SINTESIS, Kolaborasi Tiga Seniman Graffiti Jogja yang Mempertemukan Mural, Musik, dan Skateboard

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Kamis, 10 September 2026
SINTESIS, Kolaborasi Tiga Seniman Graffiti Jogja yang Mempertemukan Mural, Musik, dan Skateboard

SINTESIS pertemukan tiga seniman grafitti. (Foto: dok/sintesis)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Perkembangan skena graffiti di Jogja tidak pernah berlangsung dalam ruang yang terpisah. Ia tumbuh berdampingan dengan berbagai subkultur lain, terutama skateboard dan musik.

Sejumlah kolektif di kota ini bahkan rutin menggelar kegiatan lintas skena yang mempertemukan graffiti dengan pertunjukan musik, skateboard, serta berbagai bentuk aktivasi lainnya. Tradisi saling membuka ruang dan berkolaborasi tersebut turut menjaga regenerasi seniman graffiti di Jogja agar terus berlangsung.

Seiring waktu, praktik graffiti juga mengalami perubahan, termasuk dalam hal medium yang digunakan. Jika sebelumnya graffiti lebih lekat dengan aksi jalanan dan stigma vandal, kini keberadaannya mulai diterima secara lebih luas oleh publik maupun institusi seni di Jogja.

Baca juga:

Grafiti, Dari Hobi Hingga Menghasilkan Pundi-Pundi Uang

Graffiti mulai hadir di ruang-ruang galeri seni kontemporer hingga menjadi bagian dari pameran yang digelar bersamaan dengan perhelatan ARTJOG.

Eksplorasinya pun tidak lagi terbatas pada dinding jalanan. Para seniman mulai memperluas medium ke kanvas, panel kayu, karya tiga dimensi, bahkan skate bowl, arena berbentuk cekungan yang menjadi bagian dari skate park.

Perluasan medium dan persinggungan antarsubkultur tersebut menjadi salah satu semangat yang ditawarkan melalui SINTESIS, proyek kolaborasi tiga seniman graffiti Jogja, YKRUMK, TECHOO, dan ZEINSONE.

Ketiganya mempertemukan proyek mural dengan aktivasi musik serta eksplorasi visual melalui penggambaran skate bowl.

SINTESIS, Ruang Pertemuan Tiga Bahasa Visual

SINTESIS mempertemukan tiga karakter, tiga bahasa visual, dan tiga sudut pandang dalam satu ruang percakapan.

Tujuannya bukan menghapus perbedaan dan membuat ketiganya terlihat seragam. Sebaliknya, perbedaan tersebut ditempatkan sebagai kekuatan yang dapat saling melengkapi.

Di tengah kehidupan yang semakin dipenuhi kebisingan akibat kepentingan, keserakahan, konflik, serta keinginan untuk menguasai satu sama lain, proyek ini hadir sebagai sebuah refleksi.

Karya tersebut menjadi respons terhadap kekacauan yang perlahan membuat manusia menjauh dari hal-hal paling mendasar dalam kehidupan: kemanusiaan, empati, dan kebaikan.

Lewat mural dan sejumlah karya yang dibangun secara bersama-sama, ketiga seniman tersebut menciptakan sebuah sintesis—ruang tempat karakter, pengalaman, dan gagasan yang berbeda dapat bertemu.

Seperti kehidupan yang selalu bergerak di antara berbagai pertentangan, sintesis tidak berbicara mengenai siapa yang paling benar. Ia justru mempertanyakan bagaimana keberagaman dapat menemukan titik temu dan bergerak menuju tujuan yang sama.

Baca juga:

Ketika Seniman Jalanan Memadukan Tanaman dan Grafiti

Dari Graffiti ke Ruang Kolaborasi

SINTESIS menunjukkan bagaimana graffiti dapat berkembang melalui pertemuan dengan medium dan subkultur lain.

Mural tidak berdiri sendiri, tetapi dipertemukan dengan aktivasi musik dan eksplorasi visual pada skate bowl. Pendekatan tersebut sekaligus memperlihatkan karakter skena Jogja yang sejak lama tumbuh melalui pertukaran gagasan dan kolaborasi lintas komunitas.

Ruang yang tercipta bukan sekadar tempat memamerkan karya, tetapi juga menjadi ruang percakapan antara karakter dan pengalaman yang berbeda.

Pada akhirnya, SINTESIS mengajak kita kembali mengingat bahwa hidup merupakan perjalanan yang singkat.

Di tengah dunia yang kerap menempatkan kekuasaan, keuntungan, dan ambisi tanpa batas sebagai ukuran keberhasilan, manusia tetap memiliki pilihan untuk bersikap baik.

Sebab yang tertinggal bukan semata-mata tentang sebanyak apa yang berhasil kita miliki, tetapi seberapa besar manfaat yang dapat kita tinggalkan bagi orang lain. (Far)

#Seni #Grafiti #Skateboard #Musik
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Febrian Adi

part-time music enthusiast. full-time human.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

ShowBiz
SINTESIS, Kolaborasi Tiga Seniman Graffiti Jogja yang Mempertemukan Mural, Musik, dan Skateboard
SINTESIS mempertemukan YKRUMK, TECHOO, dan ZEINSONE dalam proyek kolaborasi graffiti yang menggabungkan mural, musik, dan skate bowl.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 10 September 2026
SINTESIS, Kolaborasi Tiga Seniman Graffiti Jogja yang Mempertemukan Mural, Musik, dan Skateboard
ShowBiz
Shaggydog Menuju 30 Tahun, Hadirkan Kelas BE29AS untuk Berbagi dengan Skena Musik Yogyakarta
Shaggydog genap 29 tahun dan menggelar Kelas BE29AS sebagai ruang belajar musik, dari sound, teknik bermusik hingga manajemen band.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 10 September 2026
Shaggydog Menuju 30 Tahun, Hadirkan Kelas BE29AS untuk Berbagi dengan Skena Musik Yogyakarta
ShowBiz
DWP26 Umumkan Lineup Fase Pertama, Ada Axwell B2B Sebastian Ingrosso hingga Afrojack
DWP26 mengumumkan lineup fase pertama. Ada Axwell b2b Sebastian Ingrosso, Afrojack, Alok, R3HAB, Cosmic Gate, hingga MaRLo.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 10 September 2026
DWP26 Umumkan Lineup Fase Pertama, Ada Axwell B2B Sebastian Ingrosso hingga Afrojack
ShowBiz
Juicy Luicy Batal Mangung di Batam, Penyelenggara Ungkap Masalah Kelebihan Bagasi
Juicy Luicy sebelumnya dijadwalkan menjadi salah satu penampil dalam XYZ Liveground.
Dwi Astarini - Rabu, 09 September 2026
Juicy Luicy Batal Mangung di Batam, Penyelenggara Ungkap Masalah Kelebihan Bagasi
ShowBiz
for Revenge Gandeng YB dan Tepe di Single Terbaru 'Museum Duka'
for Revenge kembali dengan single 'Museum Duka' bersama YB atau Reza Arap dan Tepe, mengangkat tema kehilangan, rindu, dan kenangan.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 09 September 2026
for Revenge Gandeng YB dan Tepe di Single Terbaru 'Museum Duka'
ShowBiz
Lomba Sihir Hadirkan 'Di Seberang', Lagu tentang Cinta dan Perjalanan Menuju Perpisahan
Lomba Sihir merilis 'Di Seberang' pada 14 Juli 2026. Lagu ini menjadi bagian dari versi deluxe album Setelah: Obrolan Jam 3 Pagi.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 09 September 2026
Lomba Sihir Hadirkan 'Di Seberang', Lagu tentang Cinta dan Perjalanan Menuju Perpisahan
ShowBiz
Widy Vierratale dan Kevin Aprilio Kembali Berkolaborasi Lewat Single 'Berharap'
Widy Vierratale dan Kevin Aprilio kembali berkolaborasi lewat single 'Berharap' yang mengangkat kisah cinta mendalam namun tak mendapat balasan.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 09 September 2026
Widy Vierratale dan Kevin Aprilio Kembali Berkolaborasi Lewat Single 'Berharap'
Fun
Lagu 'End of August' Noah Kahan, Memaknai Pulang dalam Dilema Rindu dan Gelisah
Noah Kahan lewat lagu “End of August” mengangkat kerinduan pulang ke Vermont yang bercampur kegelisahan.
Wisnu Cipto - Rabu, 09 September 2026
Lagu 'End of August' Noah Kahan, Memaknai Pulang dalam Dilema Rindu dan Gelisah
ShowBiz
BTS Tutup Tur Amerika Utara dengan Konser di Los Angeles, Catat Rekor Gemilang
Tur tersebut diperkirakan telah menarik sekitar 1,92 juta penggemar di seluruh benua Amerika Utara.
Dwi Astarini - Rabu, 09 September 2026
  BTS Tutup Tur Amerika Utara dengan Konser di Los Angeles, Catat Rekor Gemilang
ShowBiz
Liam dan Noel Gallagher Datang Telat ke Pemutara Perdana 'Oasis: Don’t Look Back in Anger' di London
Saat duo bersaudara tersebut tiba, karpet hitam sudah hampir kosong.
Dwi Astarini - Rabu, 09 September 2026
Liam dan Noel Gallagher Datang Telat ke Pemutara Perdana 'Oasis: Don’t Look Back in Anger' di London
Bagikan