Jerman Bersiap Mengamankan Jalur Transit Kapal Selat Hormuz

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Jumat, 17 April 2026
Jerman Bersiap Mengamankan Jalur Transit Kapal Selat Hormuz

Tentara Iran berpatroli di Selat Hormuz, Iran selatan, Selasa (30/4/2019). ANTARA/Xinhua/Ahmad Halabisaz/aa.

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Angkatan Laut Amerika Serikat saat ini memberlakukan blokade terhadap garis pantai dan pelabuhan Iran, bukan terhadap Selat Hormuz. Blokade ini berlaku untuk semua kapal, tanpa memandang kewarganegaraan, yang menuju atau berasal dari pelabuhan Iran.

Kanselir Jerman, Friedrich Merz, Kamis (16/4), mengatakan, Jerman siap berkontribusi secara militer untuk mengamankan Selat Hormuz setelah gencatan senjata antara AS dan Iran.

Berbicara pada konferensi pers dengan Perdana Menteri Irlandia Micheal Martin setelah pertemuan mereka di Berlin, Merz menegaskan dukungan untuk inisiatif diplomatik guna mempertahankan gencatan senjata dan melanjutkan negosiasi.

"Kami sepakat bahwa tidak akan ada perdamaian abadi di kawasan ini tanpa solusi diplomatik. Ini membutuhkan kesepakatan yang layak dan kuat. Dalam konteks ini, harus jelas bahwa program nuklir militer Iran harus dihentikan. Iran tidak boleh memperoleh bom nuklir," katanya.

Baca juga:

Lalu lintas Selat Hormuz Nyaris tidak Terdampak pada Blokade AS, Kapal Pengangkut Tetap Melintas


Ditanya tentang pertemuan Jumat (17/4) di Paris, yang akan diselenggarakan bersama oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer, Merz mengatakan Jerman siap berkontribusi untuk mengamankan Selat Hormuz, asalkan syarat hukum dan politik terpenuhi.

"Pada prinsipnya, kami siap untuk berpartisipasi dalam mengamankan jalur transit. Ini membutuhkan penghentian permusuhan. Setidaknya, dibutuhkan gencatan senjata sementara," katanya kepada wartawan.

Dia menambahkan, keterlibatan militer Jerman apa pun akan membutuhkan mandat hukum internasional, sebaiknya dari PBB. Setelah itu, Jerman perlu menyetujui misi tersebut, diikuti dengan pemungutan suara di parlemen.

"Kita masih jauh dari itu," tegas Merz.

Namun ia menolak berkomentar tentang laporan media bahwa angkatan laut Jerman sedang mempersiapkan kapal penyapu ranjau untuk kemungkinan pengerahan, dengan mengatakan bahwa rincian misi yang mungkin dan potensi kontribusi Jerman akan dibahas pada pertemuan di Paris. (*)

#Iran #Selat Hormuz #Perang
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Alwan Ridha Ramdanu adalah Jurnalis kelahiran di Bandung, Jawa Barat. Sudah 20 tahun menjadi jurnalis dengan mayoritas fokus pada liputan atau menulis terkait ekonomi makro. Selain jurnalis, Alwan juga adalah pendamping petani sawit swadaya dan juga berpengalaman dalam communication dan community terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.
Show More

Berita Terkait

Dunia
Iran Tegaskan Tetap Buka Jalur Diplomasi, tapi Siap Perang Jika Diserang AS
Araghchi juga mengungkapkan ketidakpercayaan Iran terhadap proses negosiasi dengan pemerintahan Trump.
Yusuf Abdillah - Senin, 28 September 2026
Iran Tegaskan Tetap Buka Jalur Diplomasi, tapi Siap Perang Jika Diserang AS
Dunia
Konflik Selat Hormuz Timur Tengah Masih Lanjut, Senat AS Tolak Resolusi Akhiri Konflik Iran
Senat AS menolak resolusi DPR yang memerintahkan Presiden Donald Trump mengakhiri konflik dengan Iran. Ketegangan militer di Selat Hormuz berlanjut.
Wisnu Cipto - Jumat, 25 September 2026
Konflik Selat Hormuz Timur Tengah Masih Lanjut, Senat AS Tolak Resolusi Akhiri Konflik Iran
Indonesia
Trump Berikan Peringatan Keras ke Iran, "Hal Besar Akan Terjadi" Jika Gagal Mengubah Sikap
Trump memberikan peringatan keras dirinya telah memasuki "fase pengambilan keputusan" yang sangat krusial terkait perang yang tengah berlangsung dengan Iran.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
Trump Berikan Peringatan Keras ke Iran,
Dunia
AS Kena Sekak Perjanjian 1947! Visa Presiden Iran Pezeshkian Lolos Masuk New York Hadiri Sidang PBB
Pemerintah AS terpaksa menyetujui visa Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Menlu Abbas Araghchi untuk menghadiri Sidang Umum PBB ke-81 di New York
Wisnu Cipto - Jumat, 18 September 2026
AS Kena Sekak Perjanjian 1947! Visa Presiden Iran Pezeshkian Lolos Masuk New York Hadiri Sidang PBB
Dunia
Krisis Minyak Dunia Meledak! Iran Kunci Mati Selat Hormuz Sampai Trump dan Netanyahu Lengser
Iran menegaskan tidak akan membuka akses Selat Hormuz sampai Donald Trump dan Benjamin Netanyahu lengser, memicu krisis minyak global yang kian parah.
Wisnu Cipto - Jumat, 18 September 2026
Krisis Minyak Dunia Meledak! Iran Kunci Mati Selat Hormuz Sampai Trump dan Netanyahu Lengser
Dunia
Krisis BBM Melanda Prancis, Harga Sudah Melonjak 30 Persen
Presiden Republik Prancis telah mengarahkan pemerintahannya untuk berupaya penuh guna memastikan pasokan..
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 17 September 2026
Krisis BBM Melanda Prancis, Harga Sudah Melonjak 30 Persen
Dunia
Tidak Ada Pupuk, Produksi dan Pasokan Pangan Global Turun Akibat Perang di Timur Tengah
Penundaan selama beberapa pekan saja memaksa petani mengurangi atau sama sekali tidak menggunakan pupuk.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 15 September 2026
Tidak Ada Pupuk, Produksi dan Pasokan Pangan Global Turun Akibat Perang di Timur Tengah
Indonesia
Ekspor Gas Terhambat, Qatar Alami Defisit Terbesar Dalam 10 Tahun Capai Rp 102,4 Triliun
Jika perang ekonomi berlanjut, Teheran dapat memicu pembentukan zona larangan maritim di seluruh Teluk Persia.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 09 September 2026
Ekspor Gas Terhambat, Qatar Alami Defisit Terbesar Dalam 10 Tahun Capai Rp 102,4 Triliun
Indonesia
8 Orang WNI Bergabung di Perang Ukraina-Rusia, Pemerintah Bakal Dengarkan Rusia
Dalam proses verifikasi itu, perlu mendengarkan keterangan dari pihak Rusia, pihak terkait, dan WNI yang bersangkutan.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 09 September 2026
8 Orang WNI Bergabung di Perang Ukraina-Rusia, Pemerintah Bakal Dengarkan Rusia
Dunia
Kapal Perangnya Diserang, AS Balas Hancurkan 5 Tanker Iran
Pasukan AS menghancurkan lima kapal tanker Iran setelah kapal perang Angkatan Laut AS diserang rudal balistik IRGC.
Wisnu Cipto - Rabu, 09 September 2026
Kapal Perangnya Diserang, AS Balas Hancurkan 5 Tanker Iran
Bagikan