Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Jogja Noise Bombing Festival Kembali Digelar Secara Luring

Febrian AdiFebrian Adi - Rabu, 11 Januari 2023
Jogja Noise Bombing Festival Kembali Digelar Secara Luring

Jogja Noise Bombing kembali digelar secara luring. (JNB Festival)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

EVENT ini pada tahun lalu diselenggarakan secara daring. Untuk tahun ini festival musik noise terbesar di Indonesia, Jogja Noise Bombing Festival (JNB) kembali digelar secara luring.

Jogja Noise Bombing Festival 2023 kali ini menghadirkan pelbagai pelaku musik noise dari dalam dan luar negeri. Hadir melengkapi line-up yang ada, Waterflower (Latvia), Smomid (AS), Jonas Engel (Denmark), hingga Azlan Dawai (Malaysia).

Baca juga:

Rumkicks Hanya Bawakan Tiga Lagu dalam Tur di Jakarta

Lihat postingan ini di Instagram

Sebuah kiriman dibagikan oleh Jogja Noise Bombing (@jogjanoiseclub)

Selain macanegara, JNB juga turut dimeriahkan oleh segudang pelaku musik noise dalam negeri seperti Rajadansa (Jakarta), Funtime (Bali), Nasu (Solo), Dualizm (Bandung), Ethonoism (Bogor), Bathera (Yogyakarta), Detroak (Tulungagung), Korosif (Kediri) hingga Saaba (Tangerang).

Selain itu, ada beberapa hal baru yang menarik untuk kembali menyambangi JNB Fest 2023 ini. Selain melihat progres regenarasi di tubuh komunitas JNB selaku penyelenggara. Tahun ini menjadi festival pertama yang melakukan open call dan para penampil dipilih oleh figur di luar anggota JNB. Salah satu alasannya adalah untuk membuat pemilihan penampil dari sudut pandang yang berbeda. Dipilihnya Wok The Rock (Yes No Wave) sebagai juri open call JNB Fest 2023 ini.

“Dipilihnya Wok The Rock sebagai juri Open Call selain sebagai salah satu tokoh yang memiliki referensi musik noise dan eksperimental yang luas. Wok juga sudah terbiasa melakukan kurasi untuk beberapa festival musik lain semisal Pestapora 2022” ungkap project manager JNB Fest 2023 Rio ‘Coffee Faith’ dalam keterangan resmi yang diterima Merah Putih, Selasa (10/1).

Baca juga:

Unit Hardcore Speed dari Australia Siap Tampil di Jakarta

Sebelumnya JNB membuka submission bagi musisi noise melalui Google Form. Terkumpul total 29 submission yang kemudian terpilih 22 musisi ditambah 6 invitation performer. Ke 28 pengisi JNB Fest kali ini berasal dari 16 kota di Indonesia dan 4 negara lain

JNB identik dengan performatif jalanan dan itu dianggap sebagai inovasi yang menarik dalam dunia pertunjukan, sehingga unsur street noise bombing (melakukan pertunjukkan noise ilegal di ruang publik) tidak sepenuhnya dihilangkan dari unsur festival-nya. Namun kemudian dikombinasikan dengan pembahasan yang selalu hangat di beberapa tahun terakhir yaitu desentralisasi dan inklusivitas. Maka akan terasa lebih relevan jika festival kali ini dipecah di berbagai titik dengan waktu yang hampir bersamaan.

JNB Fest 2023 diselenggarakan gratis selama dua hari, 21-22 Januari 2023. Hari pertama menggambarkan isu-isu sekarang mengenai desentralisasi. Itu yang kemudain menjadi alasan mengapa kegiatan pada hari itu dibuat menjadi paralel event. Lalu bekerjasama dengan beberapa kelompok kolektif yang ada di Yogya seperti Ruang Gulma Collective, Kombo, Lifepatch dan Tempuran Ambient Spasial di tempat terpisah. Sementara itu pre event yang diselenggarakan 20 Januari diorganisir oleh Bast Cultura. (far)

Baca juga:

Burgerkill Gelar Ekshibisi Digital 'The 25th Kill-versary: It Never Ends'

#Musik #Festival #Festival Musik
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Febrian Adi

part-time music enthusiast. full-time human.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

ShowBiz
Makna Lagu 'Un'estate Italiana', Lagu Tema FIFA World Cup 1990
Liriknya mengisahkan tentang mimpi, harapan, persatuan, dan perjuangan untuk menjadi yang terbaik, selaras dengan semangat yang mewarnai ajang Piala Dunia.
Dwi Astarini - Kamis, 23 Juli 2026
Makna Lagu 'Un'estate Italiana', Lagu Tema FIFA World Cup 1990
ShowBiz
Setelah 20 Tahun, Discus Resmi Merilis 'Live in Switzerland 2005' dalam Format CD
Lebih dari 20 tahun tersimpan sebagai rekaman legendaris, penampilan bersejarah Discus di ProgSol Festival Swiss akhirnya resmi dirilis dalam format CD.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 23 Juli 2026
Setelah 20 Tahun, Discus Resmi Merilis 'Live in Switzerland 2005' dalam Format CD
ShowBiz
Lirik 'La Copa de la Vida' dari Ricky Martin, Lagu Tema Piala Dunia yang tak Lekang Waktu
Lagu yang dirilis pada 1998 sebagai bagian dari album Vuelve ini memadukan unsur Latin pop, samba, dan musik dansa dengan irama yang penuh energi.
Dwi Astarini - Kamis, 23 Juli 2026
Lirik 'La Copa de la Vida' dari Ricky Martin, Lagu Tema Piala Dunia yang tak Lekang Waktu
ShowBiz
Resmi! for Revenge Jadi Pengisi Lagu Original Film 'Spider-Man: Brand New Day'
for Revenge resmi dipercaya membawakan lagu original versi Indonesia untuk film Spider-Man: Brand New Day.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 23 Juli 2026
Resmi! for Revenge Jadi Pengisi Lagu Original Film 'Spider-Man: Brand New Day'
ShowBiz
Makna Lagu 'When I'm Home', Soundtrack Emosional 'The Odyssey'
The Odyssey hanya menghadirkan satu lagu sebagai soundtrack utama, yakni When I'm Home (2026).
Dwi Astarini - Kamis, 23 Juli 2026
Makna Lagu 'When I'm Home', Soundtrack Emosional 'The Odyssey'
ShowBiz
Dream Catcher! Tuangkan Kisah Romansa Remaja dalam EP Debut Self Titled
EP yang diproduksi secara independen ini menghadirkan lima lagu yang disusun sebagai sebuah narasi utuh.
Dwi Astarini - Kamis, 23 Juli 2026
Dream Catcher! Tuangkan Kisah Romansa Remaja dalam EP Debut Self Titled
ShowBiz
Miki Matsubara Cetak Sejarah, 'Mayonaka no Door~stay with me' Tembus 500 Juta Streaming
Dirilis sejak 1979, 'Mayonaka no Door~stay with me' Miki Matsubara kembali mencetak sejarah. Lagu City Pop Jepang ini kini telah melampaui 500 juta streaming Spotify.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 22 Juli 2026
Miki Matsubara Cetak Sejarah, 'Mayonaka no Door~stay with me' Tembus 500 Juta Streaming
ShowBiz
Supple Rilis Album 'Nothing Can Explain', Hadirkan Eksplorasi Musik yang Lebih Matang
Supple membuka fase baru lewat album Nothing Can Explain. Delapan lagu dalam rilisan ini membawa pendengar menyusuri penyangkalan, obsesi, tekanan sosial, hingga survivor's guilt.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 22 Juli 2026
Supple Rilis Album 'Nothing Can Explain', Hadirkan Eksplorasi Musik yang Lebih Matang
Indonesia
Pencatatan Hak Cipta Lagu Kini Gratis, DJKI Berlakukan Tarif Rp 0 Mulai 1 Agustus 2026
Mulai 1 Agustus 2026, pencatatan hak cipta lagu dan musik resmi digratiskan. DJKI berharap kebijakan ini mendorong lebih banyak musisi mendaftarkan karya.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 22 Juli 2026
Pencatatan Hak Cipta Lagu Kini Gratis, DJKI Berlakukan Tarif Rp 0 Mulai 1 Agustus 2026
ShowBiz
The Jansen Tutup Trilogi Lewat Album 'Romantisasi Impulsif', Angkat Kisah Johan dan Marni
The Jansen resmi memperkenalkan album kelima, Romantisasi Impulsif, sebagai penutup trilogi setelah Banal Semakin Binal dan Durja Bersahaja.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 22 Juli 2026
The Jansen Tutup Trilogi Lewat Album 'Romantisasi Impulsif', Angkat Kisah Johan dan Marni
Bagikan