Jubir TKN: Prabowo Jangan Lempar Batu Sembunyi Tangan

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Senin, 26 November 2018
Jubir TKN: Prabowo Jangan Lempar Batu Sembunyi Tangan

Presiden Joko Widodo saat menyerahkan 1.300 sertifikat hak atas tanah untuk rakyat Lampung Tengah, Jumat (23/11) siang. (@sekretariat.kabinet)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Juru Bicara Tim Pemenangan Jokowi-Ma'ruf Amin, Irma Suryani Chaniago mengomentari pernyataan Capres Prabowo Subianto yang menyebut ada elite yang diam-diam mendukung dirinya karena takut ancaman dan tekanan.

Irma mengibaratkan, kubu Prabowo seperti lempar batu sembunyi tangan lantaran secara tidak langsung telah menuding pemerintahan Jokowi sebagai pelakunya. Padahal kata dia, justru kubu Prabowo yang kerap melakukan tekanan, persekusi hingga bully.

"Yang selama ini suka menekan-nekan siapa ya? selama ini yang suka menekan dengan politisasi SARA siapa? yang suka melakukan penekanan, suka bully dan juga mengkafir-kafirkan orang siapa? bukan dari kita," kata Irma di posko Cemara, Senin (26/11).

Irma menyebut, Prabowo sengaja melempar isu yang kemudian menyalahkan kubu Jokowi atau pemerintah. "Jadi jangan lempar isu yang kemudian Jokowi yang disalahkan yang dibilang ngompor-ngomporin. Jokowi yang kena imbasnya. Jadi lempar batu sembunyi tangan. jangan seperti itu," imbaunya.

Prabowo diserbu warga usai berpidato di Balikpapan
Prabowo Subianto diserbu warga di Balikpapan (Divisi Media dan Komunikasi BPN Prabowo-Sandi)

Irma menyarankan kubu Prabowo melapor ke pihak berwajib jika hal itu benar adanya dan tidak berbicara di media massa hingga memunculkan polemik.

"Kalau benar ada yang ditekan-tekan silahkan lapor polisi dong. kan kita punya hukum," pungkasnya.

Sebelumnya, Calon Presiden Prabowo Subianto mengaku pernah kedatangan elite yang menyatakan dukungan politik kepadanya.

Namun, karena merasa diancam dan ditekan, para elite itu enggan mendukung secara terang-terangan. Hal itu disampaikan Prabowo saat menghadiri acara pembekalan relawan Prabowo-Sandi di Istora Senayan, Jakarta, Kamis (22/11) lalu.

"Saya sering kedatangan elite. Entah pakai gelar ini, gelar itu, pakai posisi ini, dan posisi itu. Dan mereka bilang, Pak Prabowo, kami ingin mendukung Pak Prabowo. Tapi kami ditekan kami diancam. Jadi kami akan mendukung Pak Prabowo diam-diam, kami akan mendukung Pak Prabowo dari belakang," ucap Prabowo. (fdi)

#Jokowi #Jokowi-Ma'ruf Amin
Bagikan
Ditulis Oleh

Fadhli

Berkibarlah bendera negerku, tunjukanlah pada dunia.

Berita Terkait

Indonesia
Ketua Komisi III DPR Sebut Restorative Justice Kasus Ijazah Jokowi, Bukti Implementasi KUHP Baru
Penerapan mekanisme keadilan restoratif (restorative justice/RJ) dalam perkara tersebut mencerminkan arah kebijakan hukum pidana nasional di masa depan.
Dwi Astarini - Senin, 19 Januari 2026
Ketua Komisi III DPR Sebut Restorative Justice Kasus Ijazah Jokowi, Bukti Implementasi KUHP Baru
Indonesia
Eggi Sudjana Ajukan RJ ke Polda, Kasus Hoaks Ijazah Jokowi Berpotensi Damai
Tersangka Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis telah mengajukan surat permohonan restorative justice (RJ) ke Polda Metro Jaya.
Wisnu Cipto - Jumat, 16 Januari 2026
Eggi Sudjana Ajukan RJ ke Polda, Kasus Hoaks Ijazah Jokowi Berpotensi Damai
Indonesia
Kuasa Hukum Jokowi: Terlalu Dini Simpulkan Restorative Justice usai Pertemuan dengan Eggi Sudjana
Kuasa hukum Jokowi, Yakup Hasibuan mengatakan, terlalu dini membicarkan restorative justice usai kliennya bertemu dengan Eggi Sudjana.
Soffi Amira - Sabtu, 10 Januari 2026
Kuasa Hukum Jokowi: Terlalu Dini Simpulkan Restorative Justice usai Pertemuan dengan Eggi Sudjana
Indonesia
Jokowi Maafkan 2 Tersangka Kasus Ijazah Palsu, PSI: Proses Hukum Harus Tetap Berjalan
Presiden ke-7 RI, Jokowi, memaafkan dua tersangka kasus ijazah palsu. Namun, PSI menyebutkan bahwa proses hukum harus tetap berjalan.
Soffi Amira - Sabtu, 10 Januari 2026
Jokowi Maafkan 2 Tersangka Kasus Ijazah Palsu, PSI: Proses Hukum Harus Tetap Berjalan
Indonesia
2 Tersangka Kasus Ijazah Palsu Kunjungi Rumah Jokowi di Solo, Apa Saja yang Dibahas?
Dua tersangka kasus ijazah palsu menemui Jokowi di Solo, Kamis (8/1) sore. Lokasi kediamannya pun langsung disterilkan.
Soffi Amira - Jumat, 09 Januari 2026
2 Tersangka Kasus Ijazah Palsu Kunjungi Rumah Jokowi di Solo, Apa Saja yang Dibahas?
Indonesia
Sidang Gugatan Ijazah Jokowi, Tergugat tak Bisa Tunjukkan Ijazah karena Dibawa Polda Metro
Tim kuasa hukum tergugat hanya mengajukan satu alat bukti berupa salinan hasil pemindaian laporan polisi yang menyatakan ijazah sedang disita.
Dwi Astarini - Rabu, 07 Januari 2026
Sidang Gugatan Ijazah Jokowi, Tergugat tak Bisa Tunjukkan Ijazah karena Dibawa Polda Metro
Indonesia
SBY Dibawa-bawa dalam Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Demokrat Tegaskan itu Fitnah
Susilo Bambayng Yudhoyono (SBY) dikaitkan dengan isu ijazah palsu Jokowi. Partai Demokrat pun menegaskan, bahwa hal itu merupakan fitnah.
Soffi Amira - Jumat, 02 Januari 2026
SBY Dibawa-bawa dalam Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Demokrat Tegaskan itu Fitnah
Berita
Polda Metro Gelar Perkara Khusus Tunjukkan Ijazah Asli, Jokowi: soal Maaf Urusan Pribadi
Jokowi menegaskan memaafkan para tersangka merupakan urusan pribadi, sedangkan masalah hukum tetap jalan.
Dwi Astarini - Rabu, 24 Desember 2025
Polda Metro Gelar Perkara Khusus Tunjukkan Ijazah Asli, Jokowi: soal Maaf Urusan Pribadi
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Anies Gelar Syukuran setelah Roy Suryo Dipenjara atas Kasus Dugaan Hoaks Ijazah Palsu Jokowi
Diketahui, konteks asli video yakni momen Anies tumpengan dalam peresmian jembatan jembatan gantung di Desa Cihanjuang, Pandeglang, Banten.
Dwi Astarini - Rabu, 24 Desember 2025
[HOAKS atau FAKTA]: Anies Gelar Syukuran setelah Roy Suryo Dipenjara atas Kasus Dugaan Hoaks Ijazah Palsu Jokowi
Indonesia
Amien Rais, Refly Harun, dan Rismon Datangi PN Solo untuk Sidang Ijazah Palsu
Amien Rais mengatakan, sampai kapan pun, Jokowi tidak akan menunjukkan ijazahnya karena memang tidak punya ijazah.
Dwi Astarini - Rabu, 24 Desember 2025
Amien Rais, Refly Harun, dan Rismon Datangi PN Solo untuk Sidang Ijazah Palsu
Bagikan