Parenting

Jinakkan Tantrum Pada Anak Lewat 3 Tahapan Ini

Iftinavia PradinantiaIftinavia Pradinantia - Minggu, 06 Februari 2022
Jinakkan Tantrum Pada Anak Lewat 3 Tahapan Ini

Apa yang bisa dilakukan saat anak tantrum? (Sumber: Pexels/alex green)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SETIAP manusia mengalami rasa memiliki dan signifikansi dalam hidup. Begitu pun pada anak-anak. Jika kebutuhan itu tidak terpenuhi dalam kehidupan seorang anak, mereka kemungkinan akan mulai bertingkah dengan merengek untuk mendapatkan perhatian. Namun, alasan ini bukan satu-satunya penyebab perilaku negatif tersebut.

Dilansir Positive Parenting Solution, banyak anak mengekspresikan diri dengan mengomel karena mereka belum belajar cara yang lebih baik untuk menyampaikan maksud. Mereka harus belajar cara-cara yang positif dan produktif untuk berkomunikasi. Sayangnya orang tua cukup sibuk, sehingga sulit untuk memberikan komunikasi positif sesering yang mereka mau.

Namun, Moms perlu meluangkan waktu untuk mengajarkan cara berkomunikasi yang baik. Ketika mereka tidak menerima perhatian ini dan tidak belajar untuk berkomunikasi dengan tepat, mereka akan tantrum.

Untuk itu anak harus belajar bahwa mengamuk dan merengek tidak akan membuat mereka mendapatkan apa yang diinginkan. Kamu masih dapat membantu si kecil memvalidasi perasaannya tetapi menyerah bukanlah cara yang tepat. Sebagai gantinya, berikut tiga langkah yang dapat membantu anak-anak berkomunikasi dan mencegah tantrum dari segala usia.

Baca Juga:

Cara Tepat Menumbuhkan Semangat Belajar Anak di Tengah Pandemi



1. Beritahu mereka apa yang diharapkan orang tua

orang tua
Beri tahu harapan orang tua (Sumber: Pexels/Ketut Subiyanto)


Anak-anak berperilaku lebih baik ketika mereka tahu apa yang diharapkan. Coba untuk menjelaskan harapanmu saat keadaan sedang tenang. Jelaskan kepada anak bahwa anak sudah cukup besar untuk meminta apa yang mereka inginkan tanpa mengomel. Jelaskan juga bahwa mereka akan baik-baik saja jika mereka tidak mendapatkan apa yang mereka inginkan dan bahwa mengemis tidak akan membantu.

Jelaskan kepada anak bahwa jika mereka cengeng dan mengeluarkan suara berisik, Moms akan meletakkan tangan di atas telinga sebagai pengingat. Dengan demikian, setiap kali mereka melihatmu meletakkan tangan di atas telinga, itu adalah petunjuk bahwa mereka harus menggunakan suara biasa. Jelaskan bahwa jika mereka menggunakan suara normal, kamu akan berbicara dengan mereka tentang apa yang ada di pikiran mereka.

Beberapa anak mungkin membutuhkan contoh suara normal dan suara keras. Jika demikian, lakukan permainan peran agar mereka memahami harapan.

Baca Juga:

Anak Jadi Materialistis? Ketahui Cara Mencegahnya



2. Tegaskan pada mereka bahwa orang tua tidak akan menanggapi permintaan dengan merengek

orang tua
Jangan respon rengekan (Sumber: Pexels/Ketut Subiyanto)

Beri tahu anak bahwa Moms tidak akan merespons sama sekali jika meletakkan tangan di atas telinga tidak memicu suara yang normal. Pastikan anak tahu bahwa kamu akan terus melakukan apa pun yang sedang kamu kerjakan dan berpura-pura tidak mendengar suara rengekan mereka. Jangan lupa untuk menjelaskan bahwa begitu mereka memilih untuk menggunakan suara biasa, kamu akan dengan senang hati berdiskusi.


3. Konfirmasikan bahwa anak mengerti

anak
Beri apresiasi jika anak sudah mengerti (Sumber: Pexels/Keira Burton)


Setelah Moms memberi tahu anak apa yang diharapkan darimu, pastikan mereka mengerti. Moms dapat mengajukan pertanyaan untuk memastikan mereka tahu apa yang akan terjadi. Moms bahkan dapat bermain peran. Latih cara berbicara satu sama lain dengan suara normal. Kemudian, mintalah anak menggunakan suara cengeng dan tunjukkan bagaimana kamu menanggapinya. Permainan peran bermanfaat karena memungkinkan mereka melihat dan mendengar bagaimana keadaannya ketika mereka memohon atau mengomel.

Aspek lain untuk memastikan anak mengerti adalah cobalah untuk konsisten. Setiap kali anak mulai tantrum ikuti langkah-langkahnya dan jangan menyerah.

Itulah tiga langkah yang perlu dilakukan untuk melatih anak agar tidak tantrum. Pastikan untuk melakukan tiga langkah tersebut secara konsisten supaya langkah ini berhasil. (avia)

Baca Juga:

Dampak Kekerasan pada Anak dapat Menurunkan Fungsi Otak

#Parenting #Ilmu Parenting #Anak Kecil
Bagikan
Ditulis Oleh

Iftinavia Pradinantia

I am the master of my fate and the captain of my soul

Berita Terkait

Indonesia
Kasus Kekerasan di Daycare Little Aresha Yogyakarta, Dosen dan Hakim Aktif Diminta Segera Dinonaktifkan
Beberapa anak terlaporkan mengidap penyakit seperti pneumonia, bronkitis, infeksi saluran kemih (ISK), hingga mengalami stunting akibat kekurangan gizi dan dehidrasi
Angga Yudha Pratama - Minggu, 03 Mei 2026
Kasus Kekerasan di Daycare Little Aresha Yogyakarta, Dosen dan Hakim Aktif Diminta Segera Dinonaktifkan
Berita Foto
Keceriaan Anak-Anak Warnai Shalat Idul Fitri 1447 H di Lapangan Sepak Bola Rempoa
Seorang anak menunaikan ibadah Shalat Idul Fitri 1 Syawal 1447 H secara berjamaah di Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Jumat (20/3/2026).
Didik Setiawan - Jumat, 20 Maret 2026
Keceriaan Anak-Anak Warnai Shalat Idul Fitri 1447 H di Lapangan Sepak Bola Rempoa
Fun
Popok Tipis Anti Bocor Bantu Dorong Kebebasan Gerak dan Tumbuh Kembang Anak
MAKUKU perkenalkan popok comfort fit. Hadirkan teknologi SAP dan 360 Leak Protection, dirancang mendukung kebebasan gerak anak.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 12 Februari 2026
Popok Tipis Anti Bocor Bantu Dorong Kebebasan Gerak dan Tumbuh Kembang Anak
Lifestyle
Bunda, Coba deh Lavender & Chamomile untuk Tenangkan Bayi Rewel secara Alami
Lavender dan chamomile kerap menjadi pilihan utama dalam praktik mindful parenting.
Dwi Astarini - Minggu, 07 September 2025
Bunda, Coba deh Lavender & Chamomile untuk Tenangkan Bayi Rewel secara Alami
Fun
Liburan Bersama Anak di Kolam Renang: Seru, Sehat, dan Penuh Manfaat
Periode libur long weekend di Agustus ini jadi saat yang tepat untuk mengunjungi kolam renang.
Ananda Dimas Prasetya - Minggu, 17 Agustus 2025
Liburan Bersama Anak di Kolam Renang: Seru, Sehat, dan Penuh Manfaat
Indonesia
Tak hanya Melarang Roblox, Pemerintah Dituntut Lakukan Reformasi Literasi Digital untuk Anak-Anak
Perlu diiringi dengan edukasi yang mencakup tiga elemen kunci yakni anak, orangtua, dan tenaga pendidik.
Dwi Astarini - Jumat, 08 Agustus 2025
Tak hanya Melarang Roblox, Pemerintah Dituntut Lakukan Reformasi Literasi Digital untuk Anak-Anak
Lifestyle
Tak Melulu Negatif, Roblox Tawarkan Manfaat Pengembangan Kreavitas untuk Pemain
Orangtua juga perlu tahu bahwa ada sisi positif dari gim daring ini.
Dwi Astarini - Jumat, 08 Agustus 2025
 Tak Melulu Negatif, Roblox Tawarkan Manfaat Pengembangan Kreavitas untuk Pemain
Berita Foto
Wajah Bahagia Anak-anak Player Escort Piala AFF 2025 Dampingi Timnas Indonesia U-23
Anak-anak player escort menyanyikan lagu Indonesia Raya bersama punggawa Timnas Indonesia U-23 dalam laga penyisihan Grup A Piala AFF U-23 2025 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Jum'at (18/7/2025).
Didik Setiawan - Jumat, 18 Juli 2025
Wajah Bahagia Anak-anak Player Escort Piala AFF 2025 Dampingi Timnas Indonesia U-23
Lifestyle
Susu Soya, Jawaban Tepat untuk Anak dengan Intoleransi Laktosa
Ini merupakan pilihan yang bijak dan menyehatkan bagi anak-anak yang tidak bisa menoleransi susu sapi.
Dwi Astarini - Jumat, 04 Juli 2025
Susu Soya, Jawaban Tepat untuk Anak dengan Intoleransi Laktosa
Lifestyle
Dokter Bocorkan Cara Ajaib Bikin Anak Berprestasi Hanya dengan Musik
Paparan musik, terutama musik klasik, terbukti memiliki dampak positif pada perkembangan kognitif anak
Angga Yudha Pratama - Rabu, 25 Juni 2025
Dokter Bocorkan Cara Ajaib Bikin Anak Berprestasi Hanya dengan Musik
Bagikan