Jalur Joging Geopark Ciletuh Rusak

Zulfikar SyZulfikar Sy - Minggu, 03 Desember 2017
Jalur Joging Geopark Ciletuh Rusak

Geopark Ciletuh. (ciletuhpalabuhanratugeopark.org)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Gelombang pasang merusak jalur joging senilai miliaran rupiah di sekitar objek wisata Geopark Nasional Ciletuh Palabuhanratu tepatnya di Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

"Pascabencana gelombang pasang yang terjadi dalam beberapa hari terakhir ini, kami melakukan pemeriksaan di sekitar objek wisata Geopark Nasional Ciletuh Palabuhanratu (GNCP), ternyata jalur untuk joging wisata sepanjang sekitar satu kilometer hancur," kata Seketaris Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi Yudi Panca Yoga di Sukabumi, Minggu (3/12), dilansir Antara.

Menurutnya, trek joging tersebut dibangun sebagai salah satu sarana untuk wisatawan yang ingin menikmati pemandangan laut Palabuhanratu sambil berolah raga.

Akibat rusaknya fasilitas untuk wisatawan itu, Pemkab Sukabumi harus kembali mengeluarkan biaya yang besar untuk melakukan perbaikan. Apalagi, lokasi bencana itu berada di tepat di objek wiata geopark yang tengah dalam penilaian pihak UNESCO.

Tapi, bencana gelombang pasang itu di luar kehendak manusia dan diharapkan tidak mengganggu upaya Pemkab Sukabumi untuk mendorong agar GNCP ditetapkan menjadi Geopark Dunia atau Global Geopark pada 2018 mendatang.

"Untuk perbaikannya memang membutuhkan waktu yang cukup lama, tetapi kami sudah berkoordinasi dengan dinas terkait agar perbaikan bisa dilakukan secepatnya," tambahnya.

Yudi mengatakan pascagelombang pasang yang memporakporandakan beberapa rumah, warung dan fasilitas lainnya di sekitar pesisir, pihaknya masih terus melakukan pendataan sarana dan prasarana objek wisata yang rusak.

"Memang ada beberapa fasilitas yang rusak, tetapi dalam waktu dekat akan kami perbaikan untuk kondisi yang status kerusakannya ringan. Untuk berat dan membutuhkan biaya besar akan dibahas dahulu ditingkat dinas dan Pemkab Sukabumi," katanya. (*)

#Geopark Ciletuh #Sukabumi
Bagikan
Ditulis Oleh

Zulfikar Sy

Tukang sihir

Berita Terkait

Indonesia
Sesar Bawah Laut Picu Gempa di Sukabumi, BMKG Imbau Masyarakat Jangan Panik
BMKG memastikan gempa di Sukabumi tidak menimbulkan kerusakan berarti karena masuk ketegori gempa dangkal.
Wisnu Cipto - Senin, 18 Mei 2026
Sesar Bawah Laut Picu Gempa di Sukabumi, BMKG Imbau Masyarakat Jangan Panik
Indonesia
Sukabumi Mulai Diserbu Turis Lebaran, Ingat Tol Bocimi Sesi 3 Buka Cuma Sampai 17.00 WIB
Arus lalu lintas di jalur fungsional Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) sesi 3 terpantau padat pada Senin (23/3) pasca Lebaran 2026.
Wisnu Cipto - Senin, 23 Maret 2026
Sukabumi Mulai Diserbu Turis Lebaran, Ingat Tol Bocimi Sesi 3 Buka Cuma Sampai 17.00 WIB
Indonesia
Ayah Nizam Diduga Anggota Gangster, Komisi III DPR Perintahkan Kapolres Sukabumi: Hajar Saja
Wakil Ketua LPSK, Sri Suparyati, menyatakan mantan suami Lisnawati diketahui memiliki keterkaitan dengan kelompok gangster.
Dwi Astarini - Selasa, 03 Maret 2026
Ayah Nizam Diduga Anggota Gangster, Komisi III DPR Perintahkan Kapolres Sukabumi: Hajar Saja
Indonesia
Kapolres Sukabumi Beberkan Fakta Baru Kematian Nizam Syafi’i, Disebut Jadi Korban Penganiayaan Berulang
Hasil visum menunjukkan korban mengalami luka lebam akibat trauma panas dan trauma benda tumpul.
Dwi Astarini - Senin, 02 Maret 2026
Kapolres Sukabumi Beberkan Fakta Baru Kematian Nizam Syafi’i, Disebut Jadi Korban Penganiayaan Berulang
Indonesia
Komisi III DPR Ungkap Kejanggalan Kasus Kematian Nizam Syafi’i yang Tewas Disiksa Ibu Tiri
Komisi III meminta penyidik mengungkap secara jelas rentang waktu penganiayaan serta kronologi kejadian.
Dwi Astarini - Senin, 02 Maret 2026
Komisi III DPR Ungkap Kejanggalan Kasus Kematian Nizam Syafi’i yang Tewas Disiksa Ibu Tiri
Indonesia
Ketua Komisi III DPR Desak Polisi Usut Tuntas Kasus Kematian Bocah NS di Sukabumi
DPR meminta polisi menindak tegas pelaku dan memastikan proses hukum berjalan maksimal.
Dwi Astarini - Senin, 23 Februari 2026
Ketua Komisi III DPR Desak Polisi Usut Tuntas Kasus Kematian Bocah NS di Sukabumi
Indonesia
Hujan Deras Sebabkan Banjir dan Longsor di Sukabumi
BPBD Kabupaten Sukabumi mencatat ratusan warga terdampak, kerusakan infrastruktur, hingga terputusnya akses penghubung antarwilayah.
Dwi Astarini - Senin, 29 Desember 2025
Hujan Deras Sebabkan Banjir dan Longsor di Sukabumi
Indonesia
KAI Daop 1-Pemkot Sukabumi Bersatu Percepat Jalur Ganda Bogor-Bandung dan Tata Kawasan Stasiun
Beberapa tujuan utama dari kerja sama ini meliputi percepatan pembangunan jalur ganda (double track) Bogor–Sukabumi–Bandung
Angga Yudha Pratama - Rabu, 17 September 2025
KAI Daop 1-Pemkot Sukabumi Bersatu Percepat Jalur Ganda Bogor-Bandung dan Tata Kawasan Stasiun
Indonesia
Kematian Balita Sukabumi akibat Cacingan Akut, Tanda Bahaya bagi Perlindungan Sosial
Peristiwa ini tidak terjadi jika fungsi pencegahan, pemantauan, dan perlindungan sosial berjalan dengan baik.
Dwi Astarini - Jumat, 22 Agustus 2025
Kematian Balita Sukabumi akibat Cacingan Akut, Tanda Bahaya bagi Perlindungan Sosial
Indonesia
Temuan Komnas HAM di Balik Persekusi Retreat Kristen di Cidahu Sukabumi, Pengusiran hingga Perusakan
Tindakan persekusi terjadi karena adanya penolakan oleh sebagian warga sekitar yang merasa terganggu dengan kegiatan kerohanian.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 11 Juli 2025
Temuan Komnas HAM di Balik Persekusi Retreat Kristen di Cidahu Sukabumi, Pengusiran hingga Perusakan
Bagikan