MERAHPUTIH.COM - POLISI mengungkap motif pelaku penusukan terhadap Ketua DPD Golkar Maluku Tenggara Agrapinus Rumatora alias Nus Kei, 59, sehingga korban meninggal dunia. Pelaku ternyata punya dendam pribadi pelaku ke korban semasa keduanya sama-sama masih di Jakarta.
"Motifnya dendam (pribadi). Permasalahan sebelumnya antara pelaku dan korban ini dulu di Jakarta," kata Kapolres Maluku Tenggara AKBP Rian Suhendi kepada wartawan, Senin (20/4).
Dendam pribadi yang dimaksud itu, kata dia, pelaku menyakini korban ialah otak pembunuhan saudara pelaku bernama Fenansius Wadanubun alias Dani Hollat atau FW, yang tewas dibunuh di Bekasi beberapa tahun lalu. Keyakinan itulah kemudian memicu aksi balas dendam yang berujung pada tragedi penikaman korban.
"Dendam itu, karena korban Nus Kei diduga sebagai otak di balik pembunuhan saudara mereka berinisial FW yang terjadi di Jakarta, samping Apartemen Metro Galaxi, Kalimalang, Bekasi," ucapnya.
Baca juga:
Golkar Desak Polisi Usut Tuntas Penikaman Nus Kei di Bandara Langgur
Peristiwa penusukan bermula saat Nus Kei baru saja mendarat di Bandara Karel Sadsuitubun, Minggu (19/4) seusai menempuh penerbangan dari Bandara Pattimura, Ambon. Setibanya di lokasi, ia dijemput pihak keluarga. Beberapa menit berselang, seorang pria bermasker yang mengenakan jaket merah tiba-tiba mendekat dan langsung menikam korban.
Dalam kondisi terluka, Nus Kei sempat berupaya berjalan menuju ruang tunggu bandara untuk menyelamatkan diri. Pihak keluarga bergegas membawa Nus Kei ke rumah sakit sekitar pukul 11.10 WIT.
Meski sempat mendapatkan penanganan medis, nyawa korban tidak dapat diselamatkan. Nus Kei dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 11.44 WIT akibat pendarahan parah dan kerusakan pada organ vital.
Dari hasil pemeriksaan, korban mengalami empat luka tusuk yang berada di bagian dada kanan dan kiri, leher sisi kiri, serta area tulang belakang.(knu)
Baca juga: