Kaganga, Aksara Tertua di Dunia Tetap Lestari

P Suryo RP Suryo R - Kamis, 30 November 2023
Kaganga, Aksara Tertua di Dunia Tetap Lestari

Aksara Kaganga ini sudah ada sejak ratusan tahun lalu dan diakui oleh ilmuwan luar negeri. (ANTARA/Nur Muhamad)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

DI provinsi Bengkulu terdapat Suku Rejang yang memiliki aksara bernama Kaganga. Aksara ini masih hidup dalam warga suku itu.

Kaganga merupakan salah satu aksara tertua di dunia dan menjadi bahasa nenek moyang Indonesia, khususnya di wilayah Sumatera bagian selatan.

Meskipun kemajuan teknologi dan informasi menjangkau berbagai bidang kehidupan pada saat ini. Namun Kaganga masih dipakai oleh para tetua di wilayah Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu Utara, Lebong, maupun Kepahiang.

Ini dapat dilihat di Kabupaten Rejang Lebong, penggunaan Aksara Kaganga ada pada motif batik dan penamaan jalan, dituliskan dengan Kaganga selain aksara latin.

Baca Juga:

Museum Patah Hati Bandung, Tempat Estetik untuk Lupakan Mantan

kaganga
Nurningsih pegiat Aksara Kaganga, mempraktikkan penggunaan alat bantu ajar aksara suku Rejang di Desa Perbo, Kecamatan Curup Utara. (ANTARA/Nur Muhamad)

M. Sahidi (61), budayawan dan pengurus Badan Musyawarah Adat (BMA) Kabupaten Rejang Lebong menjelaskan dari catatan sejarah dan penelitian pada zaman kolonial Belanda hingga kemerdekaan RI, di wilayah Sumbagsel mulai dari tahun 1785 hingga 2022. Terdapat empat aksara lokal yang dimiliki suku pribumi, yakni Rejang, Serawai, Lembak l, dan Pasemah.

Banyak penelitian yang sudah dilakukan seperti salah satunya William Marsden dalam History of Sumatra (1785), Van Hasselt Midden Sumatra (1881), dan yang paling populer M.A Jaspan Folk Literature Southwest Sumatra (1964). Jaspan mengungkapkan penamaan aksara Ulu yang menjadi aksara Ka-Ga-Nga.

Aksara Kaganga ini diambil berdasarkan tiga alfabet awal. Ini merupakan kesapktan pada pertemuan para pemuka adat pegiat naskah kuno di Provinsi Bengkulu pada tahun 1988 yang disahkan oleh Gubernur Bengkulu HA Razie Yachya, kala itu.

Pada kesepakatan itu, juga menstandarkan beberapa Aksara Kaganga yang berbeda-beda dari empat suku. Yakni menggabungkan beberapa perbedaan, untuk dijadikan standar pemakaian Aksara Kaganga di Provinsi Bengkulu.

Aksara Kaganga pada saat ini menjadi aksara kebanggaan masyarakat di Provinsi Bengkulu dan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB). Sayangnya kurangnya pengetahuan pada standarisasinya menyebabkan sering terjadi perdebatan di beberapa daerah. Walaupun sebenarnya aturan membolehkan penggunaan standar aksara di wilayah masing-masing.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi memberikan apresiasi atas upaya pelestarian Aksara Kaganga milik suku Rejang di Provinsi Bengkulu yang dilakukan kalangan masyarakat dan pemda setempat.

Staf Direktorat Kepercayaan Terhadap Tuhan YME dan Masyarakat Adat Kemendikbudristek Ratna Yunasih menilai tidak banyak komunitas atau kelompok anak muda punya inisiatif dan semangat melestarikan warisan budaya daerah. Meskipun secara lisan mereka masih memakai bahasa Rejang, tetapi dalam tulis-menulis dinilai masih kurang.

Pengurus Daerah AMAN Rejang Lebong Khairul Amin menuturkan di Kabupaten Rejang Lebong saat ini sudah memiliki lima desa adat atau kutei, yakni Kutei Cawang An, Kayu Manis, Lubuk Kembang, Air Lanang, dan Kutei Seguring.

Baca Juga:

Senarai Lonely Planet’s The Best in Travel 2024, Jakarta Peringkat Ketujuh

kaganga
Upaya pelestarian Aksara Kaganga dilakukan sebagai muatan lokal (mulok) di setiap SD di Rejang Lebong. (ANTARA/Nur Muhamad)

Aksara Kaganga ini sudah ada sejak ratusan tahun lalu dan diakui oleh ilmuwan luar negeri sebagai salah satu bahasa tertua yang masih ada di dunia.

Untuk menjaga agar Aksara Kaganga tak punah dan dapat dipelajari kalangan anak-anak. Maka Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat sejak 2018 memasukkan Aksara Kaganga dalam mata pelajaran di sekolah dasar.

Kepala Dikbud Rejang Lebong Rezza Pakhlevie menjelaskan upaya pelestarian Aksara Kaganga dilakukan sebagai muatan lokal (mulok) di setiap SD di Rejang Lebong.

Selain menjadikan pelajaran Aksara Kaganga sebagai mulok di SD di Rejang Lebong, juga memperbanyak buku yang mengajarkan aksara Kaganga. Buku-buku ini dibagikan melalui taman bacaan dan perpustakaan di setiap desa dan kelurahan di 15 kecamatan.

Penggunaan Aksara Kaganga dan bahasa Rejang saat ini oleh masyarakat lokal mulai jarang. Hal ini terjadi seiring kemajuan zaman serta masuknya penduduk dari luar ke daerah itu sehingga mempengaruhi penggunaan bahasa sehari-hari.

Pemkab Rejang Lebong jauh hari telah mengupayakan agar adat istiadat penduduk lokal tidak punah oleh kemajuan zaman. Upaya perlindungan adat istiadat ini dituangkan dalam Peraturan Daerah Kabupaten Rejang Lebong Nomor 2 Tahun 2007 tentang Pemberlakuan Hukum Adat Istiadat dalam Wilayah Kabupaten Rejang Lebong. Juga ada Perda Nomor 5 Tahun 2018 tentang Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Hukum Adat di Kabupaten Rejang Lebong. (*)

Baca Juga:

Kota Solo jadi Anggota Jaringan Kota Kreatif Dunia UNESCO

#November Sebangsa Berkibar #Wisata #Budaya #Pendidikan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

P Suryo R

Stay stoned on your love
Show More

Berita Terkait

Travel
Kapal Pesiar Mewah Terdampar di Kamboja, Boncos Bahan Bakar Mahal
Kapal ini berangkat dari Belfast pada Oktober 2024 untuk melakukan pelayaran berkelanjutan keliling dunia.
Dwi Astarini - Rabu, 28 Oktober 2026
Kapal Pesiar Mewah Terdampar di Kamboja, Boncos Bahan Bakar Mahal
Indonesia
Tiket Masuk Ancol Diusulkan Gratis untuk Warga Jakarta, Begini Respons Pramono
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan tiket masuk Ancol tak bisa gratis. Hanya penerima KJP yang bisa menikmatinya.
Soffi Amira - Rabu, 28 Oktober 2026
Tiket Masuk Ancol Diusulkan Gratis untuk Warga Jakarta, Begini Respons Pramono
Indonesia
Kemensos Ungkap Alasan di Masih Ada Sekolah yang Tolak Siswa Disabilitas
Kementerian Sosial menginginkan semua anak disasbilitas apa pun jenisnya dari disabilitas yang terlihat dan tidak terlhat dapat menikmati layanan pendidikan dari negara.
Dwi Astarini - Senin, 26 Oktober 2026
Kemensos Ungkap Alasan di Masih Ada Sekolah yang Tolak Siswa Disabilitas
Infografis
Negara-Negara Underrated yang Bisa Dikunjungi Tanpa Ribet Bikin Visa, Yuk Masukkan Ke Itinerary!
MPpeeps jiwa petualang pasti merasa puas jika mengunjungi destinasi wisata unik yang ada di seluruh dunia!
Rezita Kesuma - Senin, 26 Oktober 2026
Negara-Negara Underrated yang Bisa Dikunjungi Tanpa Ribet Bikin Visa, Yuk Masukkan Ke Itinerary!
Travel
Menikmati Jeda di Tengah Alam, Cobain Airbnb Experiences Bertema Alam dan Aktivitas Outdoor di Bali
Nature & Outdoor Experiences menawarkan beragam cara bagi wisatawan untuk menikmati keindahan alam Bali dengan cara yang berbeda.
Dwi Astarini - Jumat, 23 Oktober 2026
Menikmati Jeda di Tengah Alam, Cobain Airbnb Experiences Bertema Alam dan Aktivitas Outdoor di Bali
Dunia
34 Anak Tewas, 50 Lainnya Luka-Luka dalam Insiden Atap Sekolah Roboh di Paskitan
Anak-anak yang tewas atau terluka di sekolah Al-Khair tersebut berusia 6 hingga 12 tahun.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
  34 Anak Tewas, 50 Lainnya Luka-Luka dalam Insiden Atap Sekolah Roboh di Paskitan
Indonesia
Pemerintah Rampungkan Skema Kebijakan Pendidikan Gratis dari SD Sampai Kuliah
Pemerintah turut mematangkan afirmasi khusus bagi pemenuhan hak belajar anak-anak di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
Pemerintah Rampungkan Skema Kebijakan Pendidikan Gratis dari SD Sampai Kuliah
Indonesia
Panduan Lengkap Kesetaraan Paket C yang Wajib Kamu Tahu: Syarat, Kurikulum, dan Cara Lulus Terbaru
Masih bingung apa itu pendidikan kesetaraan dan Kejar Paket C? Temukan info lengkap soal syarat masuk, metode belajar, hingga cara resmi mendapat ijazah di sini!
Angga Yudha Pratama - Kamis, 08 Oktober 2026
Panduan Lengkap Kesetaraan Paket C yang Wajib Kamu Tahu: Syarat, Kurikulum, dan Cara Lulus Terbaru
Indonesia
Pelanggan Kereta Panoramic Naik, KAI Catat 140.583 Orang hingga Agustus 2026
Pelanggan Kereta Panoramic mencapai 140.583 orang sepanjang Januari-Agustus 2026, tumbuh 62,86 persen dibandingkan periode yang sama 2025.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 06 Oktober 2026
Pelanggan Kereta Panoramic Naik, KAI Catat 140.583 Orang hingga Agustus 2026
Indonesia
FSGI Catat 100 Kasus Kekerasan di Satuan Pendidikan, 60 Persen Kekerasan Seksual
FSGI mencatat 100 kasus kekerasan di satuan pendidikan sepanjang Januari-September 2026. Sebanyak 60 persen merupakan kekerasan seksual.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 06 Oktober 2026
FSGI Catat 100 Kasus Kekerasan di Satuan Pendidikan, 60 Persen Kekerasan Seksual
Bagikan