Jokowi Menang Telak di Survei SMRC, PKS: Dulu Pak Ahok Juga!

Wisnu CiptoWisnu Cipto - Senin, 08 Oktober 2018
Jokowi Menang Telak di Survei SMRC, PKS: Dulu Pak Ahok Juga!

Presiden Jokowi di hari HUT TNI. Foto: Setkab

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Wakil Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Hidayat Nur Wahid menanggapi santai hasil survei Saiful Mujani Research and Consunting (SMRC).

Survei terbaru SMRC menempatkan pasangan Jokowi-Maruf unggul telak 60,4 persen, dedangkan pasangan Prabowo-Sandiaga berada di persentase 28,9 persen.

Petinggi PKS itu malah menyindir SMRC ketika menjelang Pilkada DKI 2017 juga mengumumkan hasil survei yang menunjukkan calon petahanan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menang telak. Namun, hasil akhirnya di lapangan Pilkada DKI malah dimenangkan pasangan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno yang diusung PKS dan Gerindra.

Ahok
Ahok menghadiri acara malam pergantian tahun baru 2016 di Ancol. Foto: MP

"Ya enggak papa, itu biasa saja. Dulu Pak Ahok (Pilkada DKI) juga gitu kok. Jadi 'rakyat masih percaya', itu hak rakyat. Itu juga hak lembaga survei," kata Hidayat di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (8/10).

Hidayat justru mempertanyakan kapasitas lembaga survei pimpinan Saiful Mujani itu. Pasalnya, dalam beberapa kali survei, hasilnya dinilai menguntungkan kubu petahana.

"Publik juga sudah paham kok SMRC itu apa dan siapa. Dan sekaligus karenanya kualitasnya seperti apa orang juga sudah hapal," ucapnya.

"Jadi silakan lewat survei apapun bahkan 90 persen pun juga boleh, tapi rakyat sudah sangat hapal dengan itu semua. Sekali lagi, pemilu itu di tangan rakyat, bukan di tangan lembaga survei," tegasnya.

Politikus PKS Hidayat Nur Wahid
Politikus PKS Hidayat Nur Wahid (Foto: MP/Fadhli)

Menurut Wakil Ketua MPR ini masih banyak waktu bagi pihaknya untuk mendongkrak elektabilitas Prabowo-Sandiaga.

"Kita lihat saja karena memang menuju April 2019 masih sangat lama, maka masih akan begitu banyak peristiwa yang akan terjadi," pungkasnya. (Pon)

#Pilpres 2019 #PKS #Jokowi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Wisnu Cipto

Jurnalis dan penulis profesional selama dua dekade di industri media, mulai dari koran, televisi, hingga konten digital. Lulusan FISIP UI terlatih merangkai kata-kata terkait isu sosial-budaya-politik-hukum secara akurat dan relevan bagi pembaca, dengan kiblat kode etik jurnalistik dan verifikasi-verifikasi-verifikasi ... Pemegang sertifikasi kompetensi dari Lembaga Pers Dr.Soetomo (LPDS), yang coba terus belajar berkarya dengan 'hati'.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
DPR Desak Pemerintah Tindak Lanjuti Rekomendasi Pencabutan Izin 23 Korporasi
Penanganan karhutla tidak cukup hanya melalui proses pidana, tetapi juga harus menyasar izin usaha dan kewajiban pemulihan lingkungan.
Dwi Astarini - 2 jam, 6 menit lalu
DPR Desak Pemerintah Tindak Lanjuti Rekomendasi Pencabutan Izin 23 Korporasi
Indonesia
DPR Desak Hukuman Maksimal bagi Tersangka Karhutla, 20 Korporasi yang Terlibat Harus Tanggung Jawab
Mendesak penegakan hukum dilakukan hingga tuntas dengan menjatuhkan hukuman maksimal kepada pihak yang terbukti bersalah.
Dwi Astarini - 2 jam, 33 menit lalu
DPR Desak Hukuman Maksimal bagi Tersangka Karhutla, 20 Korporasi yang Terlibat Harus Tanggung Jawab
Indonesia
Akan Dipanggil sebagai Saksi Pelapor Fitnah Ijazah Palsu, Jokowi: Insya Allah Saya Hadir
Ayah Wapres Gibran Rakabuming Raka ni menegaskan pihaknya akan hadiri sidang asalkan surat panggilan diterima.
Dwi Astarini - Kamis, 29 Oktober 2026
Akan Dipanggil sebagai Saksi Pelapor Fitnah Ijazah Palsu, Jokowi: Insya Allah Saya Hadir
Indonesia
Jokowi akan Dihadirkan dalam Sidang Kasus Dugaan Hoaks Ijazah Palsu yang Menjerat Roy Suryo dan Dr Tifa
Jaksa akan memanggil Jokowi dan Syarif di persidangan pada Kamis (5/11).
Dwi Astarini - Rabu, 28 Oktober 2026
Jokowi akan Dihadirkan dalam Sidang Kasus Dugaan Hoaks Ijazah Palsu yang Menjerat Roy Suryo dan Dr Tifa
Indonesia
Jokowi Dijadwalkan Jadi Saksi Sidang Hoaks Ijazah Palsu, Roy Suryo: Ditunggu Masyarakat Satu Indonesia
Jaksa akan menghadirkan Jokowi sebagai saksi dalam sidang Roy Suryo pekan depan. Roy menyebut kehadiran mantan presiden itu telah lama dinantikan.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 28 Oktober 2026
Jokowi Dijadwalkan Jadi Saksi Sidang Hoaks Ijazah Palsu, Roy Suryo: Ditunggu Masyarakat Satu Indonesia
Indonesia
Presiden PKS Instruksikan Pejabat Partai Sisihkan Gaji untuk Bantu Korban Karhutla
Almuzzammil Yusuf menginstruksikan pejabat partai menyisihkan gaji untuk korban karhutla, menyiapkan layanan kesehatan darurat, dan mendesak penegakan hukum.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 20 Oktober 2026
Presiden PKS Instruksikan Pejabat Partai Sisihkan Gaji untuk Bantu Korban Karhutla
Indonesia
Jokowi Belum Bicara soal Prabowo-Gibran 2 Periode, Begini Sikap Gerindra
Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, belum tegas menyatakan dukungan Prabowo-Gibran dua periode. Gerindra pun menanggapi hal tersebut.
Soffi Amira - Senin, 12 Oktober 2026
Jokowi Belum Bicara soal Prabowo-Gibran 2 Periode, Begini Sikap Gerindra
Berita
Perkembangan Kasus Ijazah Gibran Terkini: Dari Hak Angket hingga Laporan Bareskrim
Perkembangan kasus ijazah Gibran terkini mencakup putusan MK, wacana pansus dan hak angket DPR, respons Jokowi, hingga pengaduan ke Bareskrim.
ImanK - Minggu, 11 Oktober 2026
Perkembangan Kasus Ijazah Gibran Terkini: Dari Hak Angket hingga Laporan Bareskrim
Indonesia
Kabut Asap Ganggu Malaysia, PKS Desak Prabowo Ambil Langkah Besar di ASEAN
PKS mendesak Presiden Prabowo Subianto memimpin upaya ASEAN mengatasi kabut asap lintas batas akibat karhutla dan memperkuat kerja sama dengan Malaysia.
Frengky Aruan - Sabtu, 10 Oktober 2026
Kabut Asap Ganggu Malaysia, PKS Desak Prabowo Ambil Langkah Besar di ASEAN
Indonesia
Gibran Didesak Pemakzulan dan tak Bisa Maju Pilpres 2029, Jokowi: tak Masalah
Jokowi menegaskan negara Indonesia punya mekanisme demokrasi yang harus dilalui, sesuai dengan konstitusi serta sesuai aturan hukum yang berlaku.
Dwi Astarini - Kamis, 08 Oktober 2026
Gibran Didesak Pemakzulan dan tak Bisa Maju Pilpres 2029, Jokowi: tak Masalah
Bagikan