MerahPutih.com - Satgas Penanganan COVID-19 Solo, Jawa Tengah, mencatat adanya penambahan kasus corona di Solo sebanyak 250 orang per hari pada Rabu (13/1).
Jumlah tersebut memecahkan rekor selama pandemi di Solo sejak ditetapkan Kejadian Luar Biasa (KLB) pada 13 Maret 2020 lalu. Penambahan sebanyak itu terjadi pada H-1 vaksinasi Sinovac tenaga kesehatan (nakes) di Solo pada Kamis (14/1).
Baca Juga
Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo, Siti Wahyuningsih mengatakan, penambahan kasus positif COVID-19 di Solo ini menjadi yang tertinggi sepanjang pandemi, yakni mencapai 250 orang. Hal ini menjadi catatan Satgas Penanganan COVID-19 Solo.
"Jumlah 250 orang ini lebih tinggi dibandingkan puncak penambahan sebelumnya pada Kamis pekan lalu sebanyak 148 orang," ujar Ning pada MerahPutih.com, Rabu (13/1).
Dikatakannya, tingginya penambahan kasus positif COVID-19 tersebut sangat dipengaruhi oleh kecepatan hasil tes swab laboratorium. Sementara itu, kasus sebelumnya jumlahnya tidak begitu banyak sekitar 40-60 orang per hari karena laboratorium uji swab belum jadi.
"Laboratorium uji swab di Solo sekarang membuat kecepatan hasil tes swab cepat keluar. Rata-rata jika tes swab cepat dapat diketahui tambahannya bisa 100 orang per hari," kata dia.
Ia mengatakan data Satgas Penanganan COVID-19 Solo, angka kumulatif COVID-19 Solo saat ini mencapai 6.104 orang. Dari jumlah tersebut 4.134 diantaranya sembuh, 1.382 isolasi mandiri, 281 dirawat, dan 307 meninggal dunia.
"Tambahan 250 kasus baru merata tersebar di 54 kelurahan di Solo. Tambahan kasus baru masih didominasi adanya hasil tracking," katanya.
Ia berharap penambahan kasus baru corona tidak melonjak lagi mengingat kondisi rumah sakit rujukan COVID-19 di Solo hampir penuh. Pihaknya mengingatkan kembali akan pentingnya masyarakat disiplin menerapkan protokol kesehatan COVID-19.
"Vaksinasi jadi harapan kami satu-satunya untuk menekan angka kasus COVID-19 di Solo," pungkasnya. (Ismail/Jawa Tengah)
Baca Juga