Kesehatan

Jaga Kakimu Penderita Diabetes!

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Rabu, 12 Februari 2020
Jaga Kakimu Penderita Diabetes!

Waspada Kaki Penderita Diabetes (Foto: Pixabay/Myriams)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

PENYAKIT yang sudah tidak asing lagi dan sangat ditakuti semua kalangan. Diabetes merupakan penyakit yang membuat tubuh tidak dapat memproduksi insulin. Penderita juga tidak dapat menggunakan insulin secara efektif.

Insulin adalah hormon yang membantu sel untuk menyerap gula. Karena insulin tidak berfungsi normal, kadar gula dalam darah dapat menjadi sangat tinggi.

Baca juga:

Rasa Lapar Pada Penderita Diabetes Dapat Sebabkan Kematian

Penderita diabetes harus memberikan perlindungan ekstra pada bagian kakinya. Tujuannya untuk menghindari dua penyakit yang kerap menyerang kaki sebagai bentuk dari komplikasi diabetes.

Seiring waktu diabetes bisa menyebabkan kerusakan syaraf yang membuat penderitanya sulit untuk merasakan sensasi di ujung-ujung syaraf mereka, seperti jari kaki. Hal ini membuat penderita terlambat menyadari jika telah terjadi iritasi pada kakinya dan meningkatkan risiko infeksi akibat luka.

selain itu, penderita juga bisa terkena penyakit arteri perifer. Diabetes memicu perubahan di pembuluh darah, termasuk arteri. Pada penyakit arteri perifer, simpanan lemak menghalangi pembuluh darah yang berada di belakang otak dan jantung. Ini mengakibatkan penyempitan pembuluh darah, yang berisiko menghambat aliran darah menuju tangan dan kaki.

Berikut beberapa tips yang bisa kamu lakukan terhadap kakimu agar terhindar dari diabetes:


1. Cuci kaki setiap hari dengan sabun lembut dan air hangat

Lindungi Kaki Semaksimal Mungkin (Foto: Unsplash/Jan Romero)

Uji air dengan siku atau termometer untuk memastikan tidak panas (lebih dari sekitar 90 derajat Celcius). Tepuk kaki dengan lembut setelah dicuci, dan keringkan di antara jari-jari kaki. Jangan mencuci kaki dengan air panas. Itu bisa menyebabkan luka bakar.

Baca Juga:

Penyakit Berbahaya yang Disebabkan Diabetes

2. Pilih sepatu yang terbuat dari bahan yang 'bernafas', seperti kulit, kanvas, atau suede

Sepatu suede bisa dijadikan pilihan (Foto: Pexels/Markus Spiske temporausch.com)

Cari sol yang empuk untuk menyerap tekanan. Pilih sepatu dengan tali di atas sepatu, karena sepatu ini memberikan dukungan yang lebih baik. Jangan memakai sandal, sepatu hak tinggi, sandal jepit, atau sepatu dengan jari kaki terbuka atau runcing.

3. Gunakan lotion atau petroleum jelly di kaki untuk menjaga kulit tetap halus

Jangan gunakan pelembap pada jari-jari kaki (Foto: Pexels/Moose Photos)

Taburkan bubuk non-obat sebelum memakai kaus kaki dan sepatu kamu untuk menjaga kaki kamu tetap kering. Jangan gunakan pelembap di antara jari-jari kaki.

Yuk jaga kakimu agar sahabat Merah Putih terhindar dari diabetes. (nic)

Baca Juga:

6 Buah yang Baik Dikonsumsi Penderita Diabetes

#Kesehatan #Penyakit Diabetes
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Bagikan