Jokowi Kesal dengan Manuver Nasdem ke PKS?

Andika PratamaAndika Pratama - Kamis, 07 November 2019
Jokowi Kesal dengan Manuver Nasdem ke PKS?

Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman dan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh di kantor DPP PKS, Rabu (30/10) (Donny/PKSFoto)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Sindiran yang disampaikan oleh Presiden Joko Widodo kepada Surya Paloh soal pelukannya dengan petinggi PKS, Sohibul Iman adalah untuk merespon pertemuan Nasdem dengan partai oposisi tersebut.

Pengamat politik Wempy Hadir menilai, bagi Jokowi apa yang dilakukan oleh Nasdem adalah sebuah manuver politik. Padahal, Nasdem merupakan salah satu anggota kaolisi dalam Kabinet Indonesia Maju. Bahkan Jokowi memberikan tiga pos menteri kepada Nasdem.

Baca Juga

Temui PKS, Surya Paloh Dianggap 'Ngambek' Politik

"Kalau melihat gestur Pak Jokowi dalam pidatonya, sepertinya dia tidak nyaman dengan manuver politik yang dilakukan oleh Surya Paloh," kata Wempy kepada Merahputih.com di Jakarta, Kamis (7/11).

Direktur Indo Polling Network ini menambahkan, semestinya ada etika dalam membangun komunikasi dengan pihak oposisi, sebab Nasdem sendiri merupakan bagian yang tidak perpisahan dari kekuasaan hari ini dinahkodai oleh Jokowi dan Maruf Amin.

Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh (kiri) berpelukan dengan Presiden PKS Sohibul Iman. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari
Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh (kiri) berpelukan dengan Presiden PKS Sohibul Iman. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

Wempy melihat Jokowi tidak kwatir mana kala Nasdem mau berkoalisi dengan PKS. Yang dia sayangkan sebenarnya soal etika komunikasi saja. Kecuali kalau PDIP yang melakukan manuver, maka Jokowi mungkin akan kepikiran.

"Sebab PDIP merupakan home based Jokowi sejak dia masuk dalam perrarungan politik mulai dari wali kota Solo hingga menjadi presiden," imbuh Wempy.

Baca Juga

Presiden PKS Bocorkan Materi Pertemuannya dengan Surya Paloh

Wempy menyebut, jika Nasdem berkoalisi dengan PKS, sebenarnya Jokowi tidak pusing sebab masih banyak partai lain yang hendak mau bergabung tetapi menunggu momentum.

"Jokowi sama sekali tidak ada beban jika Nasdem hendak berkoalisi dengan PKS. Apalagi ini merupakan puncak tertinggi karir Jokowi. Dia kan tidak bisa calon presiden lagi. Sehingga tidak mempunyai beban untuk menahan partai-partai yang melakukan manuver politik," imbuh Wempy.

"Justru partai koalisi harus berhati-hati dalam melakukan manuver politik karena bisa merugikan partai itu sendiri;" pungkas Wempy.

Seperti diketahui, Jokowinsaat menghadiri Hari Ulang Tahun (HUT) Partai Golkar ke-55 di Golden Ballroom Hotel Sultan, Jakarta, Rabu (6/11), menyinggung pertemuan antara Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh dengan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman beberapa waktu lalu.

Jokowi sempat menggoda Surya Paloh yang menurut Presiden Jokowi terlihat seperti lebih bahagia setelah bertemu Sohibul Iman. Candaan tersebut langsung disambut tawa dari hadirin yang datang pada acara tersebut.

Tak Berkeringat

Baca Juga Surya Paloh Temui PKS karena Kecewa Ada Kelompok yang Diberi Jabatan Menteri

“Bapak Surya Paloh yang kalau dilihat malam ini, beliau cerah dari biasanya, sehabis pertemuan beliau dengan Pak Sohibul Iman di PKS,” ucap Jokowi yang disambut tawa hadirin.

“Wajahnya cerah, setelah beliau berdua berangkulan dengan Pak Sohibul Iman,” sambung Jokowi yang kembali disambut riuh seisi ruangan. (Knu)

#Surya Paloh #Sohibul Iman #Partai Nasdem #Partai Keadilan Sejahtera (PKS)
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Demokrat Usul Dapil Nasional di Tengah Wacana Parliamentary Threshold 7 Persen
Demokrat lebih menyoroti potensi banyaknya suara rakyat yang hangus akibat penerapan PT.
Dwi Astarini - Minggu, 20 September 2026
Demokrat Usul Dapil Nasional di Tengah Wacana Parliamentary Threshold 7 Persen
Indonesia
NasDem Usulkan Pemberian Insentif Bagi Ibu Rumah Tangga
Kebijakan tersebut perlu dipandang sebagai investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan memperkuat keluarga sebagai fondasi pembangunan.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 12 Agustus 2026
NasDem Usulkan Pemberian Insentif Bagi Ibu Rumah Tangga
Indonesia
Gerindra Bantah Isu Fusi dengan NasDem, Dasco: Tidak Pernah Dibahas
Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, membantah soal isu merger dengan NasDem. Ia menegaskan, tidak ada pembicaraan resmi.
Soffi Amira - Rabu, 22 April 2026
Gerindra Bantah Isu Fusi dengan NasDem, Dasco: Tidak Pernah Dibahas
Indonesia
DPW NasDem Jatim Sampaikan Sikap Resmi Terkait Isu Merger
DPW Partai Nasdem Jawa Timur menegaskan tetap menghormati kebebasan pers sebagai salah satu pilar demokrasi.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 15 April 2026
DPW NasDem Jatim Sampaikan Sikap Resmi Terkait Isu Merger
Indonesia
Sebut Kader Pindah ke PSI Bisa Dihitung Jari, Saan Mustopa: NasDem Tetap Solid
Wakil Ketua Umum Partai NasDem, Saan Mustopa menegaskan kondisi internal partainya tetap solid meskipun sejumlah kader diketahui berpindah ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Frengky Aruan - Senin, 13 April 2026
Sebut Kader Pindah ke PSI Bisa Dihitung Jari, Saan Mustopa: NasDem Tetap Solid
Indonesia
Fusi Partai NasDem dan Gerindra Bukan Perkara Mudah, Saan Mustopa: Belum Menjadi Pembicaraan Internal
Wakil Ketua Umum Partai NasDem, Saan Mustopa menanggapi munculnya isu mengenai kemungkinan fusi atau penggabungan antara Partai NasDem dengan Partai Gerindra.
Frengky Aruan - Senin, 13 April 2026
Fusi Partai NasDem dan Gerindra Bukan Perkara Mudah, Saan Mustopa: Belum Menjadi Pembicaraan Internal
Indonesia
Sampai 20 Politisi Bakal Gabung PSI karena Jokowi, Termasuk dari Partai NasDem
Hal ini disampaikan Ketua Bidang Politik DPP PSI, Bestari Barus, yang juga menjelaskan ada politisi yang rela meninggalkan jabatan strategis di parlemen demi bergabung.
Frengky Aruan - Senin, 13 April 2026
Sampai 20 Politisi Bakal Gabung PSI karena Jokowi, Termasuk dari Partai NasDem
Indonesia
Kelakar saat RDP Komisi XIII DPR RI di Tengah Isu Merger NasDem-Gerindra: dari Gondangdia ke Kertanegara
Candaan disampaikan Ketua Komisi XIII DPR Willy Aditya melihat anggota DPR Fraksi NasDem Muslim Ayub duduk bersebelahan dengan anggota DPR Fraksi Gerindra Anwar Sadad dalam ruang rapat.
Frengky Aruan - Senin, 13 April 2026
Kelakar saat RDP Komisi XIII DPR RI di Tengah Isu Merger NasDem-Gerindra: dari Gondangdia ke Kertanegara
Indonesia
Willy Aditya Kelakar Soal Merger Gerindra-NasDem di Rapat DPR
Willy Aditya berkelakar soal merger Gerindra dan NasDem dalam rapat DPR. Candaan ini muncul di tengah isu politik yang tengah berkembang.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 13 April 2026
Willy Aditya Kelakar Soal Merger Gerindra-NasDem di Rapat DPR
Indonesia
Kabar Jokowi 'Caplok' Partai NasDem, Jubir PSI Bestari: Tidak Benar, Coba Bentuk Opini Publik Negatif
Jubir PSI yang merupakan mantan kader NasDem heran Jokowi selalu disebut-sebut.
Frengky Aruan - Senin, 13 April 2026
Kabar Jokowi 'Caplok' Partai NasDem, Jubir PSI Bestari: Tidak Benar, Coba Bentuk Opini Publik Negatif
Bagikan