Pesona Indonesia

Jangan Dilewatkan, Destinasi Sarat Sejarah di Sekitar Danau Toba

Dwi AstariniDwi Astarini - Senin, 12 Oktober 2020
Jangan Dilewatkan, Destinasi Sarat Sejarah di Sekitar Danau Toba

Sejumlah destinasi bersejarah di sekitar Danau Toba sayang untuk dilewatkan. (foto: Instagram @tancy520)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

DANAU Toba tak hanya indah. Danau purba ini punya banyak legenda yang mengitarinya. Mulai dari kisah petani dan putri ikan hingga kisah para Raja Batak. Semuanya menarik.

Kisah-kisah itu tak hanya hidup dalam tuturan warga sekitar Toba, tapi juga mewujud dalam beberapa situs. Sejumlah situs sarat sejarah dan legenda di sekitar Danau Toba amatlah unik. Tak hanya punya kisah, tapi juga keindahan alam. Sayang untuk dilewatkan. Berikut destinasi sarat sejarah dan legenda yang wajib kamu kunjungi di sekitar Danau Toba.

BACA JUGA:

Melihat Sunrise di Bukit Rindu Gunung Prau via Wates


1. Lembah Bakkara

lembah bakkara
Jangan lewatkan mengunjungi istana Raja Sisingamangaraja. (foto: Instagram @bagasnitorang)

Di barat daya Danau Toba, terdapat sebuah lembah yang diapit dua bukit. Daerah di lembah itu dikenal dengan nama Bakkara. Secara administratif, Bakkara masuk wilayah Kecamatan Baktiraja (Bakkara, Tipang, dan Janji Raja), Kabupaten Humbahas (Humbang Hasundutan), Sumatra Utara. Nama Bakkara dikenal karena adanya Aek Sipangolu yang berarti 'air yang menghidupkan'. Mata air itu konon dibuat Raja Sisingamangaraja I.

Tak hanya Aek Sipangolu yang layak kamu datangi selama di Lembah Bakkara. Ada sejumlah air terjun indah di daerah ini. Salah satunya ialah Air Terjun Janji. Letak air terjun ini tak jauh dari jalan lintas. Kamu tak perlu masuk hutan atau mendaki ratusan anak tangga. Ada kisah legenda seputar air terjun ini. Kisahnya, di tempat ini dahulu kala para raja Batak berkumpul dan berikrar bahwa hanya ada satu raja dalam masyarakat Batak, yakni Raja Sisingamangaraja.

Sebagai tanah kelahiran Sisingamangaraja, Lembah Bakkara juga menawarkan wisata sejarah. Tak hanya sejarah para Raja, tapi juga kisah letusan mahadahsyat Gunung Toba jutaan tahun lalu. Jangan heran jika kamu akan melihat banyak bebatuan besar di persawahan seakan berserakan tak beraturan. Batu-batu berumur 2 juta tahun itu merupakan muntahan Gunung Toba yang meletus 75 ribu tahun lalu. Dari letusan mahadahsyat itulah muncul Danau Toba dengan Pulau Samosir di tengahnya.

Jangan berhenti hanya menikmati alam Lembah Bakkara. Telusuri juga wisata sejarahnya. Kamu bisa mengunjungi Istana Raja Sisingamangaraja yang terletak di Dusun Lumban Raja, Desa Simamora, Baktiraja. Selain wisatawan, penziarah juga banyak datang ke lokasi ini.


2. Museum Huta Bolon Simanindo

museum huta bolon simanindo
Magis sangat terasa pada museum ini. (Foto: indonesia-tourism)

Jika ke Samosir, datanglah ke Museum Huta Bolon Simanindo yang terletak di Jalan Pelabuhan Simanindo, sekitar 45 sampai 50 menit dari Pangunguran, pusat perkantoran Kabupaten Samosir. Museum ini merupakan peninggalan Raja Sidauruk yang sudah berusia ratusan tahun. Menjadi museum dan dibuka untuk umum sejak tahun 1969.

Karena merupakan kompleks raja maka berdiri megah bangunan utama milik Raja Sidauruk. Kemudian bangunan-bangunan kecil lainnya yang konon merupakan rumah para pengawalnya.

Di museum ini dipamerkan koleksi Raja Sidauruk seperti perlengkapan adat, alat musik, pakaian adat, permainan tradisional, senjata perang, hingga patung sigale-gale. Lebih dari itu, jika datang tepat waktu bisa menyaksikan pertunjukan musik dan tari tradisional kuno yang menguarkan kesan magis dan terlihat indah ketika dimainkan dengan latar rumah-rumah adat. Pada sesi menjelang akhir pertunjukan, wisatawan diajak menari bersama. Kesempatan seperti itu biasanya langsung disambut turis asing dengan penuh kegembiraan.


3. Puncak Pusuk Buhit

Pusuk Buhit dipercaya sebagai asal usul Suku Batak (Instagram/dickydamara06)
Pusuk Buhit dipercaya sebagai asal usul Suku Batak (Foto: Instagram@
heberhebrewibrani___sitanggang)

Pusuk Buhit sebenarnya adalah gunung berapi aktif di sekitar Danau Toba. Tingginya 1972 mdpl dengan dikelilingi beberapa kecamatan seperti Sianjur Mula-Mula, Harian Boho, dan Pangururan. Saat ini Pusuk Buhit menjadi destinasi wisata yang cukup populer.

Di balik keindahannya, Pusuk Buhit menyimpan sebuah cerita legenda. Dalam mitologi Suku Batak, Puncak Pusuk Buhit adalah asal muasal suku tersebut. Masyarakat Batak percaya kalau Pusuk Buhit merupakan tempat lahirnya raja mereka.

Kemudian sang raja membangun sebuah perkampungan di salah satu lembah bernama Sianjur Mula-mula. Desa inilah yang menjadi awal menyebarnya suku Batak ke berbagai daerah. Kamu juga bisa mempelajari legenda tersebut ke masyarakat setempat.


4. Tanjung Unta

Nama Tanjung Unta adalah pemberian Bung Hatta (Instagram/didos242)
Nama Tanjung Unta diberikan Bung Hatta. (Instagram @pestavalentina)

Tanjung ini berada di sisi timur danau, tepatnya di Pematang, Sidamanik, Kabupaten Simalungung. Jaraknya sekitar 60 kilometer dari Pematang Siantar atau 110 kilometer dari Medan.

Di balik keindahan alam di Tanjung Unta, terselit sebuah kenang-kenangan yang ditinggalkan Sang Proklamator Mohammad Hatta atau biasa dikenal dengan panggilan Bung Hatta. Dulu pria asal Bukittinggi itu sempat berkunjung ke tempat tersebut.

Bung Hatta sangat mengagumi keindahan alam di sana. Karena tanjung tersebut mirip punuk unta, akhirnya Wakil Presiden pertama Republik Indonesia itu menamainya Tanjung Unta. Sebutan tersebut terus dipakai hingga sekarang.

5. Aek Sipitu Dai

aek sipitu dai
Aek Sipitu Dai punya kisah legenda raja Batak di baliknya. (foto: Instagram @traveller)

Sianjur Mula-Mula dipercaya sebagai perkampungan pertama yang dibangun sang raja. Dari desa inilah suku Batak bermula hingga menyebar ke berbagai daerah. Tidak mengherankan jika Kecamatan Sianjur Mula-Mula menyimpan destinasi wisata sejarah yang amat terkait dengan legenda para raja Batak. Salah satu yang bisa kamu kunjungi ialah Aek Sipitu Dai.

Air Tujuh Rasa, demikianlah sebutan untuk sumber mata air ini. Terletak di Desa Aek Sipitu Dai, sumber mata air di lokasi ini terletak di bawah sebuah pohon rimbun. Uniknya, meskipun berasal dari satu sumber, rasa air di setiap pancuran yang ada di lokasi ini berbeda-beda. Selain itu, mata air ini pun dipercaya dapat menyembuhkan berbagai penyakit.

Berdasar kisah legenda Batak, mata air ini berawal dari kisah Ompung Langgat Limbong, generasi kedua dari Marga Limbong yang berusaha mencari sumber air. Karena tak kunjung mendapat air, ia pun berdoa. Setelah itu, ia tancapkan tongkatnya ke tanah. Beharap ada air yang keluar. Namun, ternyata tak ada yang terjadi. Sampai tujuh kali ia menancapkan tongkat, tetap saja air tak datang.

Di tengah rasa haus yang makin menjadi, Ompung Langgat Limbong kembali berdoa memohon air. Tak lama, dari tujuh lubang bekas tancapan tongkatnya mengalir air jernih.(dwi)

#Indonesia #Wisata
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Olahraga
Indonesia vs Singapura di FIFA ASEAN Cup 2026, Ini Fakta Kekuatan Skuad Garuda
Timnas Indonesia vs Singapura di FIFA ASEAN Cup 2026. Simak fakta kekuatan skuad Garuda, head to head, dan daftar 23 pemain Indonesia.
ImanK - Kamis, 24 September 2026
Indonesia vs Singapura di FIFA ASEAN Cup 2026, Ini Fakta Kekuatan Skuad Garuda
Olahraga
Emas Dayung Ganda Putra Asian Games Lepas, Pelatih Indonesia Bingung Febrian/La Memo Bisa Finis ke-4
"Malah bukan prediksi lagi, memang harusnya dapat medali karena akselerasi mereka juga bagus," kata Pelatih Dayung Indonesia, Muhammad Hadris.
Wisnu Cipto - Kamis, 24 September 2026
Emas Dayung Ganda Putra Asian Games Lepas, Pelatih Indonesia Bingung Febrian/La Memo Bisa Finis ke-4
Tradisi
Bukan Lagi 23 September! Hari Jadi Kota Kudus Geser ke 23 Agustus Mulai 2027
Hari Jadi Kabupaten Kudus resmi digeser dari 23 September ke 23 Agustus mulai tahun 2027 berdasarkan kajian ilmiah Prasasti Masjid Menara Kudus.
Wisnu Cipto - Rabu, 23 September 2026
Bukan Lagi 23 September! Hari Jadi Kota Kudus Geser ke 23 Agustus Mulai 2027
Olahraga
Jadwal Lengkap Asian Games 2026 22 September: Indonesia Tampil di 17 Cabor
Jadwal Indonesia di Asian Games 2026 22 September akan menghadirkan 17 cabor. Salah satunya adalah bulu tangkis.
Soffi Amira - Selasa, 22 September 2026
Jadwal Lengkap Asian Games 2026 22 September: Indonesia Tampil di 17 Cabor
Olahraga
Jadwal Bola 22-25 September: Ada Indonesia vs Singapura, Cek Jam Tayangnya
Jadwal bola hari ini 22-25 September 2026 lengkap dengan jam tayang, siaran langsung, dan link live streaming Indonesia vs Singapura.
ImanK - Senin, 21 September 2026
Jadwal Bola 22-25 September: Ada Indonesia vs Singapura, Cek Jam Tayangnya
Travel
TIPTIP Group Luncurkan SatuSatu Partner Portal, Buka Keran Cuan Baru buat Agen Perjalanan Kenalkan Pengalaman Lokal
Industri pariwisata Indonesia berada di ambang era baru yang sangat dinamis.
Dwi Astarini - Sabtu, 12 September 2026
TIPTIP Group Luncurkan SatuSatu Partner Portal, Buka Keran Cuan Baru buat Agen Perjalanan Kenalkan Pengalaman Lokal
Indonesia
Indonesia Masih Sulit Menuju Negara Berpendapatan Tinggi
Konsistensi kebijakan juga dinilai penting untuk mendukung transformasi struktural Indonesia menuju status negara berpendapatan tinggi
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 09 September 2026
Indonesia Masih Sulit Menuju Negara Berpendapatan Tinggi
Indonesia
1.730 Bencana Alam Hantam Indonesia Sejak Januari, Terbanyak Masih Banjir
BNPB mencatat 1.730 bencana alam melanda Indonesia sejak Januari hingga 7 September 2026. Banjir dan karhutla mendominasi, 111 ribu rumah rusak, ribuan fasilitas publik terdampak.
Wisnu Cipto - Selasa, 08 September 2026
1.730 Bencana Alam Hantam Indonesia Sejak Januari, Terbanyak Masih Banjir
Fun
Bukan Sekadar Kopi, Roemah Koffie Meracik Rasa dan Kisah Nusantara
Dari Rambadia hingga Cublak Suweng, kopi Indonesia dibawa Roemah Koffie ke panggung dunia. Klik untuk detail kisahnya!
Wisnu Cipto - Minggu, 06 September 2026
Bukan Sekadar Kopi, Roemah Koffie Meracik Rasa dan Kisah Nusantara
Indonesia
Pariwisata Flores Tetap Hidup Walau Status Tanggap Darurat Bencana Diperpanjang Pemerintah
Kawasan wisata Danau Kelimutu sudah kembali beroperasi pascagempa
Angga Yudha Pratama - Senin, 31 Agustus 2026
Pariwisata Flores Tetap Hidup Walau Status Tanggap Darurat Bencana Diperpanjang Pemerintah
Bagikan