Jika Bertarung Lawan Anies di Pilpres 2024, Sandiaga Uno Lebih Berpeluang

Eddy FloEddy Flo - Minggu, 26 Januari 2020
 Jika Bertarung Lawan Anies di Pilpres 2024, Sandiaga Uno Lebih Berpeluang

Sandiaga Uno saat debat Capres-Cawapres pada Pilpres 2019 lalu (Foto: antaranews)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Pengamat politik Wempy Hadir menilai, Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Sandiaga Uno memiliki modal yang cukup untuk menjadi calon presiden (capres) di Pilpres 2024 mendatang.

Hal itu disampaikan Wempy menanggapi sinyal dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan (BG) soal Sandiaga di Pilpres 2024.

Baca Juga:

Dua Kendala Anies Baswedan Tidak Mampu Bersaing di Pilpres 2024

"Sandi itu sudah menjadi tokoh publik. Pilpres kemarin itu dampak positif buat Sandi adalah secara politik dia dikenal oleh masyarakat. Artinya dia punya modal sosial. Dengan demikian dia punya kans untuk maju di Pilpres 2024," Kata Wempy kepada wartawan di Jakarta, Minggu (26/1).

Pengamat politik Wempy Hadir sebut Sandi lebih berpeluang menang lawan Anies di Pilpres 2024
Pengamat politik Wempy Hadir (Foto: Dok Pribadi)

Selain itu, ia menilai Sandi memiliki rekam jejak sebagai tokoh multikultural sehingga lebih mudah diterima di semua kalangan ketimbang tokoh lain yang digadang-gadang bakal maju di Pilpres 2024 seperti Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

"Yang kedua secara personal Sandi itu diterima oleh semua orang. Rekam jejaknya Sandi ini orangnya multikultural, sangat menerima perbedaan dan sebagainya. Itu menjadi antitesa dengan beberapa kandidat yang lain, katakanlah seperti Anies," ucap dia.

"Anies boleh saja dia menjadi gubernur, tapi kalau dilihat soal primadona publik, Sandi itu lebih punya banyak massa di seluruh Indonesia ketimbang Anies. Apalagi rekam jejak Pilkada DKI kemarin (soal isu SARA) itu jadi kabar buruk buat Anies secara nasional. Elit-elit juga tidak nyaman dengan dia (Anies)," sambung Wempy.

Direktur Eksekutif Indopolling Network ini menegaskan, tidak salah jika banyak tokoh yang menjagokan Sandi di Pilpres 2024, karena mantan cawapres itu memiliki logistik, modal sosial dan model politik.

"Sandi itu punya kans. Apalagi dia punya logistik, modal sosial dan model politik. Sandi lebih diterima di semua kalangan dibandingkan Anies, dia lebih inklusif dibanding Anies. Dengan demikian tidak salah kalau elit-elit politik hari ini mulai melirik Sandi sebagai salah satu calon potensial buat 2024," pungkasnya.

Baca Juga:

Nama-nama Tokoh dan Pejabat yang Berpotensi Bertarung di Pilpres 2024

Sebelumnya, Jokowi memberi sinyal Sandiaga menjadi kandidat kuat cawapres di Pilpres 2024 ketika menghadiri acara HIPMI pada (15/1/2020). Saat itu, Jokowi menyapa seluruh eks ketua umum BPP Hipmi. Namun, dia mengaku hanya mengingat Sandiaga.

"Yang saya hormati senior-senior Hipmi mantan ketua umum yang tidak bisa sebutkan satu per satu. Yang hafal hanya satu Bapak Sandiaga Uno. Hati-hati 2024," kata Jokowi disambut riuh teriakan para peserta.(Knu)

Baca Juga:

Gerindra dan PDIP Berkoalisi di Pilpres 2024, Fadli Zon: Masih Terlalu Dini

#Pilpres 2024 #Sandiaga Uno #Anies Baswedan #Pengamat Politik
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
MK tak Terima Gugatan Syarat Pendidikan Gibran, Apa Alasannya?
Mahkamah Konstitusi menolak gugatan syarat pendidikan Wapres RI, Gibran Rakabuming Raka. Lalu, apa alasannya?
Soffi Amira - Rabu, 07 Oktober 2026
MK tak Terima Gugatan Syarat Pendidikan Gibran, Apa Alasannya?
Indonesia
Polemik Ijazah Gibran Berpotensi Pengaruhi Elektabilitas di Pilpres 2029, ini Kata Pengamat
Polemik ijazah Gibran Rakabuming Raka bisa memengaruhi elektabilitas di Pilpres 2029. Pengamat pun mengungkap dampaknya.
Soffi Amira - Rabu, 07 Oktober 2026
Polemik Ijazah Gibran Berpotensi Pengaruhi Elektabilitas di Pilpres 2029, ini Kata Pengamat
Indonesia
Mengenang Kepergian Guruh Soekarnoputra, Seniman Legendaris yang Dibalut Kain Favorit Fatmawati
Kabar duka menyelimuti Indonesia. Guruh Soekarnoputra meninggal dunia hari ini di usia 73 tahun. Simak detail pemakaman dan pesan terakhir almarhum di sini.
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 26 September 2026
Mengenang Kepergian Guruh Soekarnoputra, Seniman Legendaris yang Dibalut Kain Favorit Fatmawati
Indonesia
Indonesia Menuju Kapitalisme Negara atau Welfare State? ini Pandangan Para Ekonom
Indonesia diperkirakan menuju kapitalisme negara atau welfare state. Ekonom mengungkapkan risikonya.
Soffi Amira - Jumat, 04 September 2026
Indonesia Menuju Kapitalisme Negara atau Welfare State? ini Pandangan Para Ekonom
Indonesia
Anies Baswedan Soroti Bencana di Kalimantan dan NTT, Dorong Penguatan Koordinasi Lintas Sektor Serta Gotong Royong Masyarakat
Anies menilai masyarakat tidak boleh menganggap penderitaan akibat bencana sebagai sesuatu yang biasa.
Dwi Astarini - Sabtu, 22 Agustus 2026
Anies Baswedan Soroti Bencana di Kalimantan dan NTT, Dorong Penguatan Koordinasi Lintas Sektor Serta Gotong Royong Masyarakat
Indonesia
Pengamat Curiga Ada Oknum Lain di Kejagung, Minta Febrie Adriansyah Bongkar Pemilik Emas dan Uang Sitaan
Pengamat Politik, Fernando Emas, mencurigai ada oknum lain di Kejagung dalam kasus korupsi eks Jampidsus, Febrie Adriansyah.
Soffi Amira - Kamis, 16 Juli 2026
Pengamat Curiga Ada Oknum Lain di Kejagung, Minta Febrie Adriansyah Bongkar Pemilik Emas dan Uang Sitaan
Indonesia
Kasus Febrie Adriansyah Dinilai tak Berdiri Sendiri, Pengamat: Bongkar Semua yang Terlibat
Direktur Rumah Politik Indonesia, Fernando Emas, meminta semua nama yang terlibat dalam kasus Febrie Adriansyah dibongkar.
Soffi Amira - Selasa, 14 Juli 2026
Kasus Febrie Adriansyah Dinilai tak Berdiri Sendiri, Pengamat: Bongkar Semua yang Terlibat
Indonesia
Pengamat: Pola Komunikasi Pemerintahan Prabowo Kini Makin Terpusat di Lingkaran Inti Presiden
Direktur Eksekutif Citra Institute Yusak Farchan menilai pola komunikasi pemerintahan Prabowo semakin terpusat pada figur-figur di lingkaran inti Presiden.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 01 Juli 2026
Pengamat: Pola Komunikasi Pemerintahan Prabowo Kini Makin Terpusat di Lingkaran Inti Presiden
Indonesia
Wacana Kemendikti Saintek Hapus Prodi di Universitas, Anies Baswedan: Harusnya Menjembatani, bukan Menggantikan
Jika negara hadir memanfaatkan alat kuasa lewat sekolah sebagai pencetak tenaga kerja, hal yang muncul ialah Indonesia hanya sebagai negara pengguna, alih-alih menghasilkan inovasi lewat lulusannya.
Dwi Astarini - Rabu, 29 April 2026
Wacana Kemendikti Saintek Hapus Prodi di Universitas, Anies Baswedan: Harusnya Menjembatani, bukan Menggantikan
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] : Anies Bagikan Kuota Haji Gratis untuk Umat, Bisa Ganti dengan Uang Tunai jika Tak Mau
Konten yang beredar merupakan hasil rekayasa AI, probabilitas atau kemungkinannya mencapai 99,1 persen.
Dwi Astarini - Sabtu, 18 April 2026
[HOAKS atau FAKTA] : Anies Bagikan Kuota Haji Gratis untuk Umat, Bisa Ganti dengan Uang Tunai jika Tak Mau
Bagikan