Jakarta Naik ke Peringkat 71 dalam Global City Index 2025, Gubernur Pramono: Ini Buah Kerja Keras Warga
Ilustrasi. (M/Didik Setiawan)
MerahPutih.com - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengomentari capaian terbaru Jakarta yang naik tiga peringkat dari posisi 74 menjadi 71 dunia dalam Global Cities Index (GCI) 2025 versi lembaga konsultan internasional Kearney.
Diketahui, Global Cities Index menilai daya saing kota-kota besar dunia berdasarkan lima dimensi utama: aktivitas bisnis, modal manusia, pertukaran informasi, pengalaman budaya, dan keterlibatan politik.
Pramono menilai, kenaikan peringkat ini mencerminkan kemajuan daya saing Ibu Kota yang dicapai melalui kerja teknokratik dan kolaborasi masyarakat.
“Kita naik tiga peringkat berkat perencanaan matang, eksekusi cepat, dan evaluasi berbasis data. Ini buah kerja keras bersama warga,” ucap Pramono di Jakarta, Kamis (23/10).
Baca juga:
Gubernur Pramono Pamer Jakarta Tempati Peringkat 17 Kota dengan Transportasi Umum Terbaik di 2025
Menurut laporan Kearney, Jakarta mencatat peningkatan signifikan pada dimensi business activity, naik tiga posisi berkat konektivitas transportasi publik yang mencapai 91–92 persen serta penguatan perdagangan regional yang didukung oleh proyek MRT dan LRT.
Sementara pada dimensi human capital, Jakarta naik dua posisi karena meningkatnya akses tenaga kerja dan pelatihan vokasi.
“Dalam 5–7 bulan, kita capai ini karena siklus perencanaan, implementasi, dan evaluasi yang solid—termasuk monitoring real-time penggunaan transportasi,” tambahnya.
Meski begitu, Jakarta masih perlu memperkuat information exchange (adopsi digital), cultural experience (wisata berkelanjutan), dan political engagement (partisipasi global).
Kearney menyoroti tiga enabler penting bagi Jakarta ke depan: energi terbarukan, ketahanan kota (pengelolaan banjir dan ruang hijau), serta pengembangan talenta berbasis kecerdasan buatan.
Baca juga:
Pemprov DKI kini tengah mendorong berbagai inisiatif, seperti program panel surya, normalisasi sungai, dan pelatihan digital untuk menjawab tantangan tersebut.
Dalam kesempatan terpisah, Staf Khusus Gubernur DKI Bidang Komunikasi Sosial, Chico Hakim, menegaskan pentingnya partisipasi warga dalam memperkuat capaian global Jakarta.
“Bapak Gubernur meyakini bahwa tanpa partisipasi publik, target pencapaian ke depan akan sulit dicapai,” ujar Chico.
Jakarta kini menempati peringkat ke-17 dunia untuk transportasi publik, melampaui Kuala Lumpur dan Manila, dengan peningkatan utilisasi sebesar 25 persen.
“Pemerintah tak bisa sendiri. Pesan khusus Bapak Gubernur adalah agar Pemprov DKI selalu melibatkan warga, pelaku usaha, dan akademisi untuk terus berinovasi menuju Jakarta yang inklusif dan resilient,” pungkasnya. (Asp)
Bagikan
Asropih
Berita Terkait
Gubernur Pramono Minta Maaf Pengendara Meninggal Saat Jakarta Macet Akibat Banjir
Pedagang Daging Sapi Mogok Jualan hingga Sabtu, Gubernur Pramono: Pasti Ada yang Buka karena Asosiasi tak Bisa Melarang
Menuju IPO, Pramono Tekankan Work Smart dan Budaya Transparansi di Bank Jakarta
Pramono Minta BMKG Tak Hanya Fokus Jakarta, OMC Diperluas ke Tangerang-Bekasi
Tanggapan Santai Pramono Pedagang Daging di Jakarta Ancam Mogok Jualan 3 Hari
Dukung Akses Pendidikan Inklusif, Pemprov DKI Tambah Bus Sekolah Ramah Disabilitas
Jakarta Siaga Cuaca Ekstrem, Pramono Siapkan Kebijakan WFH dan PJJ
Pemprov DKI Kucurkan Subsidi Rp 6,4 Triliun untuk Urusan Transportasi, Perut Sampai Pengelolaan Air Limbah
Pramono Tegaskan Ekonomi Jakarta 2025 Surplus Rp3,89 Triliun, Investasi Tembus Target
Musim Hujan Picu Lonjakan DBD di Jakarta, Pramono Anung: Wilayah Barat dan Utara Rawan