Kesehatan

Jaga Bumi Lebih Baik dengan Pola Makan Vegan

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Rabu, 18 November 2020
Jaga Bumi Lebih Baik dengan Pola Makan Vegan

Mulai pola hidup vegan untuk lingkungan lebih baik. (Foto: Pexels/ Ella Olsson)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

GAYA hidup kamu bisa menyelamatkan lingkungan. Sebuah studi yang dilakukan Oxford University menyebutkan manusia bisa mencegah kerusakan alam melalui gaya hidup ramah lingkungan.

Studi tersebut menyimpulkan diet berbasis tumbuhan tidak hanya bisa membuat harapan hidup manusia menjadi lebih panjang, namun menghemat triliunan dolar dalam upaya melawan pemanasan global.

Baca juga:

Menjadi Vegan Lebih Sehat?

Studi yang dipublikasikan di Jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences of the United States of America itu memperkirakan dunia bisa mengurangi angka kematian hingga 7,3 juta jiwa di 2050 mendatang. Kemudian memangkas emisi karbon hingga 63 persen, jika manusia berpindah ke pola makan berbasis tumbuhan.

Nah, kamu boleh mencoba gaya hidup ramah lingkungan dengan pola hidup vegan. Selain menghindari konsumsi daging seperti vegetarian, pola makan vegan juga tidak memasukkan menu susu, telur, dan produk hewani lainnya.

Manusia bisa mencegah kerusakan alam dengan gaya hidup ramah lingkungan. (Foto: Pexels/Ella Olsson)

Mengutip heatlhline, laporan PBB 2010 menyatakan produk hewani membutuhkan lebih banyak sumber daya dan menyebabkan emisi gas rumah kaca yang lebih tinggi daripada nabati.

Misalnya, peternakan menyumbang 65% emisi nitrous oksida global, 35–40% emisi metana, dan 9% emisi karbon dioksida. Bahan kimia ini dianggap sebagai tiga gas rumah kaca utama yang terlibat dalam perubahan iklim.

Peternakan hewan juga dapat menyebabkan deforestasi ketika area hutan dibakar untuk lahan pertanian atau padang rumput. Perusakan habitat ini diduga berkontribusi pada punahnya berbagai spesies hewan.

Nah, ingin menjalani pola hidup vegan dengan makanan lezat? FIT Gourmet by FITCO meluncurkan rangkaian menu vegan yang dapat dinikmati oleh semua kalangan.

Baca juga:

4 Manfaat Menjalankan Pola Hidup Vegan

"Sejak awal, FIT Gourmet by FITCO didirikan sebagai akses termudah dalam menikmati sajian makanan yang lezat dan sehat," tutur Jeff Budiman, CEO dan Co-founder FIT Gourmet by FITCO dalam keterangan resminya yang diterima merahputih.com.

Menu vegan dengan bahan berbasis tumbuhan. (Foto: Istimewa)

Menu vegan tersebut cocok dengan lidah masyarakat Indonesia. Bahan-bahan yang digunakan berbasis tumbuhan untuk alternatif sajian lebih bernutrisi.

Salah satu menu unggulan yang diluncurkan adalah Vegan Nasi Gila Shirataki yang merupakan hasil kolaborasi dengan Green Butcher

Selain menyelamatkan lingkungan, pola makan vegan mampu menjadi penyeimbang dalam gaya konsumsi modern yang didominasi oleh bahan makanan instan dan makanan olahan.

"kami melihat adanya kesamaan misi untuk mempromosikan gaya makan sehat dan berbasis tumbuhan kepada masyarakat Indonesia yang lebih luas," tutup Jeff. (ikh)

Baca juga:

Vegan dan Vegetarian Sama? Ternyata Beda Banget!

#Kesehatan #Ramah Lingkungan #Peduli Lingkungan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Kasus Kanker di Bogor Naik 138 Persen, Mayoritas Payudara dan Paru-Paru
Terjadi lonjakan kasus kanker di Kota Bogor sebesar 138 persen dalam empat tahun terakhir.
Wisnu Cipto - Kamis, 27 Agustus 2026
Kasus Kanker di Bogor Naik 138 Persen, Mayoritas Payudara dan Paru-Paru
Lifestyle
Program Sejuta Vaksin Kanker Serviks Bakal Diperluas ke Seluruh Indonesia
Program Sejuta Vaksin merupakan kerja sama KORPRI seluruh Indonesia dengan Kementerian Kesehatan dan berbagai pihak dalam upaya mencegah kanker serviks.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 18 Agustus 2026
Program Sejuta Vaksin Kanker Serviks Bakal Diperluas ke Seluruh Indonesia
Indonesia
GRID Cardio Rush Tanam 1.500 Bibit Pohon di Gunung Gede Pangrango, ini Dampaknya bagi Lingkungan
GRID Cardio Rush mendapat apresiasi dari Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, setelah menanam 1.500 bibit pohon.
Soffi Amira - Minggu, 16 Agustus 2026
GRID Cardio Rush Tanam 1.500 Bibit Pohon di Gunung Gede Pangrango, ini Dampaknya bagi Lingkungan
Lifestyle
Hasil Kontribusi GRID Cardio Rush 2026, 1.500 Bibit Pohon Ditanam di Kaki Gunung Gede Pangrango
GRID Fitness Hub menanam 1.500 bibit pohon di kaki Gunung Gede Pangrango, Sabtu (15/8).
Soffi Amira - Sabtu, 15 Agustus 2026
Hasil Kontribusi GRID Cardio Rush 2026, 1.500 Bibit Pohon Ditanam di Kaki Gunung Gede Pangrango
Indonesia
Bank Jakarta Bakal Bangun Biodigester di Rorotan, Bisa Olah 500 Kg Sampah Organik per Hari
Bank Jakarta membangun dua biodigester di Jakarta Utara. Biodigester itu bisa mengolah hingga 500 kg sampah per hari.
Soffi Amira - Selasa, 11 Agustus 2026
Bank Jakarta Bakal Bangun Biodigester di Rorotan, Bisa Olah 500 Kg Sampah Organik per Hari
Indonesia
PAM Jaya Perkuat K3, Siapkan Pembangunan 7.000 Km Jaringan Pipa
PAM Jaya kini memperkuat K3 dalam implementasinya. PAM Jaya juga telah menyiapkan pembangunan 7.000 km jaringan pipa.
Soffi Amira - Senin, 10 Agustus 2026
PAM Jaya Perkuat K3, Siapkan Pembangunan 7.000 Km Jaringan Pipa
Lifestyle
Kopi Menu Andalan Temani Gaya Hidup Sehat
Kopi menjadi pilihan utama masyarakat yang ingin tetap produktif sekaligus menjaga kesehatan.
Dwi Astarini - Selasa, 04 Agustus 2026
Kopi Menu Andalan Temani Gaya Hidup Sehat
Fun
GRID Cardio Rush 2026 Sukses Digelar, Setiap Langkah Pelari Berkontribusi Tanam Pohon
GRID Cardio Rush 2026 sukses digelar Minggu (2/8). Ajang lari ini mendorong gaya hidup sehat lewat aksi nyata pelestarian alam.
Soffi Amira - Minggu, 02 Agustus 2026
GRID Cardio Rush 2026 Sukses Digelar, Setiap Langkah Pelari Berkontribusi Tanam Pohon
Indonesia
6 Dokter Intership Meninggal, DPR Minta Evaluasi Total
Langkah darurat ini dinilai sebagai keputusan krusial untuk mencegah berulangnya tragedi serta melindungi keselamatan jiwa dokter maupun pasien.
Dwi Astarini - Jumat, 31 Juli 2026
6 Dokter Intership Meninggal, DPR Minta Evaluasi Total
Indonesia
Kemenkes Kampanyekan Jangan Takut Stigma Negatif Tes HIV, Makin Cepat Diketahui Lebih Baik
Kemenkes dorong masyarakat lakukan tes HIV tanpa takut stigma negatif. Deteksi dini penting untuk menekan penularan dan memastikan pengobatan segera dengan terapi ARV.
Wisnu Cipto - Minggu, 26 Juli 2026
Kemenkes Kampanyekan Jangan Takut Stigma Negatif Tes HIV, Makin Cepat Diketahui Lebih Baik
Bagikan