Jangan Lupa Cek Kesehatan untuk Persiapan Puasa
Pastikan tidak ada penyakit komorbid. (Foto: Unsplash/JESHOOTS.COM)
SEBENTAR lagi kita akan memasuki bulan suci Ramadan. Perlu adanya persiapan tubuh, salah satunya melakukan pemeriksaan kesehatan lengkap untuk mengetahui apakah ada penyakit komorbid atau tidak.
"Persiapan kesehatan dapat dimulai dengan melakukan medical check up untuk mengetahui apakah kita memiliki penyakit komorbid atau tidak," ujar Manager Medical Underwriter Sequis, dokter Fridolin Seto Pandu, mengutip laman ANTARA, Rabu (30/3).
Jika kamu memiliki komorbid seperti diabetes, hipertensi, asam urat, kolesterol, maka sebaiknya konsusltasikan penyakit tersebut pada dokter dan sampaikan niat berpuasa. Selama satu bulan ke depan, tubuh akan berada dalam kondisi tidak makan dan tidak minum selama 12 jam. Walaupun kebiasaan ini sudah dilakukan sejak kecil, tapi mengingat kesehatan bersifat tidak konstan, ada saja yang bisa menyebabkan gangguan kesehatan.
Sebelum bulan puasa, sebaiknya kamu mulai mempersiapkan tubuh agar tetap kuat dan sehat saat berpuasa nanti. Fridolin juga menyarankan agar mengubah beberapa pola hidup, seperti jam tidur, makan, olahraga untuk meminimalkan keluhan dan gangguan sakit lainnya.
Baca juga:
“Pola hidup sehat harus dilatih dan dibiasakan karena tubuh memerlukan waktu untuk beradaptasi. Menjalankan pola hidup sehat sesungguhnya baik untuk memaksimalkan imun tubuh," kata Fridolin.
Kalau selama ini kamu jarang atau belum menjalankannya, lanjut Fridolin, masih ada kesempatan sebelum sampai ke bulan puasa. Nantinya jika tubuh sudah terlatih, tetaplah menjalankan pola hidup sehat bahkan setelah tidak bulan puasa lagi.
Baca juga:
Fridolin memberikan tips terkait pola tidur, yakni membiasakan tidur jam 21.00 atau 22.00 WIB dan bangun subuh. Jika berkesempatan tidur siang, maka beristirahatlah sekitar 30 menit. Jangan lupa juga atur ritme kerja dan aktivitas saat pagi dan siang agar tubuh dapat beristirahat tepat waktu saat malam hari.
Untuk asupan, Fridolin menyarankan untuk membiasakan diri sarapan dan tidak terlambat makan siang. Rutin mengonsumsi sayur dan buah yang banyak mengandung serat untuk melancarkan metabolisme tubuh agar tidak mengalami sembelit.
Tips berikutnya, biasakan tubuh untuk bergerak dengan berolahraga seperti jogging, jalan cepat, dan yoga.
"Mereka yang rutin berolahraga akan mendapat bonus tubuh lebih bugar, dapat berpikir lebih jernih, dan mudah beristirahat. Jika nanti bulan puasa, lakukan olahraga jelang berbuka atau beberapa saat setelah berbuka," tutup Fridolin. (and)
Baca juga:
Bagikan
Andreas Pranatalta
Berita Terkait
[HOAKS atau FAKTA]: Kebijakan Makan Bergizi Gratis Ditolak Digelar saat Bulan Puasa karena Bertentangan dengan Nilai Agama
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Niat Puasa Ayyamul Bidh Bulan Rajab 1447 H: Bacaan, Jadwal, dan Keutamaannya
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya