Jelang Inaugurasi Biden, Simpatisan Donald Trump di Jepang Berunjuk Rasa

Andika PratamaAndika Pratama - Rabu, 20 Januari 2021
Jelang Inaugurasi Biden, Simpatisan Donald Trump di Jepang Berunjuk Rasa

Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Ruang Konferensi Pers Brady di Gedung Putih, Washington, Amerika Serikat, Kamis (5/11/2020). REUTERS/Carlos Barria/pras/cfo

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Simpatisan Donald Trump di Tokyo, Jepang, berunjuk rasa menjelang Inagurasi Presiden Amerika Serikat (AS) terpilih, Joe Biden, Rabu (20/1).

Sebanyak 120 orang ikut serta dalam aksi unjuk rasa di pusat kota tersebut, dan mereka mengibarkan bendera Amerika dan bendera Jepang serta membawa spanduk bertuliskan klaim bahwa Trump adalah “pemenang sesungguhnya” dalam pemilu AS pada 3 November 2020.

Baca Juga

Donald Trump Tinggalkan Gedung Putih

Padahal menurut hasil penghitungan resmi, Biden memenangkan pemilu dengan total 306 suara elektoral, sedangkan Trump memperoleh 232 suara elektoral.

“Kami ingin menunjukkan bahwa banyak orang di Jepang yang mendukung Presiden Trump. Kami semua berseru bersama sehingga suara kami dapat terbang melampaui Samudera Pasifik dan menjangkau AS,” kata panitia aksi, Naota Kobayashi dikutip Antara.

Sejumlah simpatisan Trump di Jepang berada pada posisi yang sama kerasnya dalam melawan Tiongkok. Orang-orang seperti Kobayashi adalah bagian dari umat Kristen konservatif, sementara yang lainnya menganut teori konspirasi QAnon—yang menyebut Trump secara rahasia sedang melawan predator seks anak global.

Donald Trump
Presiden Amerika Serikat, Donaldo Trump meninggalkan Gedung Putih di Washington DC, Rabu (20/1) menjelang pelantikan Joe Biden. Foto: Sky News

Di Tokyo, telah berlangsung beberapa kali unjuk rasa pro Trump, yang para pesertanya mengibarkan spanduk kampanye Trump dan mengenakan topi merah Make America Great Again. Namun aksi terbaru ini lebih kecil dibandingkan aksi-aksi sebelumnya.

Mantan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe, yang mengundurkan diri pada Agustus 2020, menjalin hubungan yang erat dengan Trump, misalnya bermain golf bersama, seringkali melakukan percakapan telepon, dan menggelar pertemuan.

Sementara usai masa pemerintahan Trump, Biden akan menjadi presiden ke-46 AS yang diresmikan melalui upacara di Washington—yang digelar tidak dengan banyak orang, karena situasi pandemi COVID-19 dan juga alasan keamanan menyusul kerusuhan pendukung Trump di Gedung Capitol pada 6 Januari lalu. (*)

Baca Juga

Tolak Hadiri Inaugurasi Biden, Trump dan Melania Tinggalkan Pesan Singkat di Gedung Putih

#Donald Trump #Joe Biden
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Dunia
Donald Trump: Biarkan Iran Hancurkan Los Angeles dan San Diego
Donald Trump menyinggung kemungkinan Iran melancarkan serangan terhadap kota di AS.
Yusuf Abdillah - Selasa, 06 Oktober 2026
Donald Trump: Biarkan Iran Hancurkan Los Angeles dan San Diego
Tekno
Bantah Donald Trump, Paus Leo Tegaskan Kekhawatiran AI bukan 'Berita Bohong'
Sejumlah raksasa AI, termasuk Anthropic, telah menyerukan perlambatan dalam pengembangan guna memberikan waktu bagi langkah-langkah keselamatan.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
 Bantah Donald Trump, Paus Leo Tegaskan Kekhawatiran AI bukan 'Berita Bohong'
Dunia
Trump Tolak Rencana Global Kendalikan Kecerdasan Buatan
Trump menyatakan bahwa Washington akan mulai mengubah sebutan kecerdasan buatan menjadi "kecerdasan super"
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 23 September 2026
 Trump Tolak Rencana Global Kendalikan Kecerdasan Buatan
Indonesia
Trump Berikan Ancaman Baru, Iran Siapkan Serangan Balasan
Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Qatar, Syekh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani, menyerukan dibentuknya kerangka kerja keamanan regional yang menyatukan negara-negara Teluk dan Iran.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
Trump Berikan Ancaman Baru, Iran Siapkan Serangan Balasan
Dunia
AS Berikan Sanksi Ekonomi Lebih Luas Mahkamah Pidana Internasional
Sebelumnya, Majelis banding Mahkamah Pidana Internasional (ICC) menolak gugatan Israel atas legalitas penyelidikan ICC terkait dugaan kejahatan perang di Gaza setelah Oktober 2023.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
AS Berikan Sanksi Ekonomi Lebih Luas Mahkamah Pidana Internasional
Indonesia
Trump Berikan Peringatan Keras ke Iran, "Hal Besar Akan Terjadi" Jika Gagal Mengubah Sikap
Trump memberikan peringatan keras dirinya telah memasuki "fase pengambilan keputusan" yang sangat krusial terkait perang yang tengah berlangsung dengan Iran.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
Trump Berikan Peringatan Keras ke Iran,
ShowBiz
Zara Larsson Semprot Gedung Putih, tak Terima Lagunya Dipakai untuk Video Deportasi
Video yang memperlihatkan tindakan penggerebekan penegakan hukum imigrasi itu menggunakan lagu Midnight Sun milik Larsson.
Dwi Astarini - Jumat, 18 September 2026
Zara Larsson Semprot Gedung Putih, tak Terima Lagunya Dipakai untuk Video Deportasi
Dunia
Krisis Minyak Dunia Meledak! Iran Kunci Mati Selat Hormuz Sampai Trump dan Netanyahu Lengser
Iran menegaskan tidak akan membuka akses Selat Hormuz sampai Donald Trump dan Benjamin Netanyahu lengser, memicu krisis minyak global yang kian parah.
Wisnu Cipto - Jumat, 18 September 2026
Krisis Minyak Dunia Meledak! Iran Kunci Mati Selat Hormuz Sampai Trump dan Netanyahu Lengser
Dunia
AS Klaim Jadi Produsen Minyak Terbesar Dunia, Dapat Konsensi 100 Tahun di 17 Ladang Minyak Venezuela
“Sekarang kami adalah yang terbesar di dunia, dan itu belum termasuk Venezuela, yang baru saja kami tambahkan ke dalam cadangan kecil kami,” kata Trump.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 11 September 2026
AS Klaim Jadi Produsen Minyak Terbesar Dunia, Dapat Konsensi 100 Tahun di 17 Ladang Minyak Venezuela
Dunia
Main Duit, Donald Trump Janjikan Rp 88 Juta untuk Setiap Warga Dewasa AS kalau Partai Republik Menang Pemilu Paruh Waktu
Trump menyampaikan janji itu dalam pidatonya di konvensi Partai Republik yang untuk pertama kalinya digelar di tengah masa jabatan presiden.
Dwi Astarini - Jumat, 11 September 2026
 Main Duit, Donald Trump Janjikan Rp 88 Juta untuk Setiap Warga Dewasa AS kalau Partai Republik Menang Pemilu Paruh Waktu
Bagikan