MerahPutih.com - Penyelenggaraan Liga 1 dan 2 yang sempat terhenti karena pandemi COVID-19 dipastikan kembali berlangsung pada Jumat (27/8) mendatang.
Meskipun telah memberikan izin, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan pelaksanaan Liga 1 dan 2 akan tetap dievaluasi. Hal ini untuk memastikan apakah pelaksanaan kompetisi tidak meningkatkan kembali angka COVID-19 di Indonesia.
Baca Juga
"Nanti dari hasil evaluasi akan dilihat bahwa tidak terdampak, maka di minggu berikutnya akan ditentukan penambahan lokasi pertandingan. Ataupun memberikan kesempatan kegiatan ini akan terus berlanjut," ucap Listyo kepada wartawan, Senin (23/8).
Dalam kesempatan ini, mantan Kapolda Banten ini mengimbau untuk para suporter dan penonton untuk menyaksikan pertandingan dari rumah melalui media, baik televisi maupun media yang memanfaatkan teknologi.
"Kalau kemudian ini dilanggar, ada sanksi bagi klub, mulai dari sanki yang bersifat administrasi hingga klub tersebut tidak boleh mengikuti pertandingan," katanya.
Sementara itu, Menpora Zainudin Amali menyampaikan pertemuan dirinya dengan Kapolri untuk mendiskusikan penyelenggaraan kompetisi liga 1 dan 2 yang sudah terhenti selama 1 tahun.
"Mereka yang sekarang sedang di rumah butuh tontotan," katanya.
Disamping itu, kata Zainuddin, bagi pemerintah ada kepentingan untuk pembentukan tim nasional karena pada tahun 2023 nanti, Indonesia menjadi tuan rumah World Cup U-20.
"Tentu pembentukan timnas ini kita butuh kompetisi, tanpa kompetisi tidak mungkin kita akan ada tim nasional yang baik atau talenta-talenta yang akan termonitor," katanya.
Ia menambahkan, berbagai pertimbangan sudah dirapatkan dengan pihak satgas, Mabes Polri dan berbagai pihak terkait pelaksanaan penyelenggaraan liga 1 dan 2. Hasilnya Polri memberikan izin dengan catatan penerapan prokes yang ketat.
"Nanti dari pihak Polri yang akan juga menjaga supaya kepatuhan terhadap pelaksanaan prokes akan dilaksanakan sebaik-baiknya," ucapnya.
Sebelumnya, Mabes Polri, memberi izin penyelenggaraan liga 1 dan 2 yang sempat terhenti karena pandemi COVID-19.
Pemberian izin ini berdasarkan hasil asesmen terkait dengan laju pertumbuhan COVID, kemudian asesmen terhadap situasi BOR (Bed Occupancy Rate), dan juga penurunan di beberapa wilayah.
Beberapa aturan dan prokes ketat yang harus diikuti dalam pelaksanaan liga 1 dan 2. Yakni pemain dan official yang akan melaksanakan pertandingan harus sudah dua kali vaksin dan jumlah official dibatasi.
Lalu, satu hari sebelum pertandingan harus dilakukan pemeriksaan PCR untuk pastikan bahwa pemain maupun offisial dalam kondisi negatif dari COVID-19. Kemudian, selesai pertandingan kembali dilaksanakan pemeriksaan swab PCR ataupun antigen.
Selanjutnya di lokasi penyelenggaraan pasang aplikasi PeduliLindungi, sehingga aplikasi ini bisa digunakan untuk membantu pengecekan terkait aturan prokes. (Knu)
Baca Juga
Hanya 299 Orang yang Boleh Masuk Stadion saat Pembukaan Liga 1