MerahPutih.com - Misteri dugaan penculikan seorang perempuan berinisial J, yang disebut sebagai atlet golf, mulai menemukan titik terang.
Baca juga:
Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf, Polisi Tetap Usut meski Laporan Dicabut
Polres Metro Jakarta Pusat mengungkapkan J ternyata tercatat dalam manifes penerbangan menuju Kuala Lumpur, Malaysia, sehari setelah peristiwa yang dilaporkan terjadi di kawasan Mangga Besar.
Tanggal 13 kejadian dilaporkan, lalu tanggal 14 yang bersangkutan ada di Semarang meninggalkan Indonesia menuju Kuala Lumpur bersama dua orang kerabatnya,
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra
Dugaan Penculikan Masih Diselidiki
Meski ada bukti perjalanan ke luar negeri, polisi belum menutup kasus dugaan penculikan. Roby menegaskan penyidik masih mendalami apakah peristiwa itu benar merupakan tindak pidana.
Baca juga:
Marak Pembunuhan dan Penculikan, Ekuador Tetapkan Status Dekret Darurat di Ibu Kota Quito
“Kami masih melakukan serangkaian kegiatan untuk memastikan apakah ini sebuah perbuatan pidana atau tidak,” ujarnya, dikutip media, Rabu (22/7).
Menurut hasil penyelidikan sementara, terdapat keterangan saksi yang menguatkan dugaan J sempat dibawa paksa ke dalam mobil. Namun, upaya pemeriksaan rekaman CCTV di lokasi tidak membuahkan hasil.
Memang benar ada kejadian membawa korban atas nama J secara paksa,
Kasat Reskrim Polres Jakpus AKBP Roby Heri Saputra
“Kebetulan tidak ditemukan kamera yang mengarah atau merekam kejadian tersebut. Tapi saksi-saksi menyampaikan ada peristiwa itu,” imbuh perwira polisi berpangkat melati dua itu.
Baca juga:
Polisi Duga Ada Pelaku Lain yang Terlibat dalam Penculikan dan Pembunuhan Alvaro
Polisi Periksa Kerabat dan Motif
Saat ini, penyidik mengagendakan pemeriksaan terhadap dua kerabat J yang ikut bepergian ke Malaysia, termasuk ayahnya. Langkah ini dilakukan untuk mengklarifikasi rangkaian peristiwa dan memastikan keselamatan korban.
Menariknya, pelapor berinisial NA, yang merupakan teman J, telah mencabut laporan secara tertulis pada Minggu (19/7). Meski begitu dilansir dari Antara, polisi menegaskan penyelidikan tetap berjalan.
“Kami belum menghentikan penyelidikan sampai dapat memastikan keamanan korban dan memastikan bahwa peristiwa ini bukan pidana,” tandas Roby.

