Kader Partai Golkar Yogyakarta Minta Setya Novanto Kooperatif
Ketua Dewan Pertimbambangan DPD Partai Golkar DIY, Gandung Pardiman. (MP/Teresa Ika)
MerahPutih.com - Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto yang sudah ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi proyek e-KTP diminta bersikap kooperatif.
"Kami mohon Pak Setnov (Setya Novanto) juga sadar (kasus hukumnya) akan kooperatif," kata kader Golkar DIY yang juga Koordinator Tri Karya Gandung Pardiman dalam konferensi pers di Gandung Pardiman Center Imogiri, Bantul, DI Yogyakarta, Minggu (19/11).
Menurut Gandung, setelah Ketua Umum Partai Golkar Setnov ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi e-KTP oleh KPK, kader-kader partai Golkar terus berkomunikasi untuk menyikapi hal itu, karena diakui kasus itu ibarat 'badai' yang luar biasa.
"Dari teman-teman setelah kami bincang-bincang bagaimana KPK juga harus profesional, kemudian kalau memang itu ada kesalahan (terhadap Setya Novanto) ya silakan (diproses) sesuai hukum," kata Ketua Dewan Pembina Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar DI Yogyakarta ini.
Namun, kalau tidak terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi seperti yang disangkakan KPK, Gandung mendesak Setya Novanto segera dibebaskan. (*)
Sumber: ANTARA
Bagikan
Berita Terkait
Golkar Usul Pilkada Dipilih DPRD, PKB: Ide Lama Cak Imin
Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya Terjaring OTT KPK, Golkar Hormati Proses Hukum
Golkar Solo Bakal Gelar Tasyakuran Soeharto Jadi Pahlawan Nasional
Bahlil Lahadalia Minta Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Ungkit Peran Transmigrasi dalam 'Menjodohkan' Suku Jawa dan Papua
Bebas Bersyarat Setya Novanto Digugat ke PTUN, Kuasa Hukum ARUKKI dan LP3HI: Masih Terlibat Kasus TPPU
Idrus Marham Yakin Bahlil Setia ke Prabowo Meski Dihujat di Media Sosial
Kritik Terhadap Bahlil Lahadalia Dinilai Sudah Kebablasan dan Menyerang Personal Tanpa Berlandaskan Fakta, Golkar Siap Tempur?
Ketum Bahlil Lahadiala Bagikan 610 Ribu Paket Sembako Peringati HUT Ke-61 Partai Golkar
Golkar Nilai Wacana Soeharto Jadi Pahlawan Nasional Sebagai Hal Wajar, Era Orde Baru Resmi Dihormati Negara?
Bahlil Tolak Tunduk Narasi Negatif, Golkar Klaim Publik Lebih Cerdas Menilai