Jus dan Smooties, Lebih Sehat Mana?
Smooties dan jus memiliki keunggulan masing-masing. (Foto: Pixabay/silviarita)
JUS dan smoothies memang sering dianggap sama oleh banyak orang. Alasannya, kedua minuman sehat itu memiliki bahan dasar buah, sayur atau keduanya. Padahal hal itu adalah anggapan yang salah. Jus dan smooties memiliki tekstur dan rasa yang jauh berbeda.
Selain itu terdapat campuran untuk membuat smoothies seperti susu, yogurt dan coklat. Sementara jus hanya berupa buah-buahan, sayur atau keduanya tanpa campuran apapun. Karena campuran itulah maka banyak juga yang menganggap smooties jauh lebih sehat.
Baca juga:
Mengutip dari Life Hacker, buah dan sayuran yang dijus akan membuat nilai seratnya menghilang. Itu sangat disayangkan karena kita membutuhkan nutrisi yang dibutuhkan tubuh. Serat membantu melancarkan pencernaan dan mengontrol kadar gula darah. Tak hanya itu akibat terbuangnya serat, kadar antioksidan jus juga dinilai lebih rendah. Sementara smoothies masih mendapatkan fiber dan serat.
Baca juga:
Walau begitu, dari segi kalori, jus lebih baik dari smoothies, terutama bagi mereka yang sedang program diet. Hal ini karena kalori smoothies lebih tinggi, hasil dari penambahan bahan-bahan makanan lain di luar buah dan sayur seperti susu maupun yogurt. Selain itu ada banyak vitamin dan fitonutrien dalam jus. Jusnya juga menjadi sumber gula yang lebih pekat daripada buah aslinya, meski mungkin kurang baik untuk tubuh.
Jadi dari Smoothies dan jus sebenarnya semua baik untuk dikonsumsi dan memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing. Akan tetapi untuk mengonsumsi sayuran dan buah baiknya jangan di blander untuk mempertahankan nilai serat yang terdapat pada sayur dan buah tersebut sehingga tubuh kita tidak kekurangan serat dan tetap sehat juga pencernaan menjadi lebih baik. (Jhn)
Baca juga:
Bagikan
Berita Terkait
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya