Jangan Tertipu dengan Kenyamanan Piama!

Adinda NurrizkiAdinda Nurrizki - Sabtu, 31 Januari 2015
Jangan Tertipu dengan Kenyamanan Piama!

Dibalik kenyamanan piama, ternyata ada fakta buruk yang menyebabkan banyak penyakit (Foto: News.com.au)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Kesehatan - Beberapa dari anda pasti memiliki piama, baju yang dikhususkan untuk tidur. Piama memiliki bahan yang hangat dan nyaman untuk malam yang dingin. Mereka melindungi seprei jika kita berkeringat. Pakaian ini juga bisa menjadi ritual penting agar anak-anak bisa tidur dengan nyaman.

Jika anda percaya dengan semua hal itu, anda bisa jadi salah besar!

Faktanya, piama dapat merupakan tempat bagi bakteri untuk berkembang biak yang jika diinkubasi cukup lama akan menyebabkan segala macam penyakit mengerikan seperti infeksi Staph pada kulit dan bahkan sistisis atau infeksi kandung kemih.

BACA JUGA: Ingin Langsing? Jangan Gunakan Smartphone Sebelum Tidur!

Hal ini telah diteliti oleh Profesor Sally Bloomfield dari London School of Hygiene & Tropical Medicine. Ia membuat penelitian melalui bakteri yang mengalami masa inkubasi setelah satu minggu.

Para ahli ini mengadakan survey dengan mengambil sampel sebanyak 2500 pasangan di usia antara 18 sampai 30. Mereka adalah pasangan yang biasa menggunakan baju tidur atau piama. Hasilnya, wanita kebanyak memakai piama selama 17 hari sedangkan pria memakai piama selama 13 hari.

Seperti yang dilansir News.com.au, para partisipan wanita mengakui bahwa mereka lebih suka mengganti pakaian piama karena memiliki beberapa pasang piama dengan tanpa dicuci, sedangkan para pria lebih cenderung memakai satu piama tanpa di cuci. Mereka mengklaim bahwa piama tersebut tidak perlu dicuci karena belum berbau.

 

 

BERITA LAINNYA:

Bocah 8 Tahun Temukan Obat Kanker

Kecanduan Drama Korea? Hati-Hati dengan Bahaya Ini!

#Penyakit #Tidur
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Dunia
Pekerja Lab di Rusia Meninggal Diduga Terinfeksi 'Pes', Hampir 200 Orang Dikarantina
Seorang pekerja laboratorium di Rusia meninggal dunia. Ia diduga terinfeksi virus Pes. Namun, penyebabnya masih misterius.
Soffi Amira - Senin, 05 Oktober 2026
Pekerja Lab di Rusia Meninggal Diduga Terinfeksi 'Pes', Hampir 200 Orang Dikarantina
Indonesia
Kasus ISPA di Jakarta Naik 15,7 Persen, Dinkes DKI: Bukan karena Influenza A
Kasus ISPA di Jakarta naik 15,7 persen. Namun, Dinkes DKI menegaskan bahwa penyebabnya bukan dari influenza A.
Soffi Amira - Selasa, 22 September 2026
Kasus ISPA di Jakarta Naik 15,7 Persen, Dinkes DKI: Bukan karena Influenza A
Lifestyle
Awas Musim Flu 2026 Mendekat! Cek Jadwal Vaksin dan Strain Virus yang Wajib Diwaspadai
Jangan sampai tumbang! Ancaman musim flu 2026 di depan mata. Cek panduan lengkap jadwal vaksin flu, info strain virus terbaru, dan opsi vaksin mRNA mFLUSIVA.
Angga Yudha Pratama - Jumat, 18 September 2026
Awas Musim Flu 2026 Mendekat! Cek Jadwal Vaksin dan Strain Virus yang Wajib Diwaspadai
Indonesia
110 Ribu Warga Masih Mengungsi akibat Gempa NTT, Ancaman Penyakit Mulai Mengintai
Sebanyak 110 ribu pengungsi gempa di NTT kini terancam terkena penyakit. Air bersih dan sanitasi pun terbatas.
Soffi Amira - Selasa, 25 Agustus 2026
110 Ribu Warga Masih Mengungsi akibat Gempa NTT, Ancaman Penyakit Mulai Mengintai
Olahraga
Wabah Ebola Bikin Kacau Persiapan Piala Dunia 2026, Laga RD Kongo vs Chili Resmi Dibatalkan
Wabah Ebola mengacaukan persiapan Piala Dunia 2026. Laga RD Kongo vs Chili pun harus dibatalkan akibat wabah tersebut.
Soffi Amira - Rabu, 03 Juni 2026
Wabah Ebola Bikin Kacau Persiapan Piala Dunia 2026, Laga RD Kongo vs Chili Resmi Dibatalkan
Dunia
Senggolan Bawa Petaka! Kemenkes Uganda Haramkan Warga Jabat Tangan Demi Cegah Penularan Wabah Ebola
Data terbaru otoritas DRC mencatat 131 kematian akibat virus tersebut terjadi di negara tetangga Uganda
Angga Yudha Pratama - Rabu, 20 Mei 2026
Senggolan Bawa Petaka! Kemenkes Uganda Haramkan Warga Jabat Tangan Demi Cegah Penularan Wabah Ebola
Indonesia
BRIN Jelaskan Cara Penularan hingga Pencegahan Hantavirus, Gejalanya Mirip Flu
BRIN mengimbau masyarakat untuk memahami penularan hantavirus. Virus ini berasal dari hewan pengerat atau tikus liar.
Soffi Amira - Rabu, 13 Mei 2026
BRIN Jelaskan Cara Penularan hingga Pencegahan Hantavirus, Gejalanya Mirip Flu
Indonesia
Hantavirus Ancam Dunia, DPR Desak Pemerintah Siapkan Deteksi Dini
Kasus hantavirus kini sudah muncul di Indonesia. Komisi IX DPR pun meminta pemerintah untuk memperkuat deteksi dini.
Soffi Amira - Senin, 11 Mei 2026
Hantavirus Ancam Dunia, DPR Desak Pemerintah Siapkan Deteksi Dini
Lifestyle
Dokter Tirta Sebut Hantavirus Sulit Jadi Pandemi Global, ini Alasannya
Dokter Tirta buka suara soal Hantavirus. Ia menyebutkan, bahwa penularannya sangat sulit.
Soffi Amira - Jumat, 08 Mei 2026
Dokter Tirta Sebut Hantavirus Sulit Jadi Pandemi Global, ini Alasannya
Indonesia
Jemaah Calon Haji Indonesia yang Wafat Bertambah Jadi 12 Orang, Kemenhaj Ungkap Penyebab
Dua jemaah calon haji Indonesia wafat di Arab Saudi. Kini, total calon haji yang meninggal dunia mencapai 12 orang.
Soffi Amira - Kamis, 07 Mei 2026
Jemaah Calon Haji Indonesia yang Wafat Bertambah Jadi 12 Orang, Kemenhaj Ungkap Penyebab
Bagikan