'Jika Tak Segera Berbenah Golkar Akan Jadi Partai Kartel'

Zaimul Haq Elfan HabibZaimul Haq Elfan Habib - Selasa, 28 November 2017
'Jika Tak Segera Berbenah Golkar Akan Jadi Partai Kartel'

Ketua DPR Setya Novanto. (ANTARA FOTO)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Direktur Program Doktoral Pascasarjana Ilmu Politik Universitas Nasional (UNAS) TB Massa Djafar menilai, meski harus menunggu putusan praperadilan, secara politis posisi Setya Novanto sebagai Ketua Umum Partai Golkar semakin terjepit.

"Tekanan internal Golkar semakin menguat. Opini publik pun tidak berpihak pada Setya Novanto. Political Trust Setya Novanto semakin merosot, berada pada titik nadir," ujarnya kepada merahputih.com, Senin, (27/11).

Selama era reformasi, kata TB Massa, kursi Ketua Umum Partai Golkar selalu dihuni oleh sosok yang memiliki kekuatan finansial. Mulai dari Jusuf Kalla, Aburizal Bakrie hingga Setya Novanto adalah politisi yang merangkap sebagai pengusaha.

Pengaruh kekuatan modal juga diprediksi bakal menentukan pengganti Setnov yang kini berstatus tersangka korupsi dan telah mendekam di Rumah Tahanan (Rutan) KPK, sejak 19 November 2017 lalu.

"Kemungkinan lain tak terhindarkan adalah pengaruh kekuatan modal. Kalau begini, maka Golkar akan menjadi partai kartel," tegas dia.

Karena itu, menurut TB Massa, sosok pengganti Setnov harus memiliki kapabilitas dan akseptabilitas yang tinggi. Hal tersebut, untuk mengembalikan citra Golkar yang kian terpuruk setelah Setnov menjadi tersangka kasus dugaan korupsi proyek e-KTP.

"Sosok pengganti (Setnov) bukan sekedar memiliki sumber dana yang cukup. Tetapi, dibutuhkan seorang tokoh yang memiliki visi, berintegritas, bersih, dan berakar kebawah. Sehingga ia mampu membangun citra yang positif," tandasnya.

Ketua Umum Golkar pasca Setnov, lanjut TB Massa, harus mampu membersihkan partai dari lingkaran korupsi. Jika tidak segera berbenah, ia memprediksi Partai Beringin itu akan akan menemui ajalnya di Pemilihan Umum (Pemilu) 2019.

Sebagaimana diketahui, rapat pleno DPP Partai Golkar diadakan tiga hari berselang setelah KPK telah memindahkan Setnov dari Rumah Sakit dr. Citpo Mangunkusumo (RSCM), Jakarta Pusat, ke rumah tahanan (Rutan) KPK, Jakarta Timur pada Minggu (19/11) malam.

Dalam rapat yang berjalan alot hingga larut malam itu, DPP Partai Golkar memutuskan untuk tetap mempertahankan Setnov sebagai Ketua Umum DPP Golkar hingga keluar putusan praperadilan.

Sebagai gantinya, Idrus Marham ditunjuk menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum untuk menjalankan tugas Setnov dalam tubuh partai berlambang pohon beringin itu.

Selain itu, Setnov juga tetap menjabat sebagai Ketua DPR RI setelah mengirimkan surat saktinya kepada pimpinan lembaga tersebut pada hari dilaksanakan rapat pleno Golkar. (Pon)

#Setya Novanto #Golkar
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Sarmuji Dari Pengurus Koperasi Mahasiswa Menjadi Menteri Perindustrian
Karier politiknya kemudian berlanjut di parlemen yang terpilih menjadi anggota DPR RI di tahun 2014,
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 01 Oktober 2026
Sarmuji Dari Pengurus Koperasi Mahasiswa Menjadi Menteri Perindustrian
Indonesia
Petinggi Golkar Di Kabinet ; Bahlil Jadi Menko, Sarmuji Jadi Memperin
Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar M Sarmuji juga merapat ke Istana jelang pelantikan tersebut. Dia mengaku mendapat tugas untuk membantu Presiden Prabowo di bidang perindustrian.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 01 Oktober 2026
Petinggi Golkar Di Kabinet ; Bahlil Jadi Menko, Sarmuji Jadi Memperin
Indonesia
Legislator Golkar Komentari Usul Dapil Nasional: Menarik, tapi jangan Bikin Bingung
Sistem tersebut menarik karena partai politik memiliki peran dalam menentukan calon yang memperoleh mandat rakyat.
Dwi Astarini - Rabu, 23 September 2026
Legislator Golkar Komentari Usul Dapil Nasional: Menarik, tapi jangan Bikin Bingung
Indonesia
Nusron Wahid Mundur dari Kepengurusan Partai, Golkar: Fokus ke Hal Lain
Nusron disebut mundur dari pengurus Golkar sejak enam bulan silam.
Dwi Astarini - Senin, 21 September 2026
Nusron Wahid Mundur dari Kepengurusan Partai, Golkar: Fokus ke Hal Lain
Indonesia
Golkar Pastikan Bahlil Tak Nyapres 2029, Mau Maju Jadi Caleg dari Papua
Sekjen Partai Golkar Sarmuji mengatakan Bahlil akan maju sebagai calon anggota legislatif (caleg).
Yusuf Abdillah - Minggu, 20 September 2026
Golkar Pastikan Bahlil Tak Nyapres 2029, Mau Maju Jadi Caleg dari Papua
Indonesia
Baru Dibuka ke Publik, Nusron Wahid Ternyata Sudah Mundur dari DPP Golkar
Menteri ATR/BPN Nusron Wahid ternyata telah mengundurkan diri dari kepengurusan DPP Partai Golkar sejak beberapa bulan lalu. Cek penjelasan resminya!
Wisnu Cipto - Sabtu, 19 September 2026
Baru Dibuka ke Publik, Nusron Wahid Ternyata Sudah Mundur dari DPP Golkar
Indonesia
Waketum Golkar Sebut AHY Kasih Sinyal Kuat Siap Jadi Penantang di Pilpres 2029
Sinyal tersebut muncul ketika kondisi masyarakat masih menghadapi berbagai tantangan.
Dwi Astarini - Senin, 07 September 2026
Waketum Golkar Sebut AHY Kasih Sinyal Kuat Siap Jadi Penantang di Pilpres 2029
Indonesia
DPR Harap Final Piala Dunia 2026 Jadi Momentum Panen Rezeki bagi UMKM Tanah Air
Pemda dan pelaku UMKM terus bersinergi untuk memanfaatkan animo masyarakat yang tinggi menjelang final Piala Dunia 2026.
Dwi Astarini - Jumat, 17 Juli 2026
DPR Harap Final Piala Dunia 2026 Jadi Momentum Panen Rezeki bagi UMKM Tanah Air
Indonesia
Diserang Soal Posisi Abu-Abu, Politus PDIP Ingatkan Golkar Atasi Pemadaman Listrik di Berbagai Daerah.
“Jika seluruh fraksi di DPR hanya mampu manut dan setuju terhadap eksekutif, apa bedanya dengan era Orde Baru?
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 20 Juni 2026
Diserang Soal Posisi Abu-Abu, Politus PDIP Ingatkan Golkar Atasi Pemadaman Listrik di Berbagai Daerah.
Indonesia
PDIP Sebut Bukan Oposisi Tapi Penyeimbang, Partai Golkar Ngaku Tidak Memahami
Sarmuji mengaku belum memahami apa yang dimaksud dengan posisi penyeimbang tersebut. Dia menyerahkan penilaian kepada publik.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 20 Juni 2026
PDIP Sebut Bukan Oposisi Tapi Penyeimbang, Partai Golkar Ngaku Tidak Memahami
Bagikan