Jadikan COVID-19 Musuh Bersama

Andika PratamaAndika Pratama - Jumat, 19 Februari 2021
Jadikan COVID-19 Musuh Bersama

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Hengki Haryadi. Foto: MP/Kanu

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pandemi COVID-19 disebut hanya bisa dilawan jika masyarakat disiplin menerapkan protokol kesehatan. Selain itu, ketegasan dan konsistensi aparat juga sangat dibutuhkan.

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Hengki Haryadi menegaskan, soal ancaman pandemi COVID-19 yang kini masih menghantui masyarakat.

Baca Juga

2.816 Pedagang Pasar Tanah Abang Sudah Disuntik Vaksin COVID-19

"Pandemi tak mengenal siapa saja. Ini musuh bersama. Oleh sebab itu kita harus komitmen bersama mencegah penyebarannya," kata Hengki di Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (19/2).

Hengki Haryadi mendatangi Kodim 0501/JP BS. Ia didampingi Plh Wali Kota Jakpus, Irwandi untuk memperkuat soliditas melawan COVID-19. Dalam kunjunganya, ia disambut langsung Dandim 0501/JP BS, Kolonel (Inf) Luqman Arief.

Hengki menuturkan, pandemi telah memicu terjadinya peningkatan gangguan keamanan. Ini seiring dengan bertambahnya angka kemiskinan yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan.

"Ini harus kita cegah dengan menerapkan disiplin protokol kesehatan yang ketat," kata Hengki.

Dalam kesempatan sebelumnya, Hengki menyebut, berdasarkan penelitian yang ada, penyebaran virus Corona meningkat seiring dengan menurunnya tingkat kedisiplinan masyarakat.

"Oleh karenanya, kita dari level terbawah di RT harus kuat dalam protokol kesehatan. Kita usulkan untuk membentuk relawan protokol kesehatan di tingkat RT. Hampir 12 ribu lebih (relawan yang dibentuk)," ungkapnya.

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Hengki Haryadi
Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Hengki Haryadi. Foto: MP/Kanu

Ia menuturkan, dari data Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Indonesia dan UNICEF, ketidakdisiplinan masyarakat berpengaruh terhadap meningkatnya angka penyebaran COVID-19.

Hengki mencontohkan Amerika Serikat yang angka tes PCR tinggi namun karena pemberlakukan protokol kesehatan minim, angla COVID-19 sangat tinggi.

Hengki menyebut, relawan protokol kesehatan tingkat RT pun perlu diperkuat untuk mendisiplinkan masyarakat. Ini merata di seluruh RT di Jakarta Pusat dengan jumlah 12 ribu orang.

"Kami usulkan relawan protokol kesehatan di tingkat RT agar diperkuat," kata Hengki.

Baca Juga

Mulai Hari Ini Pemprov DKI Vaksinasi COVID-19 Lansia

Hengki menjelaskan, Polisi RW, Satpol PP dam TNI yang sudah ada bakal diperkuat untuk bersinergi bersama relawan. "Kami kerja bersama. Backup dengan TNI dan Pemerintah Kota," jelas Hengki.

Hengki menambahkan, relawan yang bekerja ini untuk mendisiplinkan masyarakat. Seperti penggunaan masker, jaga jarak dan hindari kerumunan. Mereka hanya mengingatkan dan mengawasi masyarakat. Sementara penindakan tetap pada aparat berwenang.

"Kunci dari untuk mengatasi pandemi adalah kerja bersama," terang Hengki.

Hengki berharap, di wilayah komunitas ini dikoordinasikan oleh RT dan RW. Biasanya setiap RT akan ada dua relawan.

"Kuncinya kedisiplinan. Mereka punya tanggungjawab masing-masing. Ada Bhabinkamtibmas dan Babinsa disana yang membantu," jelas Hengki.

Lulusan AKPOL 1996 ini menjelaskan, relawan ini bukan hanya saat PPKM saja, melainkan untuk seterusnya.

Plh Wali Kota Jakarta Pusat, Irwandi, mengklaim tidak ada lagi zona oranye COVID-19 di daerahnya. Jakarta Pusat kini masuk zona kuning dan hijau.

"Jakarta Pusat alhamdulillah tak ada lagi zona oranye, kita sudah zona kuning, dan zona hijau paling banyak 82,6 persen. Mudah-mudahan kita pertahankan," kata Irwandi

Irwandi berharap, dengan adanya pembentukan relawan pengawas prokes di tingkat RT, kasus COVID-19 di Jakarta Pusat bisa ditekan. Jadi, bulan depan bisa ditargetkan masuk zona hijau. (Knu)

Baca Juga

Pasien Sembuh Lampaui Jumlah Penambahan Kasus COVID-19

#COVID-19 #Polres Jakarta Pusat
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Olahraga
Aib Saat di Arsenal Terbongkar, Karier Kapten Timnas Swiss Granit Xhaka di Ujung Tanduk
Terjerat skandal sertifikat COVID-19 palsu, Kapten Swiss Granit Xhaka akui kesalahannya dan mundur dari Timnas. Simak kronologi dan ancaman hukumannya di sini!
Wisnu Cipto - Selasa, 22 September 2026
Aib Saat di Arsenal Terbongkar, Karier Kapten Timnas Swiss Granit Xhaka di Ujung Tanduk
Indonesia
Bentrokan di Jalan Tambak Menteng Makan Korban, 2 Orang Langsung Diamankan
Bentrokan di Jalan Tambak Menteng memakan korban. Polres Jakarta Pusat langsung mengamankan dua orang.
Soffi Amira - Senin, 27 Juli 2026
Bentrokan di Jalan Tambak Menteng Makan Korban, 2 Orang Langsung Diamankan
Indonesia
Polisi Temukan Manifes Penumpang, Atlet Golf Diduga Diculik Terbang ke Malaysia
Polisi menemukan manifes penerbangan yang mencatat atlet golf J menuju Malaysia sehari setelah diduga diculik di Jakarta. Kasus masih diselidiki, motif belum jelas, dan laporan penculikan telah dicabut.
Wisnu Cipto - Rabu, 22 Juli 2026
Polisi Temukan Manifes Penumpang, Atlet Golf Diduga Diculik Terbang ke Malaysia
Indonesia
Waspada Ledakan COVID-19 Cicada, Varian Baru Incar Anak Tanpa Vaksin di 25 Negara Dunia
Nurhadi mengingatkan pemerintah agar tidak hanya fokus pada masuknya varian ke tanah air, tetapi lebih menekankan pada kekuatan kapasitas deteksi dini
Angga Yudha Pratama - Rabu, 08 April 2026
Waspada Ledakan COVID-19 Cicada, Varian Baru Incar Anak Tanpa Vaksin di 25 Negara Dunia
Indonesia
Polisi Ungkap Alasan Sopir Toyota Calya Nekat Lawan Arah di Gunung Sahari, Pelat Nomor Masih Dicek
Pengemudi Toyota Calya yang lawan arah di Gunung Sahari, diketahui menggunakan pelat nomor palsu. Hasil tes urine pun negatif.
Soffi Amira - Kamis, 26 Februari 2026
Polisi Ungkap Alasan Sopir Toyota Calya Nekat Lawan Arah di Gunung Sahari, Pelat Nomor Masih Dicek
Indonesia
Pengemudi Toyota Calya Ugal-ugalan di Gunung Sahari Ditangkap, Terancam 4 Tahun Penjara
Pengemudi Toyota Calya yang ugal-ugalan di Gunung Sahari, telah dijadikan tersangka. Ia juga terancam penjara empat tahun.
Soffi Amira - Kamis, 26 Februari 2026
Pengemudi Toyota Calya Ugal-ugalan di Gunung Sahari Ditangkap, Terancam 4 Tahun Penjara
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Video Perencanaan Pandemi COVID-19 dari Epstein Files Viral di Media Sosial
Konten itu ternyata merupakan bagian dari materi promosi rumah sakit yang berlokasi di Be’er Ya’akov, Israel.
Dwi Astarini - Kamis, 19 Februari 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Video Perencanaan Pandemi COVID-19 dari Epstein Files Viral di Media Sosial
Indonesia
Akui Anak Buahnya Gegabah, Kapolres Jakpus Akan Bina Bhabinkamtibmas di Insiden 'Es Gabus'
Kapolres Jakpus mengakui kasus es gabus terjadi karena aparat Bhabinkamtibmas dan Babinsa terlalu terburu-buru tanpa berkoordinasi dengan pihak berkompeten.
Wisnu Cipto - Rabu, 28 Januari 2026
Akui Anak Buahnya Gegabah, Kapolres Jakpus Akan Bina Bhabinkamtibmas di Insiden 'Es Gabus'
Indonesia
Buntut Kasus Es Gabus Viral di Medsos, Kapolres Jakpus Perketat Pembinaan Bhabinkamtibmas
Pihak kepolisian memastikan akan menindaklanjuti setiap temuan baru guna menjaga transparansi dan kepercayaan masyarakat
Angga Yudha Pratama - Rabu, 28 Januari 2026
Buntut Kasus Es Gabus Viral di Medsos, Kapolres Jakpus Perketat Pembinaan Bhabinkamtibmas
Indonesia
Polisi Ungkap Detik-Detik Baterai Lithium Jatuh hingga Jadi Pemicu Kebakaran Maut Gedung Terra Drone
Polisi menetapkan Dirut Terra Drone sebagai tersangka kebakaran yang menewaskan 22 orang. Kebakaran dipicu tumpukan baterai Li-Po di gudang lantai satu.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 12 Desember 2025
Polisi Ungkap Detik-Detik Baterai Lithium Jatuh hingga Jadi Pemicu Kebakaran Maut Gedung Terra Drone
Bagikan