Jika Munaslub Digelar, Ini Calon Kuat Pengganti Setnov sebagai Ketum Golkar

Zaimul Haq Elfan HabibZaimul Haq Elfan Habib - Selasa, 21 November 2017
Jika Munaslub Digelar, Ini Calon Kuat Pengganti Setnov sebagai Ketum Golkar

Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto (kiri). (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudin memprediksi ada beberapa nama kuat yang bakal menggantikan posisi Setya novanto sebagai Ketua Umum Partai Golkar, bila Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) diselenggarakan oleh DPP.

Menurut Ujang, nama-nama yang berpeluang besar untuk menjadi Ketum Golkar antara lain adalah Idrus Marham, Nurdin Halid dan Airlangga Hartarto.

"Idrus Marham, Nurdin Halid, dan Airlangga," kata Ujang, Selasa (21/11).

Ujang menyebut nama-nama tersebut bukan tanpa alasan dan perhitungan. Ia pun mengungkapkan potensi dan kekuatan ketiga figur tersebut.

"Idrus Marham adalah Sekretaris Jenderal Partai Golkar saat ini, otomatis dia menguasai struktur dan relasi dengan para pengurus DPD se-Indonesia," jelas Ujang.

Selain itu, Pengamat Politik lulusan Universitas Indonesia (UI) itu mengatakan, Idrus mendapatkan kekuatan dari Ketua Dewan Pakar Partai Golkar Agung Laksono.

"Agung Laksono sudah terang-terangan merekomendasikan Idrus Marham sebagai Plt Ketum Golkar, yang dituangkan dalam surat rekomendasi Dewan Pakar. Itu dukungan yang nyata," terang dia.

Sementara terkait Nurdin Halid (NH), Ujang menjelaskan bahwa NH merupakan figur yang saat ini menjabat sebagai Ketua Harian Partai Golkar. Jika Munaslub diselenggarakan, NH bisa meraup suara banyak dengan pengaruhnya. Selain itu, NH juga kader muda yang diyakini mampu mengembalikan elektabilitas dan kemenangan Golkar di Pemilu.

"NH itu kader muda yang potensial, sangat dibutuhkan Golkar, namun NH tidak punya kekuatan di balik layar yang bisa menopangnya," katanya.

Sedangkan, Airlangga Hartarto menurut Ujang, jelas cukup kuat karena bakal dekat dengan istana dan didukung pemerintah dalam hal ini Presiden Joko Widodo (Jokowi). "Kemarin Menko Kemaritiman dan Airlangga sudah menghadap Presiden. Saya kira pertemuan itu membahas Golkar, jadi sinyalnya jelas," ujarnya.

Namun demikian, Ujang mengatakan, semua kader Golkar memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi pempimpin Golkar di masa yang akan datang. "Tapi perlu ditekankan, bahwa Golkar harus dipimpin oleh kader muda yang tidak bermasalah, baik itu moral maupun hukum," tegas Ujang.

Ia mengigatkan, Golkar butuh percepatan dalam mengembalikan citra yang sudah hancur di mata masyarakat saat ini, karena kasus hukum yang melibatkan Ketum Setya Novanto.

"Untuk merecoveri Golkar butuh percepatan. Karena tahun politik sudah di depan mata," tutup Ujang. (Pon)

#Setya Novanto #DPP Partai Golkar #Golkar
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Sarmuji Dari Pengurus Koperasi Mahasiswa Menjadi Menteri Perindustrian
Karier politiknya kemudian berlanjut di parlemen yang terpilih menjadi anggota DPR RI di tahun 2014,
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 01 Oktober 2026
Sarmuji Dari Pengurus Koperasi Mahasiswa Menjadi Menteri Perindustrian
Indonesia
Petinggi Golkar Di Kabinet ; Bahlil Jadi Menko, Sarmuji Jadi Memperin
Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar M Sarmuji juga merapat ke Istana jelang pelantikan tersebut. Dia mengaku mendapat tugas untuk membantu Presiden Prabowo di bidang perindustrian.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 01 Oktober 2026
Petinggi Golkar Di Kabinet ; Bahlil Jadi Menko, Sarmuji Jadi Memperin
Indonesia
Legislator Golkar Komentari Usul Dapil Nasional: Menarik, tapi jangan Bikin Bingung
Sistem tersebut menarik karena partai politik memiliki peran dalam menentukan calon yang memperoleh mandat rakyat.
Dwi Astarini - Rabu, 23 September 2026
Legislator Golkar Komentari Usul Dapil Nasional: Menarik, tapi jangan Bikin Bingung
Indonesia
Nusron Wahid Mundur dari Kepengurusan Partai, Golkar: Fokus ke Hal Lain
Nusron disebut mundur dari pengurus Golkar sejak enam bulan silam.
Dwi Astarini - Senin, 21 September 2026
Nusron Wahid Mundur dari Kepengurusan Partai, Golkar: Fokus ke Hal Lain
Indonesia
Golkar Pastikan Bahlil Tak Nyapres 2029, Mau Maju Jadi Caleg dari Papua
Sekjen Partai Golkar Sarmuji mengatakan Bahlil akan maju sebagai calon anggota legislatif (caleg).
Yusuf Abdillah - Minggu, 20 September 2026
Golkar Pastikan Bahlil Tak Nyapres 2029, Mau Maju Jadi Caleg dari Papua
Indonesia
Baru Dibuka ke Publik, Nusron Wahid Ternyata Sudah Mundur dari DPP Golkar
Menteri ATR/BPN Nusron Wahid ternyata telah mengundurkan diri dari kepengurusan DPP Partai Golkar sejak beberapa bulan lalu. Cek penjelasan resminya!
Wisnu Cipto - Sabtu, 19 September 2026
Baru Dibuka ke Publik, Nusron Wahid Ternyata Sudah Mundur dari DPP Golkar
Indonesia
Waketum Golkar Sebut AHY Kasih Sinyal Kuat Siap Jadi Penantang di Pilpres 2029
Sinyal tersebut muncul ketika kondisi masyarakat masih menghadapi berbagai tantangan.
Dwi Astarini - Senin, 07 September 2026
Waketum Golkar Sebut AHY Kasih Sinyal Kuat Siap Jadi Penantang di Pilpres 2029
Indonesia
DPR Harap Final Piala Dunia 2026 Jadi Momentum Panen Rezeki bagi UMKM Tanah Air
Pemda dan pelaku UMKM terus bersinergi untuk memanfaatkan animo masyarakat yang tinggi menjelang final Piala Dunia 2026.
Dwi Astarini - Jumat, 17 Juli 2026
DPR Harap Final Piala Dunia 2026 Jadi Momentum Panen Rezeki bagi UMKM Tanah Air
Indonesia
Diserang Soal Posisi Abu-Abu, Politus PDIP Ingatkan Golkar Atasi Pemadaman Listrik di Berbagai Daerah.
“Jika seluruh fraksi di DPR hanya mampu manut dan setuju terhadap eksekutif, apa bedanya dengan era Orde Baru?
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 20 Juni 2026
Diserang Soal Posisi Abu-Abu, Politus PDIP Ingatkan Golkar Atasi Pemadaman Listrik di Berbagai Daerah.
Indonesia
PDIP Sebut Bukan Oposisi Tapi Penyeimbang, Partai Golkar Ngaku Tidak Memahami
Sarmuji mengaku belum memahami apa yang dimaksud dengan posisi penyeimbang tersebut. Dia menyerahkan penilaian kepada publik.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 20 Juni 2026
PDIP Sebut Bukan Oposisi Tapi Penyeimbang, Partai Golkar Ngaku Tidak Memahami
Bagikan