Kesehatan

Jenis Makanan yang Harus Dihindari saat Haid

Dwi AstariniDwi Astarini - Senin, 10 Januari 2022
Jenis Makanan yang Harus Dihindari saat Haid

Hindari makanan tertentu saat haid.(pexels Andrea Piacquadio)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MENSTRUASI bisa menjadi mimpi buruk bagi beberapa perempuan. Perubahan suasana hati, iritasi, dan kram perut sering dialami saat tamu bulanan datang. Tidak jarang kondisi yang timbul saat haid mengganggu pekerjaan sehari-hari. Hormon saat menstruasi memang memengaruhi tubuh dengan cara yang berbeda.

Untuk mengekang rasa sakit, beberapa perempuan malah mencari pelarian pada makanan yang kurang sehat seperti keripik, pizza, dan soda. Meski menenangkan, makanan itu tidak baik bagi sistem tubuh. Jika kamu ingin menstruasi yang nyaman tanpa merasakan sakit, kram perut, dan perut kembung, cobalah hindari beberapa makanan. Seperti dilansir Pinkvilla, berikut makanan ini harus dihindari saat sedang menstruasi.

BACA JUGA:

Dampak Kelebihan dan Kekurangan Hormon Testosteron

1. Makanan Saji Cepat dan Asin

makanan saji cepat
Bisa memicu kram perut. (pexels Robin Stickel)


Saat menstruasi, cobalah jauhi atau kurangi untuk mengonsumsi makanan saji cepat. Zat aditif makanan dapat membuat kram semakin lebih intens. Lemak trans juga dikenal sebagi minyak terhidrogenasi yang ditambahkan dalam makanan olahan yang menyebabkan peradangan dalam tubuh.

Sebagai gantinya, tetap konsumsi makanan sehat, buah, dan sayur. Hal itu untuk menghindari menstruasi yang rumit. Selain makanan saji cepat, kamu juga harus menghindari makanan yang mengandung natrium dalam jumlah tinggi. Mengonsumsi makanan yang mengandung sodium tinggi akan membuat kembung dan retensi air di tubuh semakin parah. Makanan asin yang dimaksud bisa berbentuk keripik dan kentang goreng.


2. Susu

Susu
Bisa memperparah nyeri.(pexels Charlotte May)

Mengasup banyak makanan berbahan dasar produk susu bukanlah ide terbaik terlebih saat kamu sedang menstruasi. Produk susu, seperti susu, keju, dan es krim mengandung asam-6 yang dapat meningkatkan peradangan dan memperparah nyeri yang dilalami saat menstruasi.

3. Kafein

kafein
Kurangi konsumsi kopi agar tidak memperburuk kram perut (pexels Olya Kobruseva)


Jika kamu tidak ingin membuat menstruasimu menjadi lebih buruk, cobalah kurangi mengonsumsi kafein. Kamu bisa meminum satu cangkir kopi per hari. Mengonsumsi kopi secara berlebihan dapat menyebabkan vasokonstriksi (penyempitan pembuluh darah) yang dapat memperburuk kram perut saat sedang mengalami menstruasi. Selain itu, kafein juga dapat meningkatkan ketidaknyamanan dan juga perut menjadi lebih cepat kembung.


4. Makanan Tinggi Lemak

makanan berlemak
Daging merah saat bisa merangsang hormon penyebab nyeri haid. (pexels Los Muertos Crew)


Makanan berlemak bisa meningkatkan jumlah prostaglandin di dalam tubuh sehingga membuat rahim berkontraksi. Kontraksi rahim ini akan meningkatkan kram yang kemudian akan membuat kamu tidak nyaman. Daging berlemak harus dihindari selama periode menstruasi karena dapat memperburuk nyeri saat menstruasi. Selaim itu, daging merah juga merangsang produksi prostaglandin (hormon penyebab nyeri haid).


5. Olahan Kabrohidrat dan Gula

gula
Kurangi konsumsi gula tambahan agar periode haid tidak membuatmu kesakitan (pexels Irina Edilbaeva)

Gula darah sangat mudah berubah-ubah saat kamu mengalami menstruasi. Jika kamu mengonsumsi gula secara berlebihan saat menstruasi, kadar gula darah akan naik dan turun secara drastis. Gula bersifat inflamasi dan dapat meningkatkan kram. Gula halus juga menyebabkan tubuh menahan natrium dan air yang kemudian menyebabkan kembung dan juga perubahan suasana hati. Tentunya hal itu sangat tidak kamu inginkan.(pid)

#Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Kemenkes Ancam Pidanakan Penimbun Masker di Tengah Erupsi Anak Krakatau
Pelaku usaha yang terbukti menimbun atau membatasi pasokan hingga menyebabkan kelangkaan dan kenaikan harga tidak wajar dapat dikenai sanksi sesuai tingkat pelanggaran.
Dwi Astarini - Selasa, 08 September 2026
Kemenkes Ancam Pidanakan Penimbun Masker di Tengah Erupsi Anak Krakatau
ShowBiz
Tas Obat Jungkook Viral, Ahli Ingatkan Moderasi dalam Konsumsi Vitamin
Dalam live tersebut, sang ‘Golden Maknae’ dengan santai memperlihatkan kepada penggemar berbagai produk yang biasa ia konsumsi.
Dwi Astarini - Senin, 07 September 2026
Tas Obat Jungkook Viral, Ahli Ingatkan Moderasi dalam Konsumsi Vitamin
Lifestyle
Abu Vulkanis Juga Bahaya untuk Mata, Pakai Kacamata Pelindung Penting saat di Luar Ruang
Abu vulkanis itu bukan debu biasa. Ada campuran silica di dalamnya.
Dwi Astarini - Senin, 07 September 2026
Abu Vulkanis Juga Bahaya untuk Mata, Pakai Kacamata Pelindung Penting saat di Luar Ruang
Indonesia
Cara Cek Masuk Daftar PBI JKN 2026 Pakai HP, Biar Akses Kesehatan Gratis Tetap Aman
Pemerintah memastikan masyarakat bisa dengan mudah mengecek status kepesertaan Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (PBI JKN) 2026 hanya lewat HP.
Wisnu Cipto - Jumat, 04 September 2026
Cara Cek Masuk Daftar PBI JKN 2026 Pakai HP, Biar Akses Kesehatan Gratis Tetap Aman
Indonesia
Asap Karhutla Mengepul, ini nih Pilihan Masker yang Direkomendasikan untuk Melindungi Pernapasan
. Di Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, misalnya, ISPU sempat mencapai angka 1.919 pada 2 September 2026 atau masuk kategori berbahaya.
Dwi Astarini - Jumat, 04 September 2026
Asap Karhutla Mengepul, ini nih Pilihan Masker yang Direkomendasikan untuk Melindungi Pernapasan
Lainnya
Jangan Dianggap Sakit Perut Biasa, Ini Ciri-Ciri Gejala Usus Buntu Anak!
Usus buntu bisa mengakibatkan kematian. Jangan anggap semua sakit perut anak sebagai keluhan biasa.
Wisnu Cipto - Selasa, 01 September 2026
Jangan Dianggap Sakit Perut Biasa, Ini Ciri-Ciri Gejala Usus Buntu Anak!
Lifestyle
Ramalan Zodiak Hari Ini 1 September 2026: Taurus Wajib Waspadai 5 Hal Ini
Ramalan zodiak hari ini 1 September 2026, lengkap dengan asmara, karier, keuangan, dan keberuntungan Aries hingga Pisces. Simak 5 hal yang Taurus wajib waspadai
ImanK - Senin, 31 Agustus 2026
Ramalan Zodiak Hari Ini 1 September 2026: Taurus Wajib Waspadai 5 Hal Ini
Indonesia
Kasus Kanker di Bogor Naik 138 Persen, Mayoritas Payudara dan Paru-Paru
Terjadi lonjakan kasus kanker di Kota Bogor sebesar 138 persen dalam empat tahun terakhir.
Wisnu Cipto - Kamis, 27 Agustus 2026
Kasus Kanker di Bogor Naik 138 Persen, Mayoritas Payudara dan Paru-Paru
Lifestyle
Program Sejuta Vaksin Kanker Serviks Bakal Diperluas ke Seluruh Indonesia
Program Sejuta Vaksin merupakan kerja sama KORPRI seluruh Indonesia dengan Kementerian Kesehatan dan berbagai pihak dalam upaya mencegah kanker serviks.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 18 Agustus 2026
Program Sejuta Vaksin Kanker Serviks Bakal Diperluas ke Seluruh Indonesia
Indonesia
PAM Jaya Perkuat K3, Siapkan Pembangunan 7.000 Km Jaringan Pipa
PAM Jaya kini memperkuat K3 dalam implementasinya. PAM Jaya juga telah menyiapkan pembangunan 7.000 km jaringan pipa.
Soffi Amira - Senin, 10 Agustus 2026
PAM Jaya Perkuat K3, Siapkan Pembangunan 7.000 Km Jaringan Pipa
Bagikan