Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1
Parenting

Jangan Larang si Kecil Main di Luar Ruangan

P Suryo RP Suryo R - Rabu, 24 Juli 2019
Jangan Larang si Kecil Main di Luar Ruangan

Biarkan si kecil bermain di luar ruangan bersama teman sebayanya (Foto: Pexel/Lukas)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BERMAIN di luar ruangan seringkali membuat orangtua khawatir. Bisa jadi orangtua berpikir bahwa si kecil belum mampu bersosialisasi dengan baik. Sebenarnya, ketika melakukan aktivitas di luar ruangan mengajak anak untuk lebih mengeksplor dunia dan menumbuhkan kepercayaan diri.

Menghabiskan waktu di luar ruangan memberikan dampak baik bagi tumbuh kembang anak. Laman alodokter mengungkapkan kebaikan membiarkan anak bermain di luar.

Baca Juga: Tips Atur Jadwal Tidur si Kecil saat Travelling


1. Sinar matahari menjaga kesehatan tulang

main
Bermain di bawah sinar matahari meningkatkan kesehatan tulang anak (Foto: Pixabay/Hai Robe)


Terpapar sinar matahari saat bermain sangat baik dalam menjaga kesehatan tulang si kecil. Ketika bermain di luar ruangan, tubuh akan memproduksi vitamin D akibat paparan sinar matahari. Vitamin ini menyerap kalsium dan fosfor yang berperan dalam tumbuh kembang tulang. Tak hanya itu, vitamin D juga bisa meningkatkan metabolisme tubuh dan juga mempertahankan kesehatan otot.

Mengoleskan tabir surya pada anak untuk menghindari masalah kulit. Ada baiknya memilih waktu yang tepat bermain di bawah sinar matahari. Terlalu lama terpapar sinar matahari kulit si kecil bisa terbakar.


2. Si kecil jadi lebih produktif

main
Bermain di luar ruangan membuat anak lebih aktif dan produktif (Foto: Pexels/Pixabay)


Melakukan aktivitasi yang menyenangkan bersama teman-teman sepermainan akan merangsang tumbuh kembang anak. Bermain di luar ruangan membuat anak lebih produktif menghabiskan waktu bersama teman sebaya. Lakukan aktivitas di luar ruangan seperti bermain sepak bola, berenang di kolam renang atau permainan lainnya. Tak hanya menyenangkan, bermain di luar ruangan juga membuat si kecil lebih aktif gerak daripada berdiam diri di depan layar gawainya.

Baca Juga: Bunda, Jangan Pernah Bawa Bayi ke dalam Bioskop! Ini Alasannya

3. Mendukung proses sosialisasi

main
Menghabiskan waktu di luar ruangan membantu anak dalam bersosialisasi (Foto: Unsplash/Rachel)


Membiarkan anak bermain di luar ruangan bisa meningkatkan kemampuan bersosialisasi secara lebih luas. Sosialisasi akan membentuk perilaku dan cara berpikir anak saat berinteraksi dengan orang lain sehingga memengaruhi hubungan pertemanannya. Kemampuan berinteraksi bisa membuat si kecil memiliki banyak teman bermain. Tak hanya itu, bermain di luar ruangan juga mendorong anak untuk lebih berani dalam menjalin komunikasi dengan teman-temannya. Anak akan membangun relasi dengan ragam karakter teman-teman seusianya.


4. Membuat anak lebih mandiri

main
Anak akan melatih diri untuk melakukan segala sesuatunya sendirian ketika bermain (Foto: Unsplash/Kelly Sikkema)


Bermain di luar ruangan menjadi tantangan baru bagi si kecil. Ketika beraktivitas di luar ruangan, anak akan mengalami hal menyenangkan hingga menyebalkan. Untuk mengatasi permasalahannya, anak akan menyelesaikan sendiri. Terlebih ketika bermain dengan teman-temannya, anak akan sibuk dengan permainan. Hal ini melatih kemandirian si kecil agar tidak bergantung pada orangtua terus menerus. (dys)

Baca Juga: Tips Bekerja Sambil Memberikan ASI Ekslusif untuk Si Kecil

#Anak-anak
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

P Suryo R

Stay stoned on your love
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Kasus Kekerasan di Daycare Little Aresha Yogyakarta, Dosen dan Hakim Aktif Diminta Segera Dinonaktifkan
Beberapa anak terlaporkan mengidap penyakit seperti pneumonia, bronkitis, infeksi saluran kemih (ISK), hingga mengalami stunting akibat kekurangan gizi dan dehidrasi
Angga Yudha Pratama - Minggu, 03 Mei 2026
Kasus Kekerasan di Daycare Little Aresha Yogyakarta, Dosen dan Hakim Aktif Diminta Segera Dinonaktifkan
Indonesia
Pramono Anung Dukung Pembatasan Media Sosial Anak di Bawah 16 Tahun Mulai 28 Maret 2026
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mendukung kebijakan pembatasan media sosial bagi anak di bawah 16 tahun yang mulai berlaku 28 Maret 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 09 Maret 2026
Pramono Anung Dukung Pembatasan Media Sosial Anak di Bawah 16 Tahun Mulai 28 Maret 2026
Indonesia
Guru SD Jember Paksa 22 Siswa Telanjang, KPAI Kecam Keras Tindakan Merendahkan Martabat Anak
Menurut KPAI, tindakan melucuti pakaian siswa tidak bisa dibenarkan dengan alasan penegakan disiplin sekolah
Angga Yudha Pratama - Kamis, 12 Februari 2026
Guru SD Jember Paksa 22 Siswa Telanjang, KPAI Kecam Keras Tindakan Merendahkan Martabat Anak
Fun
Liburan Keluarga Makin Seru, Nickelodeon Playtime Paw Patrol Hadir di Carstensz Mall Tangerang
Nickelodeon Playtime Paw Patrol resmi dibuka di Carstensz Mall, Tangerang. Hadir dengan konsep aman, bersih, dan edukatif untuk anak.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 27 Januari 2026
Liburan Keluarga Makin Seru, Nickelodeon Playtime Paw Patrol Hadir di Carstensz Mall Tangerang
Indonesia
Kemenag Ingatkan Pentingnya Pencatatan Pernikahan, Lindungi Hak Perempuan dan Anak
Kementerian Agama mengungkapkan, bahwa pencatatan pernikahan sangat penting. Hal itu bisa melindungi perempuan dan anak-anak.
Soffi Amira - Selasa, 27 Januari 2026
Kemenag Ingatkan Pentingnya Pencatatan Pernikahan, Lindungi Hak Perempuan dan Anak
Lifestyle
Anak Demam 40 Derajat Masih Lari-Larian? Dokter RSUD Pasar Rebo Larang Buru-Buru Kasih Paracetamol
Fokus utama adalah mengawasi tanda dehidrasi dan pola napas anak
Angga Yudha Pratama - Rabu, 21 Januari 2026
Anak Demam 40 Derajat Masih Lari-Larian? Dokter RSUD Pasar Rebo Larang Buru-Buru Kasih Paracetamol
Indonesia
70 Anak Terpapar Konten Kekerasan, Pemerintah Siapkan Aturan Perlindungan di Sekolah
70 anak di 19 provinsi kini terpapar konten kekerasan. Pemerintah pun akan menyiapkan aturan perlindungan di sekolah.
Soffi Amira - Kamis, 08 Januari 2026
70 Anak Terpapar Konten Kekerasan, Pemerintah Siapkan Aturan Perlindungan di Sekolah
Indonesia
Hidup Ditengah ‘Kepungan’ Gunung Sampah, Anak-Anak di Seputar TPA Bantar Gebang Didorong untuk Bermimpi dan Menjadikan Hidup Lebih Baik di Masa Depan
Yayasan Sekolah Alam Tunas Mulia dan Ranch Market memotivasi anak-anak TPA Bantar Gebang untuk bermimpi dan beraksi menuju masa depan yang lebih baik.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 15 November 2025
Hidup Ditengah ‘Kepungan’ Gunung Sampah, Anak-Anak di Seputar TPA Bantar Gebang Didorong untuk Bermimpi dan Menjadikan Hidup Lebih Baik di Masa Depan
Fun
Bahaya Screen Time Terlalu Lama Bagi Anak, Dari Cemas hingga Agresif
Studi dari American Psychological Association temukan bahwa screen time berlebihan berkaitan dengan kecemasan, depresi, dan agresi pada anak-anak. Konten dan dukungan emosional juga berperan penting.
Hendaru Tri Hanggoro - Rabu, 11 Juni 2025
Bahaya Screen Time Terlalu Lama Bagi Anak, Dari Cemas hingga Agresif
Lifestyle
Bahaya Gawai Mengintai Si Kecil, Dokter Peringatkan Dampak Buruknya pada Kebiasaan Makan dan Tumbuh Kembang!
Nimaz lebih mengutamakan kebiasaan makan bersama di meja makan
Angga Yudha Pratama - Selasa, 03 Juni 2025
Bahaya Gawai Mengintai Si Kecil, Dokter Peringatkan Dampak Buruknya pada Kebiasaan Makan dan Tumbuh Kembang!
Bagikan