatkan Kapolri: Benahi Adab dan Perilaku Aparat di Lapangan
DPR Sentil Kapolri: Jangan Suruh Anggota Humanis Kalau Perut Masih Lapar, Kesejahteraan Polisi Harga Mati
2 Bhabinkamtibmas Meninggal Saat Hendak Menolong Korban Longsor Cisarua, Kapolri Berduka
Kapolri Sigit Tolak Polri di Bawah Kementerian, Nanti Ada 2 Matahari Kembar
Panggil Kapolri, DPR Pertanyakan soal Kebebasan Berekspresi di Indonesia
Kapolri Tegaskan Polri di Bawah Presiden Merupakan Mandat Reformasi 1998
Wassidik Kurang Taji, DPR RI Cemas Penyidik di Daerah Asal Tebak Penetapan Tersangka
Kapolri Sigit Tolak Ditawari Posisi Menteri Mending Jadi Petani
Kapolri Listyo Ogah Jabat Menteri Kepolisian, Jika Polisi Tidak Lagi Langsung di Bawah Presiden