Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Jangan Sepelekan Mental Illness, Ini Tanda Kamu Harus Temui Psikolog

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Kamis, 03 Oktober 2024
Jangan Sepelekan Mental Illness, Ini Tanda Kamu Harus Temui Psikolog

Jangan sepelekan mental illness, ini tanda kamu harus temui psikolog. (Foto: Pexels/cottonbro studio)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Masalah kesehatan mental sering kali diabaikan karena dianggap tidak serius. Padahal, mental illness bisa berdampak besar pada keseharian dan kualitas hidup.

Jika kamu mengalami tanda-tanda berikut ini, sebaiknya segera temui psikolog untuk mendapatkan bantuan profesional.

Baca juga:

Mabes Polri Bakal Lakukan Tes Psikologi Pada Personel Pengaman Pilkada Serentak 2024

1. Merasa Cemas Berlebihan

Rasa cemas adalah hal yang wajar. Namun, jika kamu merasa cemas atau khawatir tanpa alasan jelas dalam jangka waktu yang lama, ini bisa menjadi indikasi gangguan kecemasan. Tanda lainnya adalah detak jantung cepat, napas pendek, dan sulit tidur.

2. Perubahan Mood yang Drastis

Jika kamu sering mengalami perubahan mood yang ekstrem—misalnya, tiba-tiba merasa sangat sedih, marah, atau bahagia tanpa sebab—ini bisa menandakan adanya gangguan bipolar atau masalah mood lainnya. Temui psikolog untuk memahami penyebabnya lebih lanjut.

3. Kesulitan Menjalani Aktivitas Sehari-hari

Kamu mulai merasa sulit untuk melakukan hal-hal yang sebelumnya biasa kamu lakukan, seperti bekerja, berinteraksi dengan orang lain, atau merawat diri sendiri? Ini adalah tanda bahwa kesehatan mentalmu terganggu dan memerlukan perhatian.

4. Merasa Terisolasi atau Kehilangan Minat

Kehilangan minat pada aktivitas yang dulu kamu sukai, merasa kesepian, atau menarik diri dari pergaulan sosial bisa menjadi gejala depresi. Segera temui psikolog agar kamu bisa mendapatkan dukungan dan penanganan yang tepat.

Baca juga:

Kiat Hadapi Konflik Orang Tua-Anak Menurut Psikolog

5. Pikiran Tentang Bunuh Diri

Jika kamu sering memikirkan tentang kematian atau bunuh diri, segeralah mencari bantuan. Ini adalah tanda serius bahwa kamu membutuhkan pertolongan.

Jangan menunda, segera temui psikolog atau hubungi layanan kesehatan mental terdekat. Menjaga kesehatan mental sama pentingnya dengan menjaga kesehatan fisik.

Jika kamu merasakan tanda-tanda di atas, jangan ragu untuk mencari bantuan dari psikolog. Langkah kecil ini bisa membantu kamu mendapatkan kualitas hidup yang lebih baik dan bahagia. (waf)

#Psikolog #Mental Health
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Andrew Francois

I write everything about cars, bikes, MotoGP, Formula 1, tech, games, and lifestyle.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Fun
Tren AI Therapy Meningkat di Kalangan Milenial - Gen Z, Psikolog: Bukan Pengganti Terapi Manusia
AI therapy makin populer di dunia dan Indonesia, namun psikolog menegaskan teknologi ini tidak bisa menggantikan peran manusia dalam terapi kesehatan mental.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 14 April 2026
Tren AI Therapy Meningkat di Kalangan Milenial - Gen Z, Psikolog: Bukan Pengganti Terapi Manusia
Indonesia
Menkes Perluas Jangkauan CKG Buntut Anak 11 hingga 14 Tahun Bunuh Diri di Awal Tahun 2026
Langkah promotif-preventif ini diambil menyusul temuan kasus tragis empat anak usia 11-14 tahun yang meninggal dunia akibat bunuh diri di berbagai wilayah Indonesia sepanjang awal tahun 2026
Angga Yudha Pratama - Senin, 09 Maret 2026
Menkes Perluas Jangkauan CKG Buntut Anak 11 hingga 14 Tahun Bunuh Diri di Awal Tahun 2026
Indonesia
Psikolog UI Ingatkan Bahaya Tanya Detail Kematian ke Orang Berduka, Jangan Jadi 'Detektif' Dadakan
Menurut Ratriana, pertanyaan yang bersifat menginterogasi hanya akan memaksa orang yang berduka mengulang momen traumatis secara berulang-ulang
Angga Yudha Pratama - Senin, 26 Januari 2026
Psikolog UI Ingatkan Bahaya Tanya Detail Kematian ke Orang Berduka, Jangan Jadi 'Detektif' Dadakan
Indonesia
Hai Remaja! Ini Kata Psikolog Pentingnya Kendalikan Emosi Buat Masa Depan
Bila dirasa membutuhkan bantuan terkait apa yang dirasakan atau persoalan yang dialami bisa meminta bantuan kepada orang tua
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 12 November 2025
Hai Remaja! Ini Kata Psikolog Pentingnya Kendalikan Emosi Buat Masa Depan
Lifestyle
YouTube Kini Punya 'P3K Digital', Solusi Bagi Remaja yang Depresi Hingga Anxiety
YouTube telah menjalin kemitraan dengan berbagai organisasi nirlaba
Angga Yudha Pratama - Rabu, 15 Oktober 2025
YouTube Kini Punya 'P3K Digital', Solusi Bagi Remaja yang Depresi Hingga Anxiety
Lifestyle
Bukan Sekadar Mood Swing Biasa! Ini Beda Bipolar dan Depresi yang Wajib Diketahui
Gangguan perasaan bisa berupa emosi yang tumpul atau suasana hati yang kacau
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 26 Juli 2025
Bukan Sekadar Mood Swing Biasa! Ini Beda Bipolar dan Depresi yang Wajib Diketahui
Indonesia
Psikolog Bocorkan Cara Musik Melatih Otak Anak Jadi Super Cerdas Sejak Dini
Tetapkan batasan dengan konsisten, jelaskan kenapa ada batasan, dan terapkan kontrol penggunaan media bila perlu
Angga Yudha Pratama - Rabu, 23 Juli 2025
Psikolog Bocorkan Cara Musik Melatih Otak Anak Jadi Super Cerdas Sejak Dini
Indonesia
Jangan Dipendam! Layanan Konsultasi Kesehatan Mental Gratis dan Rahasia Tersedia Nonstop di Jakarta, Bisa Kontak ke Nomor Ini
Tidak hanya itu, layanan ini juga terintegrasi dengan Kartu Tanda Peserta ASABRI
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 14 Juni 2025
Jangan Dipendam! Layanan Konsultasi Kesehatan Mental Gratis dan Rahasia Tersedia Nonstop di Jakarta, Bisa Kontak ke Nomor Ini
Fun
Bahaya Screen Time Terlalu Lama Bagi Anak, Dari Cemas hingga Agresif
Studi dari American Psychological Association temukan bahwa screen time berlebihan berkaitan dengan kecemasan, depresi, dan agresi pada anak-anak. Konten dan dukungan emosional juga berperan penting.
Hendaru Tri Hanggoro - Rabu, 11 Juni 2025
Bahaya Screen Time Terlalu Lama Bagi Anak, Dari Cemas hingga Agresif
ShowBiz
Maika Monroe Jadi Pengasuh Psikopat dalam "Victorian Psycho"
Ia akan beradu akting dengan Thomasin McKenzie
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 17 Mei 2025
Maika Monroe Jadi Pengasuh Psikopat dalam
Bagikan