Parenting

Dampak Kekerasan pada Anak dapat Menurunkan Fungsi Otak

P Suryo RP Suryo R - Rabu, 11 November 2020
Dampak Kekerasan pada Anak dapat Menurunkan Fungsi Otak

Anak akan menjadi baik, cerdas dan penuh kasih karena didikan orangtuanya. (Foto: Pixabay/Greyerbaby)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MENDIDIK anak memang gampang-gampang susah. Orangtua tidak bisa menerapkan didikan dan aturan yang sama pada semua anak karena mereka memiliki karakter yang berbeda. Apalagi daya tangkap tiap anak pun tidak ada yang sama. Tak jarang orangtua memilih jalan kekerasan agar anak mematuhi setiap perintah tanpa membantah.

Melansir dari ncbi.nlm.nih.gov, seorang anak yang dianiaya dan mengalami perundungan dari orangtuanya akan tumbuh menjadi sosok yang dibayangi dengan rasa trauma. Reaksi yang terjadi seringkali berupa masalah perilaku, perubahan emosional, dan kondisi mental yang tidak stabil. Ini dia dampak bagi tumbuh kembangnya.

Baca Juga:

Ibu Positif COVID-19 Masih Boleh Berikan ASI


1. Fungsi otak menurun

anak
Perilaku orangtua dalam mendidik mempengaruhi kecerdasan anak. (Foto: Pixabay/White77)

Apa hubungannya kekerasan dengan fungsi otak anak? Jangan salah! Perilaku orangtua dalam mendidik si kecil justru sangat berpengaruh terhadap kecerdasannya. Anak yang terbiasa mendapatkan perlakuan kekerasan dari orangtua cenderung mengalami penurunan prestasi akademik. Hal ini disebabkan oleh peristiwa traumatis yang menguasai otaknya sehingga mereka tidak bisa belajar secara optimal.

2. Takut menghadapi sebuah hubungan

anak
Tidak mengerti dan memahami sebuah hubungan. (Foto: Pexels/Odonata Wellnesscenter)

Anak yang tumbuh dalam lingkungan kekerasan sulit untuk mempercayai orang lain. Maka tak heran ketika dewasa mereka memilih untuk sendiri dan takut ketika dihadapkan dengan hubungan penuh komitmen. Mereka juga mudah merasa curiga dan cemburu karena kehilangan rasa percaya diri sejak kecil.

Baca Juga:

Pola Asuh Disiplin Hasilkan Anak Tangguh dan Bertanggungjawab

3. Kekerasan yang sama

kekerasan
Anak adalah cerminan orangtua. (Foto: Pixabay/wjgomes)

Anak adalah cerminan dari orangtua. Maka hati-hati ketika mendidik anak karena sekali salah langkah, rusaklah seluruh masa depannya. Baik buruknya anak ketika tumbuh dewasa dipengaruhi oleh bagaimana cara orangtua mendidik di masa kecil. Anak yang mendapatkan kekerasan cenderung melakukan hal yang sama kepada anak-anaknya kelak.

4. Tak ada cinta

cinta
Tak pernah mengenal cinta dan kasih sayang. (Foto: Pexels/Pixabay)

Bukan tidak mungkin seseorang melakukan tindakan kriminal karena meniru orangtuanya semasa kecil. Orangtua merupakan role model pertama dalam hidup seorang anak. Ketika yang dicontohkan oleh orangtua adalah hal-hal yang buruk. Maka mereka akan berpikir melakukan tindakan kriminal merupakan hal yang lumrah. Mereka tidak pernah belajar cara menghargai dan menyayangi orang lain dari orangtuanya sendiri. Bukan mustahil mereka tidak pernah mengerti arti sesungguhnya cinta dan kasih sayang. (mar)

Baca Juga:

5 Karakter Anak Antagonis nan Kejam dalam Film Horor

#Anak #Anak-anak #Orangtua Baik #Tips Mendidik Anak
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Maria Theresia

Your limitation -- it's only your imagination.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Lifestyle
Rumah Cerebral Palsy Dorong Pemerintah Perkuat Dukungan bagi Anak Penyandang CP
Iis R. Soelaeman mendorong dukungan pemerintah bagi anak dengan cerebral palsy melalui akses terapi, kesehatan, pendidikan inklusif, dan fasilitas aksesibel.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 26 Oktober 2026
Rumah Cerebral Palsy Dorong Pemerintah Perkuat Dukungan bagi Anak Penyandang CP
Lifestyle
Mendampingi Anak dengan CP, Rumah Cerebral Palsy Tekankan Pentingnya Support System
World Cerebral Palsy Day 2026 jadi momentum untuk memperkuat dukungan bagi anak dengan CP. Tekankan potensi anak dan pentingnya support system bagi keluarga.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 26 Oktober 2026
Mendampingi Anak dengan CP, Rumah Cerebral Palsy Tekankan Pentingnya Support System
Indonesia
Ibu di Solo 2 Kali Jual Anak Rp 15 Juta dan 6 Juta Buat Bayar Hutang dan Penuhi Kebutuhan Sehari-hari
Sebelumnya tersangka juga berniat menjual anak pertamanya R p15 juta. Tetapi batal dan saat ini bayi telah berusia sekitar satu tahun
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 24 September 2026
Ibu di Solo 2 Kali Jual Anak Rp 15 Juta dan 6 Juta Buat Bayar Hutang dan Penuhi Kebutuhan Sehari-hari
Indonesia
620 Anak Terhubung Terorisme, BNPT Soroti Bahaya Paparan Radikalisme di Media Sosial
BNPT mengungkap 620 anak usia 11-18 tahun terpapar kekerasan dan radikalisme. 6 anak di Jakarta diarahkan menjalani rehabilitasi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 03 September 2026
620 Anak Terhubung Terorisme, BNPT Soroti Bahaya Paparan Radikalisme di Media Sosial
Lainnya
Jangan Dianggap Sakit Perut Biasa, Ini Ciri-Ciri Gejala Usus Buntu Anak!
Usus buntu bisa mengakibatkan kematian. Jangan anggap semua sakit perut anak sebagai keluhan biasa.
Wisnu Cipto - Selasa, 01 September 2026
Jangan Dianggap Sakit Perut Biasa, Ini Ciri-Ciri Gejala Usus Buntu Anak!
Berita Foto
Jaring Bibit Padel Muda Lewat Rosiade Padel Tournament Youth Series 2026
Sejumlah anak mengikuti pertandingan padel dalam ajang Rosiade Padel Tournament Youth Series 2026 di Tangerang, Banten, Sabtu (29/8/2026).
Didik Setiawan - Sabtu, 29 Agustus 2026
Jaring Bibit Padel Muda Lewat Rosiade Padel Tournament Youth Series 2026
Indonesia
Menteri PPPA Soroti Pola Asuh di Era Digital, Anak Lebih Nyaman Curhat ke Teman
Survei Forum Anak di Jawa Tengah terhadap lebih dari 20 ribu anak menunjukkan 80 persen lebih nyaman curhat kepada teman dibanding orang tua.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 24 Agustus 2026
Menteri PPPA Soroti Pola Asuh di Era Digital, Anak Lebih Nyaman Curhat ke Teman
Foto Essay
Peluh dan Semangat Anak Menteng Berlatih Tinju Melawan Keterbatasan
Gio dan Hamzah berlatih tinju dengan alat seadanya di Kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (15/8/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 19 Agustus 2026
Peluh dan Semangat Anak Menteng Berlatih Tinju Melawan Keterbatasan
Indonesia
Ramai Bincang Anak Jadi Bintang Vape di Media Sosial, DPR Desak Polisi Bertindak
Perlindungan anak adalah tanggung jawab bersama. Jangan pernah menjadikan anak sebagai alat untuk memperoleh keuntungan ekonomi
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 03 Agustus 2026
Ramai Bincang Anak Jadi Bintang Vape di Media Sosial, DPR Desak Polisi Bertindak
Indonesia
KPAI Soroti Dugaan Anak Dijadikan Promosi Vape, Minta Penegak Hukum Bertindak
KPAI menyoroti dugaan keterlibatan anak dalam promosi vape di YouTube dan meminta aparat penegak hukum segera melakukan penyelidikan.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 03 Agustus 2026
KPAI Soroti Dugaan Anak Dijadikan Promosi Vape, Minta Penegak Hukum Bertindak
Bagikan