MerahPutih.com - Ambisi tim dayung Indonesia untuk mengamankan medali emas dari nomor ganda putra sculls Asian Games Aichi-Nagoya 2026 secara mengejutkan pupus setelah duet andalan Febrian/La Memo gagal menembus posisi tiga besar pada babak final.
Pertandingan sengit yang berlangsung di lintasan Nagaragawa, Gifu, pada Kamis (24/9) tersebut menempatkan wakil China, Xudi Yi/Yide Nie, sebagai peraih medali emas usai mendominasi jalannya perlombaan sejak garis start.
Baca juga:
Hampir Emas! Tim Menembak Indonesia Raih Medali Perak Asian Games 2026
Hasil anti-klimaks ini memicu kekecewaan mendalam mengingat pasangan Febrian/Memo dari awal ditargetkan menjadi tumpuan utama kontingen Merah Putih dalam mendulang medali.
Malah bukan prediksi lagi, memang harusnya dapat medali karena akselerasi mereka juga bagus,
Pelatih Dayung Indonesia, Muhammad Hadris.
Hasil Final, Andalan Indonesia Finis Peringkat 4
Pada babak pamungkas ini, pasangan Febrian/Memo harus puas mengakhiri balapan di urutan keempat dengan membukukan catatan waktu enam menit 14,42 detik.
Berikut rekapitulasi hasil akhir babak final dayung ganda putra sculls Asian.
-
Peringkat 1 (Emas): Xudi Yi/Yide Nie (China) – 06:09,77
-
Peringkat 2 (Perak): Mekhrojbek Mamatkulov/Pavel Sorin (Uzbekistan) – 06:10,49
-
Peringkat 3 (Perunggu): Singh Satnam/Salman Khan (India) – 06:13,24
-
Peringkat 4: Febrian/La Memo (Indonesia) – 06:14,42
-
Peringkat 5: Bakr Shihab Ahmed Al-Dulaimi/Mohammed Riyadh Jasim Al-Khafaji (Irak) – 06:14,93
-
Peringkat 6: Taisei Miyaguchi/Masahiro Takeda (Jepang) – 06:29,28
Baca juga:
Indonesia Tambah Dua Medali Perunggu dari Sepak Takraw dan Sepeda Gunung di Asian Games 2026
Kebingungan Tim Pelatih Indonesia
Tim kepelatihan mengaku belum bisa mengidentifikasi penyebab pasti di balik merosotnya performa kedua atlet dayung andalan Merah Putih di lintasan final hari ini
Padahal dari segi teknis, eksekusi start, hingga adaptasi terhadap cuaca di lokasi pertandingan dinilai sudah berjalan sesuai dengan instruksi yang dirancang.
Langkah cepat diambil tim pelatih untuk menunda proses evaluasi mendalam guna menjaga kondisi mental dan fokus para atlet yang masih harus bertanding di nomor lain pada sesi sore.
Karena mereka kami keep dulu untuk pertandingan nanti sore, mereka main lagi,
Pelatih Dayung Indonesia, Muhammad Hadris.